Home / Brankas / Sekedar Niat Membatalkan Puasa, Bagaimana Hukumnya ?

Sekedar Niat Membatalkan Puasa, Bagaimana Hukumnya ?

pecah

Sekedar Niat Membatalkan Puasa

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin pernah ditanya, “Ada seorang musafir yang berpuasa di bulan Ramadhan lalu ia berniat membatalkan puasanya, tatapi ternyata ia tidak menemukan (makanan) yang bisa dimakan. Lalu ia merubah niatnya, dan ia kembali menyempurnakan puasanya sampai waktu maghrib. Bagaimana keabsahan puasanya ?”

 

Beliau menjawab, “Puasa orang tersebut tidak sah, wajib baginya untuk mengqodho’, karena ketika ia telah berniat membatalkan puasanya, maka ketika itu batallah puasanya. Adapun jika ia berkata, “Jika saya mendapatkan air maka saya akan minum, jika tidak maka saya tetap berpuasa.” Kemudian ternyata ia tidak mendapatkan air, maka puasanya ketika itu tetap sah, karena ia tidak memutus niatnya, ia hanyalah mengaitkan pembatalan puasanya dengan adanya sesuatu, ternyata sesuatu itu tidak ada , maka ia tetap pada niatnya yang pertama.”

 

(Sumber : Majmu’ Fatawa wa Rasail Fadhilatu Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, Dar Tsurayya Lin Nasyr, Cetakan Kedua, Tahun 1426 H, Jilid 19 Hlm. 183)

 

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/UDMor

About klikUK.com

Check Also

lian

Apakah Keluar Madzi Membatalkan Puasa ?

Apakah Keluar Madzi Membatalkan Puasa ? Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin pernah ditanya, “Ketika ...