Home / Akidah Akhlaq / Ringkasan Fikih Islam : Tidak Memberontak Kepada Pemimpin Selama Mereka Shalat

Ringkasan Fikih Islam : Tidak Memberontak Kepada Pemimpin Selama Mereka Shalat

menara

Wajib Mengingkari para Pemimpin pada Perkara yang Menyelisihi Syari’at dan Tidak Memerangi Mereka selama Mereka Mendirikan Shalat

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : (( إِنَّهُ يُسْتَعْمَلُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ فَتَعْرِفُوْنَ وَتُنْكِرُوْنَ فَمَنْ كَرِهَ فَقَدْ بَرِئَ وَمَنْ أَنْكَرَ فَقَدْ أَسْلَمَ وَلِكنْ مَنْ رَضِيَ وَتَابَعَ)) قَاُلْوا: يَا رَسُوْل َاللهِ  أَلاَ نُقَاتِلُهُمْ؟ قَالَ : ((لاَ ، مَا صَلُّوْا)) أخرجه مسلم

Dari Ummu Salamah semoga Allah meridhainya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh akan diangkat pada kalian penguasa yang kalian ketahui (penyimpangan mereka) dan kalian pun akan mengingkarinya, maka barangsiapa yang membencinya maka dia telah berlepas diri dan barangsiapa yang mengingkarinya maka dia telah selamat, akan tetapi (celaka) orang yang rela dan mengikuti mereka.” Para shahabat bertanya: “Wahai Rasulullah tidakkah kita memerangi mereka?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak, selama mereka mendirikan shalat”. HR. Muslim.[1]

 

[1] HR. Muslim no: 1854

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/rYsRl

About klikUK.com

Check Also

gencatan senjata

Ringkasan Fikih Islam : Hukum Membai’at Dua Pemimpin

Hukum Membai’at Dua Pemimpin عَنْ أَبِي سَعِيْدِ الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ...