Home / Akidah Akhlaq / Ringkasan Fikih Islam : Membangun Khilafah dan Imaroh

Ringkasan Fikih Islam : Membangun Khilafah dan Imaroh

Khilafah Islamiyah

Membangun Khilafah dan Imaroh

Hukum Memilih Seorang Khalifah

Memilih seorang peminpin bagi kaum muslimin adalah wajib, untuk menjaga martabat dan mengurusi kondisi kaum muslimin, menegakkan hukum hudud, mengembalikan hak, menegakkan hokum Allah, amr ma’ruf  nahi mungkar dan malaksanakan da’wah  kepada Allah.

 

Kepeminpinan menjadi sah dengan dipenuhinya satu point dari apa yang disebutkan di bawah ini:

1-Dipilih dengan kesepakatan kaum muslimin, kepeminpinannya menjadi sah dengan dibai’at oleh ahlil aqd dari kalangan para ulama, orang-orang yang shaleh, para pemuka dan tokoh masyarakat kaum muslimin.

2-Kepeminpinannya sah karena ditunjuk langsung secara tertulis oleh peminpin sebelumnya.

3-Mengembangkan syistem musyawarah dalam jumlah terbatas yang terdiri dari orang-orang yang bertaqwa, lalu sepakat memilih salah seorang dari mereka.

4-Berkuasa teradap masyarakat secara paksa agar mereka tunduk kepadanya, dan mengakuinya sebagai peminpin, maka wajib bagi rakyat mentaatinya pada perkara yang tidak teramsuk maksiat kepada Allah.

 

Tegakkanya khilafah di bumi hanya dengan keimanan dan amal shaleh

Firman Allah Subhanahu Wata’ala:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana dia Telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik.[1]

 

 

[1] QS. An-Nur: 55

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/3IeqP

About klikUK.com

Check Also

lampu-pemimpin

Ringkasan Fikih Islam : Keutamaan Penguasa yang Adil dan Ancaman bagi Penguasa yang Zalim

Keutamaan Penguasa yang Adil dan Ancaman bagi Penguasa yang Zalim Firman Allah Subhanahu Wata’ala : ...