Home / Akidah Akhlaq / Ringkasan Fikih Islam : Kewajiban Seorang Khalifah

Ringkasan Fikih Islam : Kewajiban Seorang Khalifah

lampu-pemimpin

Kewajiban Seorang Khalifah

1-Menegakkan agama Islam. Yaitu dengan menjaganya, berdakwah kepadanya dan menolak segala segala syubhat yang nisbatkan kepadanya, menegakkan hukum-hukumnya dengan menjalankan hukum Allah pada  masyarakat dan berjihad di jalan Allah.

Firman Allah Ta’ala:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.[1]

2-Mengangkat orang yang mampu dalam mengemban sebuah jabatan dan kekuasaan

Firman Allah Allah Subahanahu Wata’ala:

إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ

“Karena Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”.[2]

3-Seorang pemimpin harus mengkontrol tugas para pekerjanya

Dari Abi Humaid semoga Allah meridhai mereka berdua berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat  seorang  lelaki dari suku Azd bernama Allutbiyah untuk mengambil shadakah. Pada saat dirinya tiba dihadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dia berkata: “Ini adalah bagian kalian dan ini adalah bagian yang dihadiahkan kepadaku”. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidakkah dia duduk di rumah bapaknya atau dirumah ibunya apakah dia diberikan hadiah atau tidak?. Demi jiwaku yang berada di dalam jiwanya, tidaklah seseorang mengambil sedikitpun darinya kecuali dia datang pada hari kiamat dengan memikulnya pada lehernya sendainya seekor onta maka dia bersuara, kalau sapi maka dia bisa menguak, atau seekor kambing maka dia  mengembek’. Lalu beliau mengangkat tangannya sampai tanpak bulu kedus ketiaknya seraya berkata: “Ya Allah aku telah menyampaikannya, ya Allah aku telah menyampaikannnnya”. Muttafaq Alaihi.[3]

4-Memantau dan mengatur kehidupan rakyat

عَنِ بنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ:  ((أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَاْلأَمِيْرُ الَّذِي عَلىَ النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ….)) متفق عليه,

Dari Ibnu Umar semoga Allah meredhai keduanya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ketahuilah bahwa setiap kalian adalah pemimpin dan kalian akan ditanya tentang kepemipimannya, dan seorang pejabat yang diangkat mengurusi perkara manusia adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya”. Muttafaq Alaihi.[4]

5-Kasih sayang terhadap rakyat, menasehati dan tidak mencari-ari kesalahan mereka

عَنْ مَعْقِلِ بنِ يَسَارٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْل َاللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: ((مَا ِمنْ أَمِيْرٍ يَليِ أَمْرَ الْمُسْلِمِيْنَ ثُمَّ لاَ يَجْهَدُ لَهُمْ وَيَنْصَحُ إلاَّ لَمْ يَدْخُلْ  مَعَهُمُ اْلجَنَّةَ)) أخرجه مسلم

Dari ma’qal bin Yasar radhiyallahu ‘anhu berkata: Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang menduduki sebuah jabatan yang mengurusi perkara kaum muslimin, kemudian dia tidak bersungguh-sungguh mengurusi mereka dan tidak pula menasehati mereka, kecuali dia tidak akan masuk bersama mereka ke dalam surga”. HR. Muslim.[5]

6-Menjadi Tauladan yang baik bagi rakyat mereka

Firman Allah Ta’ala:

وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

 “…dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.[6]

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآَيَاتِنَا يُوقِنُونَ

“Dan kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami ketika mereka sabar dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami”.[7]

 

[1] QS. An-Nisa’: 58

[2] QS. Al-Qoshosh: 26

[3] HR. Bukhari no: 2597 dan Muslim no: 1832

[4] HR. Bukhari no: 893 dan Muslim no: 1829

[5] HR. Muslim no: 142

[6] QS. Al-Furqon: 74

[7] QS. Al-Sajdah: 24

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/jD5IQ

About klikUK.com

Check Also

umbrellas_on_the_bench-t2

Ringkasan Fikih Islam : Larangan Memecah Belah Kaum Muslimin

Hukum Memecah Belah Kaum Muslimin yang Telah Bersepakat عَنْ عَرْفَجَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ ...