Home / Akidah Akhlaq / Ringkasan Fikih Islam : Hakekat Berjuang di Jalan Allah

Ringkasan Fikih Islam : Hakekat Berjuang di Jalan Allah

hakekat dakwah

Urgensi Berjuang di Jalan Allah

Hakekat perjuangan adalah: Berusaha untuk sempurna dalam beramal, berkorban dengan apa saja demi perjuangan, selalu istiqomah sampai meninggal dunia. Dan hal yang sangat berharga dalam perbendaharaan Allah adalah Hidayah. Karena Allah tidak memberikannya kecuali kepada hamba-hamba Nya yang terpilih, di antaranya ada yang meminta kepada Allah dan berusaha di jalanNya, sehingga berhasil mendapatkannya. Di antaranya ada yang telah Allah ketahui bahwa dirinya yang berhak, merekalah orang-orang yang beriman. Oleh karenanya Allah Subhanahu Wata’ala memerintahkan kepada kita untuk berdo’a dan meminta hidayah kepada Allah Subhanahu Wata’ala dalam sehari semalam sebanyak tujubelas kali dalam sholat yang wajib. Sebagaimana firman Allah:

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (5) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ (6) غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ (7

“Tunjukilah kami jalan yang lurus.(6) (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni’mat kepada mereka; Bukan (jalan) mereka yang dimurkai (Yahudi), dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (Nasrani)”. (QS. Al-Fatihah).

 

Berusaha dengan sungguh-sungguh demi tegaknya kalimat Allah

Ada tiga tahapan dalam berjuang demi tegaknya kalimat Allah:

  1. Berjuang atas orang kafir dengan harapan supaya mereka mendapatkan hidayah, sebagaimana firman Allah:

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ بَلْ هُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أَتَاهُمْ مِنْ نَذِيرٍ مِنْ قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ

“Tetapi mengapa mereka (orang-orang kafir) mengakatan: “Dia Muhammad mengada-adakannya. Sebenarnya al quran itu adalah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk” (QS. Al-Sajdah: 3).

 

  1. Berjuang kepada orang-orang muslim yang bermaksiat agar mereka berubah menjadi taat, berubah dari lalai menjadi ahli dzikir. Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata’ala.

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104).

 

  1. Berjuang atas orang-orang sholeh agar menjadi pembaharu dalam agama dan berjuang terhadap yang suka berdzikir agar bisa menasehati orang lain.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3

“Demi masa.(1) Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. (2) Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati, supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-Ashr: 1-3).

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنْتَ مُذَكِّرٌ

“Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan”. (QS. Al-Ghasyiah: 21).

 

Ketika para shahabat (semoga Allah meridhai mereka) mengetahui akan wajibnya berdakwah ilallah dan keutamaan berdakwah, maka mereka bergegas berlomba dalam berdakwah serta mengadakan ta’lim dan berjihad demi tegaknya kalimat Allah, menyebarkannya di muka bumi ini. Mereka berdakwah ilallah dengan penuh hikmah dan menasehati dengan cara yang baik. Tertanam dalam hati mereka kasih sayang dan lemah lembut terhadap manusia. Saksi-saksi dan bukti dalam kitab-kitab, hadist dan sejarah memberikan kesaksian (tentang perjuangan) mereka.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”. (QS. Al-Nahl: 125).

 

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/fMHdl

About klikUK.com

Check Also

waktu-maghrib

Fatwa : Jika Makmum Berdiri di Sebelah Kiri Imam

Jika Makmum Berdiri di Sebelah Kiri Imam Pertanyaan : Fadhilatu Syaikh Muhammad bin Sholih Al ...