Home / Akidah Akhlaq / Ringkasan Fikih Islam : Arti Penting Dakwah di Jalan Allah

Ringkasan Fikih Islam : Arti Penting Dakwah di Jalan Allah

meninggalkan_shalat_3

Dakwah kepada Jalan Allah

Kebutuhan umat kepada agama ini seperti butuhnya jasad kepada ruh. Ketika jasad kehilangan ruh, maka jasad  tersebut ikut menjadi rusak dan busuk; begitu pula dengan umat ini, ketika dia kehilangan agamanya maka hancurlah umat ini.

 

Rahmat Allah Subhanahu Wata’ala itu luas meliputi segalanya, dan di antara rahmat (kasih sayang) Allah terhadap para hamba Nya adalah Dia mengutus para rasul, menurunkan kepada mereka kitab-kitab; supaya mengenal siapakah Tuhan mereka, siapakah yang telah menciptakan mereka, siapakah yang menurunkan rezeki kepada mereka, dan dijelaskan pula kepada mereka apa-apa yang diridhai oleh Nya, menyerukan mereka agar menta’atiNya dan beribadah hanya kepada Nya dan tidak menyekutukan Nya (dengan sesuatu apapun). Dan Allah telah menyediakan pahala dan ganjaran bagi mereka yang taat, serta menyediakan siksaan bagi yang bermaksiat kepada-Nya.

فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ

“Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah, dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatannya.” (QS. An-Nahl: 36).

 

Ketika keimanan umat manusia telah melemah dan terjerumus melaksanakan kesyirikan, maka Allah Subhanahu Wata’ala mengutus seorang rasul untuk menyeru mereka kepada tauhid dan mengesakan Nya dalam beribadah. Kemudian diikuti dengan mengutus rasul-rasul setelahnya, dan setiap rasul itu diutus kepada kaum-kaum tertentu, hingga Allah Subhanahu Wata’ala menutup nubuwah dan risalahNya (dengan mengutus) baginda nabi kita Muhammad Subhanahu Wata’ala.

 

Allah Subhanahu Wata’ala memilih Muhammad sebagai utusan Nya, dengan membawa petunjuk dan agama yang hak bagi seluruh manusia, menyampaikan risalah, menunaikan amanat yang dibebankan kepadanya, menasehati umat, dan berjihad di jalan Allah, meninggalkan umat Islam dalam keadaan terang, siangnya sebagaimana malamnya, dan tidaklah orang yang berpaling (dari risalahnya) kecuali ia akan binasa

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah rasul yang terakhir dan paling mulia dari para nabi dan rasul lainnya, dan umat rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah umat yang terakhir dan paling unggul dari umat-umat sebelumnya. Allah Subhanahu Wata’ala menganugerahkan kepada umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ini tugasnya para nabi dan rasul (yaitu dakwah). Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah berdakwah di kawasan jaziroh Arab, dalam jangka dua puluh tiga tahun. Dengan kemampuan yang dimilikinya beliau berdakwah, sehingga pada masa itu, agama Islam merata tersebar. Beliau memulai berdakwah dari keluarganya, kemudian sanak kerabatnya, lalu kaum-kaumnya, kepada penduduk mekkah dan sekitarnya, kemudian kepada bangsa arab secara keseluruhan. Dan kepada manusia semuanya; beliau menjelaskan bahwa dirinya adalah utusan Allah Subhanahu Wata’ala kepada seluruh umat manusia dan sebagai rahmat bagi semesta alam; lalu manusia berbondong-bondong masuk agama Islam.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (QS. Saba’: 28).

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ   

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya’: 107).

 

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/6qyAH

About klikUK.com

Check Also

Khilafah Islamiyah

10 Hal Penting di Bulan Muharram -4

10 Permasalahan Penting dan Ringkas Seputar Bulan Allah Muharam (4) 7. Hari yang paling afdhal ...