Home / Akidah Akhlaq / Puasa ‘Asyura

Puasa ‘Asyura

Anjuran Melaksanakan Puasa ‘Asyura ( 10 Muharam)

Segala puji hanya untuk Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah, keluarganya dan para sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti petunjuknya. Amma ba’du:

Terdapat sebuah hadits shahih dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya beliau berpuasa pada hari ‘Asyura dan memotivasi orang-orang agar melaksanakan puasa tersebut. Hal ini karena pada hari tersebut Allah menyelamatkan Nabi Musa beserta kaumnya dan membinasakan Fir’aun beserta tentaranya, sehingga setiap Muslim dan Muslimah dianjurkan berpuasa pada hari itu sebagai wujud rasa syukur kepada Allah Azza wa Jalla.

Hari ‘Asyura adalah hari pada tanggal 10 bulan Muharam. Dianjurkan pula berpuasa sehari sebelumnya atau sesudahnya untuk menyelisihi puasanya orang-orang Yahudi. Apabila berpuasa tiga hari sekalian yaitu tanggal 9, 10 dan 11 maka tidak apa-apa karena terdapat hadits yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda: “Selisihilah orang Yahudi, berpuasalah sehari sebelumnya dan sehari setelahnya!”

dan dalam riwayat lain: “Berpuasalah sehari sebelumnya dan sehari setelahnya!”.

Dalam hadits shahih dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya beliau ditanya tentang puasa hari ‘Asyura, lalu beliau menjawab: “Semoga Allah menghapus dengannya dosa setahun yang telah lalu.”

Hadits-hadits tentang puasa hari ‘Asyura dan anjuran melaksanakannya ada banyak. Melihat bahwa hari sabtu yang bertepatan dengan 30 Dzul Hijjah tahun 1416 H berdasarkan kalender, ada kemungkinan masih bulan Dzul Hijjah dari sisi ru’yah dan menyempurnakan bilangan bulan, dan ada kemungkinan juga hari sabtu tersebut adalah hari pertama bulan ‘Asyura tahun 1417 H apabila bulan Dzul Hijjah 29 hari. Yang paling utama bagi seorang mukmin pada tahun ini agar berpuasa hari senin dan selasa sebagai sikap berhati-hati karena hari ahad kemungkinan tanggal 9 apabila bulan Dzul Hijjah naqish (29 hari), dan kemungkinan tanggal 8 apabila bulan Dzul Hijjah sempurna (30 hari).

Maka barangsiapa yang berpuasa hari ahad, senin dan selasa maka itu sangat baik sekali karena hal itu merupakan sikap kehati-hatian yang sempurna dalam rangka melaksanakan sunah ini. Dan juga karena berpuasa tiga hari setiap bulan merupakan sunah ma’lumah (yang telah diketahui) dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Penjelasan dan pencerahan masalah ini telah diuraikan. Saya memohon kepada Allah agar member taufik kepada kita dan seluruh kaum muslimin agar bersegera melaksakan kebaikan, sesungguhnya Dia Maha Dermawan dan Maha Mulia.

Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga beliau dan para sahabatnya.

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz
Mufti Agung Kerajaan Arab Saudi dan Ketua Dewan Riset Ilmiyah dan Fatwa

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/bo67e

About klikUK.com

Check Also

wpid-fb_img_15237576133111880934809.jpg

Hikmah bulan Shafar -5

15 Faidah Tentang Bulan Shafar (5) Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid 9. Tathayyur (merasa sial dengan ...