Home / Akidah Akhlaq / Puasa ‘Asyura Ternyata Bukan Tanggal 10, Bagaimana..?

Puasa ‘Asyura Ternyata Bukan Tanggal 10, Bagaimana..?

Hukum Puasa yang Ternyata Bukan Tanggal 10

Pertanyaan:

Barangsiapa berpuasa pada tanggal 9 dan 10 kemudian terbukti bahwa ia berpuasa pada tanggal 8 dan 9. Apa hukumnya? Apakah ia wajib mengqadha?

Jawaban:

Ia tidak wajib mengqadha puasanya dan insya Allah ia akan mendapat pahala sempurna sesuai niatnya karena ia menyangka bahwa hari tersebut tanggal 9 dan 10 berdasarkan kalender. Ia mendapatkan pahalanya insya Allah dan ia tidak wajib mengqadhanya, ia akan mendapat pahala puasa dua hari tersebut.

حكم صوم من تبين له
أن العاشر غير الذي صامه

س: من صام التاسع والعاشر فتبين له بعد ذلك أنه صام الثامن والتاسع ، فما الحكم؟ وهل عليه قضاء ذلك؟

ج: ليس عليه القضاء، وله الأجر إن شاء الله كاملاً على حسب نيته؛ لأنه ظن أن هذا هو التاسع والعاشر حسب التقويمات فله أجره إن شاء الله، وليس عليه قضاء وله أجر صوم اليومين.

(Sumber : Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baaz, Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, tahqiq Muhammad bin Sa’ad Asy-Syuwa’ir (Riyadh: Daarul Qasim Linnasyr, cet. Pertama, 1420 H), jilid 15 halaman 404.)

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/ENvam

About klikUK.com

Check Also

wpid-img_20181013_2111556739777229694311708.jpg

Hikmah Bulan Shafar -2

15 Faidah Tentang Bulan Shafar (2) Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid 3. Orang-orang Arab zaman dahulu ...