Riwayat Pendidikan dan Aktifitas

Tahun 1990-1992 Kholid muda duduk di bangku perkuliahan Fakultas Teknik UGM Jurusan Teknik Nuklir. Pendidikan Dar al-Hadits al-Khoiriyah di Pakistan ditempuhnya pada tahun 1993. Diterima di Universitas Islam Madinah Tahun 1994 dan lulus Tahun 1999 dari Fakultas Hadits. Dari Tahun 2000 sampai 2001 Ustadz Kholid menjabat sebagai pimpinan Ma’had Jamilurrohman As-Salafy Yogyakarta. Berikutnya menjadi staf pengajar di Ma’had Imam Bukhori hingga Tahun 2006. Ustadz Kholid saat ini banyak meluangkan waktunya dalam da’wah sunnah dan menterjemahkan kitab-kitab berbahasa arab ke dalam Bahasa Indonesia serta berperan serta dalam beberapa lembaga da’wah yang ada di tanah air.

Beberapa lembaga yang beliau aktif di dalamnya antar lain:

  • Anggota Dewan Pimpinan Ma’had Ibnu Abbas Sragen, Jawa Tengah.
  • Ketua program i’dad ad-Du’at di Ma’had al-Ukhuwah, Sukoharjo, Jawa Tengah.
  • Anggota dewan redaksi Majalah Assunnah Solo, Jawa Tengah.
  • Konsultan ahli Majalah eL-Fata, Sukoharjo, Jawa Tengah.
  • Staf ahli majalah Nikah, Sukoharjo, Jawa Tengah.
  • Dewan Syariah Majalah Pengusaha Muslim tahun 2010 – sekarang.
  • Pembina Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia.

 

Para Guru dan Masyaikh

  1. Dari Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkholi beliau belajar kitab Al Imaan dan Al Imarah dari Shahih Muslim di bangku kuliah.
  2. Mahasiwa Kholid mendalami kitab Al-Ittiba’ karya Imam Ibnu Abi al-’Izz Al-Hanafi dan kitab Nailu al-Authar belajar langsung kepada DR. Yusuf ad-Dakhiel, dosen fikih sunnah di Fakultas Hadits.
  3. DR. Muhammad bin Abdillah az-Zaahim adalah deretan guru yang padanya Ustadz Khalid menimba ilmu Faraidh.
  4. Sedangkan Kitab Sunan an-Nasaa’i dipelajarinya di Masjid Nabawi dengan Syaikh Abdulmuhsin Al-’Abaad.
  5. DR. Muhammad Kholifah at-Tamimi, membaca kepada beliau Kitab Risalah Tadmuriyah karya Ibnu Taimiyah.
  6. DR. Muhammad bin Hadi al-Madkholi, belajar Kitab Sunan Abi Dawud dan Sunan Ibni Majah.

Selain itu Ustadz Kholid mendapatkan ijazah meriwayatkan hadits dari beberapa masyaikh, yaitu:

  1. Prof.DR. Muhammad Dhiyaa’urrahman al-A’zhomi.
  2. DR. Ashim bin Abdilah al-Qoryuti.
  3. Syeikh Hamdi Abdulmajid al-Kurdi (salah seorang murid Syaikh al-Albani) pentahqiq kitab Mu’jam al-Kabier karya ath-Thobrani.