Home / Akidah Akhlaq / Mengingat Kematian : Pentingnya Mengingat Kematian

Mengingat Kematian : Pentingnya Mengingat Kematian

Tanah-Longsor

Mengingat Kematian (2)

             Pentingnya Mengingat Kematian

Sebagai seorang yang beriman sudah selayaknya kita memperbanyak mengingat kematian dan menyiapkan bekal untuk menghadapinya. Karena dengan mengingat kematian, seseorang akan terdorong untuk bersemangat melaksanakan amal ketaatan sebagai bekal di kehidupan yang abadi di akhirat nanti. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam hadits Abu Hurairah :

أَكْثِرُوْا ذِكْرَ هادم اللَّذَّاتِ

“Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan (yaitu kematian).” [1]

Dalam hadits lain, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa orang yang banyak mengingat kematian dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelahnya adalah orang yang pandai. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang laki-laki dari kalangan Anshar yang bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam tentang orang mukmin manakah yang paling cerdas, maka beliau menjawab :

أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا، أُولَئِكَ أَكْيَاسٌ

Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas. [2]

Bersambung….InsyaAlloh……

 

[1] HR. at-Tirmidzi no. 2307 dan Ibnu Hibban no. 2992. Dishahihkan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah no. 3434.

[2] HR. Ibnu Majah no. 4259. Dihasankan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani dalam Silsilah al-Ahadits as-Shahihah no. 1384

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/OJGDb

About klikUK.com

Check Also

msjid mati lampu

Fatwa : Haruskah Mengulangi Adzan Jika Listrik Mati ?

Haruskah Mengulangi Adzan Jika Listrik Mati ? Fadhilatu Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin pernah ...