Home / Brankas / Kesucian Sisa Bekas makan atau minum Kucing

Kesucian Sisa Bekas makan atau minum Kucing

kucingKesucian Sisa Bekas makan atau minum (su’r) Kucing.

11/11 ? ???? ???? ????????? ?????? ????? ??????? ????? ??????? ????? ?????? ????? ???????? ???????? ????? ? ??? ?????????? ?: «?????? ???????? ????????? ??????? ???? ???? ?????????????? ??????????». ?????????? ???????????? ??????????? ?????????????? ??????? ?????????.

  1. Terjemah Hadits.

Dari Abu Qatadah radliallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda –tentang kucing–: “Sesungguhnya kucing itu tidak najis, hanya saja kucing itu binatang yang biasa hidup disekelilingmu.”

Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidziy, Nasaa-i, dan Ibnu Majah, dan telah dishahihkan oleh Tirmidziy dan Ibnu Khuzaimah

  1. Biografi Sahabat Perawi Hadits.

Beliau adalah Abu Qatadah al-Haarits bin Rib’i bin Badamah bin Khunnaas bin Ubaid bin Ghanim bin Ka’ab bin Salamah bin Zaid bin Jusym bin al-Khazroj al-Anshari al-Khazroji ikut serta perang uhud dan setelahnya. Beliau dijuluki sebagai Faaris Rasulullah (ksatria berkuda Rasulullah) sebagaimana ada dalam hadits :

????? ?????? ???????????? ????????? ????? ????????? ???????? ????????????? ????????

“Pasukan berkuda kami yang terbaik adalah Abu Qatadah, sedangkan pasukan pejalan kaki kami yang terbaik adalah Salamah bin Al Akwa’.” (HR Muslim dalam Shohih Muslim 1807  dan lihat al-Isti’aab Fi Ma’rifatil Ash-haab 1/86)

Ibu beliau bernama Kabsyah bintu Muthahir bin Sawaad bin Ghanim bin Kaab bin Salamah.

Beliau meninggal di kota Madinah tahun 54  H.

  1. Takhrij Hadits

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud (no: 75), Tirmidziy (no: 92), Nasaa-i (1/55,178), Ibnu Majah (no: 367), Ahmad (5/303,309), Ibnu Khuzaimah (no: 104), dan lain-lain dari jalan imam Maalik dari Ishaaq bin Abdillah bin Abi Thalhah dari Humaidah binti Ubaid bin Rifaa’ah dari Kabsyah bintu Ka’ab bin Maalik – dahulu istri ibnu Abi Qatadah-, beliau berkata:

????? ????? ????????? ?????? ?????????? ???? ???????? ????????? ??????? ?????????? ?????? ????????? ????? ?????????? ?????? ???????? ??????? ???????? ???????? Terry Bradshaw Jersey ???????? ???????? ??????? ????????????? ??? ??????? ????? ???????? ?????? ??????? ????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????? ???????? ???????? ???????? ???????? ???? ?????????????? ?????????? ????????????????

Sungguh Abu Qatadah masuk lalu Kabsyah menyiapkan air wudhu buat beliau. Lalu datanglah seekor kucing lalu minum darinya (air wudhu tersebut). Lalu Abu Qatadah menyodorkan bejananya hingga kucing itu minum. Kabsyah menyatakan: Beliau melihat aku memandang kepadanya, lalu ia berkata: Wahai anak saudaraku apakah kamu merasa heran? Kabsyah menjawab: Ya. Lalu Abu Qatadah menyatakan: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: Sesungguhnya kucing itu tidak najis sungguh kucing itu termasuk hewan yang sering bersama kalian.

Hadits ini telah di-shahih-kan oleh para imam ahli hadits, diantaranya: imam Malik, Syafi’i, Bukhari, Tirmidziy, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Daruquthni, Hakim, Baihaqiy, Al Baghawi, Adz Dzahabi, Ibnu Hajar dan lain-lain.

Imam at-Tirmidzi menyatakan: Hadits Hasan Shahih. Imam Maalik telah baik dalam menyampaikan hadits ini dari Ishaaq bin Abdillah bin Abi Talhah dan tidak seorangpun yang menyampaikan secara lebih sempurna dari imam Maalik.

Ikut meriwayatkan hadits ini bersama imam Maalik, Husein al-Mu’allim dan Hammam bin Yahya.

Riwayat Husein al-Mu’allim disampaikan imam al-baihaqi dalam assunan al-Kubra 1/245 dari jalan Husein al-Muallim dari Ishaaq bin Abdillah bin Abi Thalhah dari Ummu Yahya dari bibinya bintu Kaab.

Imam al-baihaqi menyatakan: Ummu yahya adalah Humaidah dan bintu Kaab adalah Kabsyah bintu Kaab. Demikian juga riwayat Humaam bin yahya disampaikan imam al-baihaqi (1/245) dari dua jalan periwayatan dari Hammaam dari ishaq bin Abdillah bin Abu Thalhah dari Ummu yahya dari Kabsyah.

Banyak ulama menshahihkan hadits ini, di antara mereka:

  1. Al-bukhari sebagaimana disampaikan imam al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubro (1/ 245)
  2. At-Tirmidzi dalam sunannya 1/1553
  3. Al-Uqaili dalam al-Kaamil (2/142) dengan menyatakan: Sanadnya sah dan shahih.
  4. Ad-daraquthni dalam al-Ilal 6/163.

Imam ibnu Hajar dalam kitab talkhish al-habier 1/54 menyatakan: Hadits ini dishahihkan oleh imam al-Bukhori, at-Tirmidzi, al-Uqaili dan ad-Daraquthni

  1. Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya
  2. Ibnu Abdilbarr dalam at-tamhid (1/324)
  3. Al-Haakim dalam al-Mustadrak (1/159-160).
  4. Al-Baihaqi dalam ma’rifatu as-Sunan (1/313)
  5. An-nawawi dalam al-majmu’ 1/225
  6. Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ al-Fatawa 21/42
  7. Syeikh al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud.

Mereka adalah ulama pakar hadits yang menshahihkan hadits ini.

Imam ibnu Mandah melemahkan hadits ini –sebagaimana dinukilkan ibnu Daqiqil ‘ied – dengan sebab adanya Ummu Yahya Humaidah dan bibinya Kabsyah istri Abdullah bin Abi Thalhah dan beliau tidak mengetahui keduanya memiliki riwayat hadits kecuali hadits ini. Alasan pelemahannya adalah adanya jahaalah (perawi yang tidak dikenal).

Alasan ini dibantah oleh ibnu al-Mulaqin bersandar kepada penshahihan para ulama terhadap hadits ini. Beliau membantah alasan jahaalah Humaidah dan Kabsyah ini. (lihat al-badrul Munir 2/342).

Pernyataan ibnu Mandah bahwa beliau tidak mengetahui riwayat lain untuk Humaidah adalah pernyataan yang lemah karena beliau meriwayatkan hadits ini dan hadits tasymit al-‘Aathis (dalam sunan Abi dawud no. 5036 dan at-Tirmidzi no. 2744 serta juga hadits Rihaanulkhoil yang diriwayatkan Abu Nu’aim dalam kitan Ma’rifat ash-Shahabat (lihat al-badrul munir 2/344).

Sedangkan pernyataan beliau tentang Kabsyah memang ada benarnya. Beliau memang hanya memiliki satu hadits ini, namun hal ini tidak masalah bagi Kabsyah karena dia seorang tsiqah.

Kalau seandainya sebab pelemahan haditsnya adalah Humaidah seorang yang tidak dikenal, maka hal ini tidak benar sebab telah meriwayatkan dari beliau tiga orang:

  1. Suaminya yang bernama Ishaaq bin Abdillah bin Abi Thalhah dalam hadits su’r al-Hirrah ini.
  2. Anaknya yang bernama Yahya bin Ishaaq dalam hadits Tasymit al-‘Aathis
  3. Anaknya yang lain bernama Umar bin Ishaaq saudara dari Yahya sebagaimana disampaikan ibnu Hibban dalam kitab ats-Tsiqaat 6/250.

Sedangkan Kabsyah dijelaskan oleh ibnul Mulaqqin : Saya tidak mengetahui seorangpun meriwayatkan hadits dari beliau kecuali Humaidah, namun imam ibnu Hibaan menyebutkan dalam ats-tsiqaat dan imam ibnu al-Qathaan menyatakan: Sesungguhnya seorang perawi apabila di hukumi tsiqah maka hilanglah sifat jahalah (tidak dikenalnya) walaupun hanya seorang yang meriwayatkan hadits darinya. (al-badrulmunir 2/345-346 dan lihat Tsiqaat 3/257 serta at-Thabaqaat 8/351)

Dengan demikian jelaslah haditsnya shahih. Oleh karena itu syeikh al-Albani dalam shohih sunan abu dawud menyatakan: Hadits hasan shohih.

  1. Syarah kosa kata

–          Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: (??????? ????? Jimmy Graham Jersey ??? ??????????) al-Hirrah adalah betina dari kucing /al-Qithath (????????). Bentuk jamak (plurals) nya adalah Hirarun (??????) sama dengan wazan : ???????????? . sedangkan kucing jantannya dalam bahasa Arab adalah Hirrun (?????) dengan bentuk jamaknya Hiraratun (??????)

–          Sabda beliau (?????? ???????? ????????) kata Najasun dengan difathahkan huruf jimnya bermakna zat najis oleh karena itu Allah subhanahu wata’ala berfirman :

??? ???????? ????????? ???????? ???????? ?????????????? ??????

Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis (at-Taubah : 28)

sedangkan dengan dikasrohkan jimnya (an-najis) adalah sesuatu yang menjadi najis karena terkena najis.

–          Sabda Nabi (??????? ???? ???? ?????????????? ??????????) bermakna ta’lil (alasan) ketidak najisan kucing. Hal ini timbul karena seringnya kucing berada dan masuk dirumah. Tentunya hal ini menyusahkan pemilik rumah untuk menjaga bejana dari tersentuh olehnya, sehingga Allah subhanahu wata’ala menjadikannya suci karena rahmat dan kasih sayangnya kepada hamba-Nya dan untuk menghilangkan kesusahan yang terjadi.

–          Sabda beliau (??????????????). Kucing diserupakan dengan orang-orang yang sering keluar masuk rumah seperti pembantu rumah tangga.

  1. Penjelasan Umum

Kucing adalah binatang yang banyak berada dirumah dan banyak bersentuhan dengan manusia. Ia masuk rumah dan sangat dekat dengan bejana-bejana yang digunakan untuk minum dan digunakan manusia juga. Hadits ini memiliki sebab yaitu kisah Abu Qatadah yang menyerahkan air kepada seekor kucing, lalu Kabsyah seorang menantunya merasa heran atas perbuatan Abu Qatadah. Ketika beliau melihat rasa heran tersebut maka beliau menyatakan bahwa beliau telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Sungguh kucing itu bukanlah benda najis, ia termasuk yang selalu berkeliling atau berada di tengan-tengah kita (Thawaafin). Hal ini menunjukkan sahabat yang mulia Abu Qatadah memahaminya seperti yang terjadi pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  menjelaskan bahwa kucing itu bukan najis dzatnya dan ia termasuk yang selalu berkeliling atau berada di tengan-tengah kita (Thawaafin). Inilah yang menyebabkan kucing tersebut tidak najis.

Faedah Hadits

  1. Air liur Kucing dan mulutnya tidak najis menurut mayoritas ulama, dengan alasan:
  2. Keadaan kucing sebagai thawwafin (yang selalu berkeliling atau berada di tengan-tengah kita).
  3. Keterangan jelas dan gamblang bahwa ia bukanlah benda najis
  4. Kebolehan wudhu dari bekas sisa minum kucing dibejana Xavier Grimble Youth Jersey tersebut.
  5. Disukai bagi kita dari sisi kebersihan untuk mencuci bejana yang berisi air yang dijilat oleh kucing sebanyak satu kali.
  6. Ketetapan atau ketentuan suatu benda itu najis harus datang keterangan yang shahih dan tegas dari Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  7. Kucing adalah binatang yang selalu berkeliling atau berada di tengan-tengah kita.
  8. Boleh memiliki kucing.
  9. Air yang telah dijilat oleh kucing tetap suci dan mensucikan dan dapat dipakai untuk menghilangkan hadats kecil atau besar dan berwudlu.
  10. Seluruh anggota tubuh kucing adalah suci menurut pendapat yang rojih. Berbeda dengan pendapat yang menyatakan bahwa kesucian kucing hanya terbatas pada bekas dan yang telah terkena mulutnya saja, sedangkan anggota tubuh lainnya adalah najis. Pendapat ini lemah karena menyelisihi pengertian hadits dan ini termasuk dalam kaedah (???????????? ???????? ?????????????). Banyaknya kucing berada disekeliling kita dan ini mengena seluruh manusia menjadikan semua yang tersentuhnya suci walaupun dalam keadaan basah.

Imam ibnu Qudamah rahimahullah menyatakan setelah menyampaikan hadits ini: Hadits ini dengan lafazhnya menunjukkan tidak adanya larangan dari sisa kucing. Dengan sebab tidak makruhnya ini maka yang selainnya dari hewan yang selalu berkeliling atau berada di tengan-tengah kita Eli Rogers Youth Jersey juga tidak makruh. (al-Mughni 1/11)

Dengan demikian hukum ini tidak terbatas hanya pada kucing, namun juga kepada semua hewan yang banyak berada disekeliling kehidupan rumah yang serupa dengannya atau lebih kecil lagi bentuknya, selama masih termasuk thawaafin.

  1. Indahnya cara pendidikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika menghubungkan hukum dengan sebab hukum tersebut. Hal ini memiliki banyak manfaat diantaranya:
  2. Menjadi dasar atas ketinggian dan kesempurnaan syari’at Islam
  3. Menguatkan iman dengan hukum tersebut bila mengerti sebab hukumnya
  4. Hukum ini berkembang kepada semua masalah yang memiliki sebab hukum yang sama dengannya.

Masaail Fikih

Di antara masalah berkenaan dengan hadits adalah:

Hukum sisa bekas dari kucing.

Dalam masalah ini ada dua pendapat para ulama;

Pertama: Sisa bekas kucing adalah suci. Ini adalah madzhab Ali bin Abi Thalib, al-Abbas bin Abdil muthalib, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Aisyah, Abu Qatadah, al-Hasan bin Ali, al-Husein bin Ali, Alqamah, Ibrohim, Atha bin Yasaar, Ishaq bin Rahuyah, (lihat al-Ausaath ibnu al-mundzir 1/301-302 dan aththuhur hlm 282)  dan imam yang tiga; imam Maalik (lihat al-istidzkaar 1/209 dan bidayatul mujtahidin 1/21),  asy-Syafai’i (al-majmu’ 1/175 dan raudhatuth thalibin 1/32) dan Ahmad bin Hambal (al-Mughni 1/44). Juga pendapat abu yusuf dan muhammad bin al-hasan dari ulama madzhab Hanafiyah.(lihat syarh ma’aani al-atsaar 1/19).

Mereka berdalil dengan hadits abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu diatas yang jelas sekali menunjukkan ketidak najisannya.

Kedua: Hukumnya najis namun diberikan keringanan sehingga dimakruhkan bekas kucing karena umum menimpa manusia. James Harrison Authentic Jersey Inilah madhab hanafiyah (lihat haasyiyah Ibnu Abidin 1/383-384).

Pendapat ini berdalil dengan dua hadits, yaitu;

1.  Hadits yang diriwayatkan imam ath-thahawi di Syarah Ma’aani al-Atsaar 1/19 dari Abu Hurairoh radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam:

???????? ????????? ????? ?????? ?????? ??????? ???? ???????? ??????? ???? ???????????

Mensucikan bejana apabila dijilati kucing adalah mencucinya sekali atau dua kali.

Hadits ini juga diriwayatkan oleh ad-Daraquthni dalam Sunannya (1/64) lalu berkata: Ini shahih. Hadits menunjukkan kenajisan bejana yang dijilat kucing, namun diringankan karena banyak bersingungan dengan manusia dan keberadaannya dirumah serta seringnya menjilati bejana.

Dalil ini dijawab: Haditsnya yang benar adalah mauquf dari pernyataan Abu Hurairoh radhiyallahu ‘anhu. Sebagaimana disampaikan imam at-Tirmidzi dalam sunannya (1/151) secara bersambung dengan hadits jilatan anjing secara marfu’, beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

???? ?????? ??? ??? ??? ????? Chuck Howley Youth Jersey ??? ???? ?????? ?? ?????? ??????? Terry Bradshaw Womens Jersey ???? ???? ??? ????? ??? ???

“Dicuci bejana apabila dijilati anjing dengan tujuh kali yang pertama atau salah satunya dengan tanah. Apabila dijilati oleh kucing maka dicuci sekali.”

Abu Isa at-Tirmidzi sendiri berkata setelah menyampaikan hadits ini:

??? ???? Jonathan Cooper Youth Jersey ??? ???? ??? ??? ??????? ? ???? ? ????? ??? ??? ??? ?????? ?? ??? ??? ?? ??? ????? ?? ????? ??? ???? ???? ? ??? ??? ??? ??? ???? ??? ??? ???? ??? ????? ??? ???

Hadits ini hasan shahih dan ini adalah pendapat asy-Syafi’i, Ahmad, dan Ishaaq. Hadits ini diriwayatkan dari beberapa jalur dari Abu Hurairohradhiyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam semakna dengan ini dan tidak disebutkan lafadz (Apabila dijilati oleh kucing maka dicuci sekali).

Imam ad-Daraquthni sendiri berkata dalam kitab al-Ilal (8/103) : Abu ‘Ashim dari Qurrah bin Khalid dari Ibnu Sirin dari Abu Hurairoh radiyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan menambah lafazh kucing . Sedangkan selain Abu ‘Ashim meriwayatkan secara marfu kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan menyampaikan tambahan tersebut dari perkataan Abu Hurairoh radhiyallahu ‘anhu.

Demikian juga imam Abu Bakar an-Naisaburi guru imam ad-daraqutni sebagaimana disampaikan dalam sunan ad-daraquthni (1/67-68) berkata: Demikianlah hadits ini diriwayatkan Abu ‘Ashim secara marfu’ dan selainnya meriwayatkan dari Qurrah hadits jilatan anjing secara marfu’ dan hadits jilatan kucing secara mauquf.

Hal ini juga disampaikan imam al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubro (1/247) dan an-Nawawi dalam al-Majmu’ (1/175).

2.  Berargumen dengan hadits Abu Hurairoh Radhiyallahu ‘anhu yang berbunyi:

???????????? ??????

Kucing adalah binatang buas.

Hadits ini diriwayatkan oleh imam Ibnu Abi Syaiah dalam al-Mushannaf 1/32, Ahmad bin Hambal dalam al-Musnad 2/442, ath-Thahawi dalam Syarh Musykilil Atsaar 3/272 dan ad-Daraquthni dalam as-Sunan 1/63, al-Haakim dalam al-Mustadrak 1/183, al-baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra 1/251-251 dan al-Uqaili dalam adh-Dhu’afa 3/63 Jason Witten Kids Jersey serta ibnu ‘Adi dalam al-Kaamil 5/1892 dari jalur periwayatan Isa bin al-Musayyib dari abu Zur’ah dari Abu Hurairoh radhiyallahu ‘anhu.

Hadits ini Travis Frederick Jersey lemah karena adanya Isa bin al-Musayyib yang dilemahkan Abu Dawud dan Abu Hatim.

Pendapat yang rojih

Pendapat yang lebih kuat dan terpilih adalah pendapat mayoritas ulama yang menyatakan kesucian bekas jilatan kucing.

Wallahu A’lam.

Download lengkap versi PDF : Kesucian Sisa Bekas makan atau minum Kucing

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/GY3t1

About admin

Kholid bin Syamhudi bin Saman bin Sahal Al-Bantani, menimba ilmu di Universitas Islam Madinah Tahun 1994 dan lulus Tahun 1999 dari Fakultas Hadits. Kini banyak meluangkan waktunya dalam da’wah sunnah dan menterjemahkan kitab-kitab berbahasa arab ke dalam Bahasa Indonesia serta berperan serta dalam beberapa lembaga da’wah yang ada di tanah air.

Check Also

ADZAN

Fatwa : Hukum Sholat dengan Pakaian Isbal

Hukum Sholat dengan Richard Rodgers Womens Jersey Pakaian Isbal Fadhilatus Syaikh Muhammad bin Sholih Al ...