Home / Brankas / Hukum Sujud di Atas Kuburan dan Menyembelih Hewan di Atasnya

Hukum Sujud di Atas Kuburan dan Menyembelih Hewan di Atasnya

FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA’
JILID 1 TENTANG AQIDAH
Disusun oleh: ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY
السجود على المقابر والذبح عليها

:(189) السؤال الثاني من الفتوى رقم
س 2: ما حكم السجود على المقابر والذبح عليها؟
ج 2: السجود على المقابر والذبح عليها وثنية جاهلية وشرك أكبر, فإن كلا منهما عبادة, والعبادة لا تكون إلا لله وحده فمن صرفها لغير الله فهو مشرك, قال الله تعالى: قل إن صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين لا شريك له وبذلك أمرت وأنا أول المسلمين وقال تعالى: إنا أعطيناك الكوثر فصل لربك وانحر إلى غير هذا من الآيات الدالة على أن السجود والذبح عبادة, وأن صرفهما لغير الله شرك أكبر.
ولا شك أن قصد الإنسان إلى المقابر للسجود عليها أو الذبح عندها إنما هو لإعظامها وإجلالها بالسجود والقرابين التي تذبح أو تنحر عندها, وروى مسلم في حديث طويل في باب تحريم الذبح لغير الله تعالى ولعن فاعله- عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه قال: (حدثني رسول الله صلى الله عليه وسلم بأربع كلمات: لعن الله من ذبح لغير الله, لعن الله من لعن والديه, لعن الله من آوى محدثا, لعن الله من غير منار الأرض وروى أبو داود في سننه من طريق ثابت بن الضحاك رضي الله عنه قال: نذر رجل أن ينحر إبلا ببوانة, فسأل رسول الله صلى الله عليه وسلم، فقال: “فهل كان فيها وثن من أوثان الجاهلية يعبد؟” قالوا: لا, فقال: “فهل كان فيها عيد من أعيادهم؟ قالوا: لا, فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “أوف بنذرك, فإنه لا وفاء لنذر في معصية الله ولا فيما لا يملكه ابن آدم” فدل ما ذكر على لعن من ذبح لغير الله وعلى تحريم الذبح في مكان يعظم فيه غير الله من وثن أو قبر أو مكان فيه اجتماع لأهل الجاهلية اعتادوه وإن قصد بذلك وجه الله.
وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو

عضو

نائب رئيس اللجنة

عبد الله بن منيع

عبد الله بن غديان

عبد الرزاق عفيفي

Hukum Sujud dan Menyembelih Hewan di atas Kuburan

Pertanyaan kedua dari fatwa nomor: 189

Pertanyaan: Apa hukum sujud di atas kuburan dan menyembelih hewan di atasnya?

Jawaban: Sujud di atas kuburan dan menyembelih hewan di atasnya merupakan bentuk penyembahan pada zaman jahiliyah dan merupakan syirik besar. Keduanya merupakan ibadah dan ibadah tidak boleh dilakukan kecuali untuk Allah semata. Barangsiapa memalingkan ibadah untuk selain Allah maka ia adalah orang musyrik. Allah Ta’ala berfirman: {Katakanlah: “Sesungguhnya shalat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam”. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”.} Dan Allah Ta’ala berfirman: { Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkorbanlah.} Dan ayat-ayat lainnya yang menunjukkan bahwa sujud dan menyembelih hewan adalah ibadah dan memalingkannya untuk selain Allah adalah syirik besar.
Tidak diragukan lagi bahwa maksud seseorang datang ke kuburan untuk sujud di atasnya atau menyembelih hewan di dekatnya adalah untuk mengagungkan dan memuliakan kuburan tersebut dengan bersujud dan memberikan sesaji dengan menyembelih hewan di dekatnya. Imam Muslim meriwayatkan dalam hadits yang panjang pada bab haramnya menyembelih hewan untuk selain Allah Ta’ala dan laknat atas pelakunya; dari Ali radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memberitahu kepadaku empat perkara: ‘Allah melaknat orang yang menyembelih hewan untuk selain Allah, Allah melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya, Allah melaknat orang yang mengayomi ahli bid’ah, Allah melaknat orang yang merubah patok tanah’.” Abu Dawud meriwayatkan dalam kitab sunannya dari jalur Tsabit bin adh-Dhahhak radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Ada seorang laki-laki bernadzar akan menyembelih onta di Buwanah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: ‘Apakah di sana ada berhala di antara berhala-berhala jahiliyah yang disembah?’. Mereka menjawab: ‘Tidak’. Beliau bertanya lagi: ‘Apakah di sana di selenggarakan perayaan hari raya mereka?’. Mereka menjawab: ‘Tidak’. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Penuhilah nadzarmu. Sesungguhnya tidak patut menunaikan nadzar dalam bermaksiat kepada Allah dan dalam perkara yang tidak dimiliki anak Adam’.” Apa yang disebutkan ini menunjukkan bahwa Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain-Nya dan menunjukkan keharaman menyembelih hewan di tempat yang padanya diagungkan selain Allah seperti berhala, kuburan ataupun tempat yang digunakan untuk berkumpul orang-orang jahiliyah yang biasanya mereka melakukannya di sana meskipun tujuannya untuk mencari wajah Allah.
Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa
Wakil Ketua : Abdurrazaq Afifi
Anggota : Abdullah bin Ghudayan
Anggota : Abdullah bin Mani’

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs www.dorar.net atau mauqi’u ad-durar as-saniyah).

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/B8W6X

About klikUK.com

Check Also

WhatsApp Image 2019-07-15 at 10.24.48

Hadits Lemah : Mengembangkan Harta Anak Yatim

وَعَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ, عَنْ أَبِيهِ, عَنْ جَدِّهِعَبْدِ اَللَّهِ بْنِ عَمْرِوٍ; أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ – ...