Home / Brankas / Hukum Meninggalkan Puasa karena Malas

Hukum Meninggalkan Puasa karena Malas

Paku_dan_Pagar

Hukum Meninggalkan Puasa karena Malas

Fadhilatu Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin pernah ditanya, “Apakah orang yang meninggalkan puasa karena bermudah-mudah dan malas semisal orang yang meninggalkan sholat sehingga dihukumi kafir?”

 

Beliau menjawab, “Orang yang meninggalkan puasa karena bermudah-mudah dan malas tidaklah kafir. Hal itu karena hukum asalnya seseorang masih tetap dalam keislamannya sampai tegak dalil yang menunjukkan keluarnya dari agama Islam, sedangkan tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa orang yang meninggalkan puasa keluar dari Islam, jika meninggalkannya karena malas dan bermudah-mudahan.

Berbeda hukumnya dengan sholat, karena telah datang nash-nash dari Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan perkataan para shahabat radhiyallahu ‘anhum yang menjelaskan kafirnya orang yang meninggalkan sholat karena bermudah-mudah dan malas. Abdullah bin Syaqiq mangatakan, “Dahulu para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menganggap ada sesuatu dari amalan yang menyebabkan pelakuknya kafir kecuali sholat.”

Akan tetapi orang yang meninggalkan puasa karena bermudah-mudah dan malas tersebut wajib untuk diajak supaya melaksanakan puasa, jika tetap tidak mau maka ia diberi hukuman ta’zir sampai mau melaksanakan puasa.”

 

 

(Sumber : Majmu’ Al Fatawa Wa Rasail Fadhilatu Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, Dikumpulkan oleh Syaikh Fahd bin Nashir As Sulaiman, Cetakan Pertama, 1419 H, Daru Tsurayya lin Nasyr, 19/12-13).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/TSeQr

About klikUK.com

Check Also

lampu-pemimpin

Ringkasan Fikih Islam : Keutamaan Penguasa yang Adil dan Ancaman bagi Penguasa yang Zalim

Keutamaan Penguasa yang Adil dan Ancaman bagi Penguasa yang Zalim Firman Allah Subhanahu Wata’ala : ...