Home / Akidah Akhlaq / Hukum Menghancurkan Tempat Shalat (Mushalla) yang padanya Terdapat Kuburan

Hukum Menghancurkan Tempat Shalat (Mushalla) yang padanya Terdapat Kuburan

FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA’

JILID 1 TENTANG AQIDAH

Disusun oleh: ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY

هدم الزوايا التي بها أضرحة

   (3201): السؤال الخامس والسادس من الفتوى رقم

س5،6: هل يجوز لي أن أخرب الزوايا التي فيها أضرحة مشايخ يسمون: الأولياء, وهل يجوز لي أن آخذ من هذه الزوايا بعد أن أدمرها السقف والغطاء لأنتفع بها؟

ج5، 6: أولا: بناء الزوايا والمساجد على قبر أو قبور حرام, لما ثبت من نهي النبي صلى الله عليه وسلم عن ذلك ولعنه من فعل ذلك, فإن بنيت عليها فعلى ولاة المسلمين وأعوانهم هدمها، إزالة للمنكر فإنها أسست على غير تقوى, وكذا لو كان لجماعة من المسلمين منعة وفيهم قوة فعليهم أن يزيلوها. كل ذلك إذا لم يخش من هدمها إثارة فتن لا يستطاع إطفاؤها والقضاء عليها, فإن النبي صلى الله عليه وسلم لم يزل الأصنام التي كانت على الكعبة والتي بداخلها أول الأمر مع دعوته إلى التوحيد وتسفيه أحلام المشركين, لعبادتهم الأصنام فلما قوي المسلمون أزالها عام فتح مكة.

ثانيا: إذا هدمت جاز لك أن تأخذ من أجزائها ما تنتفع به إذا أمنت الفتنة ولم تخش الضرر.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو

عضو

نائب رئيس اللجنة الرئيس

عبد الله بن قعود

عبد الله بن غديان

عبد الرزاق عفيفي

عبد العزيز بن عبد الله بن باز

 

Hukum Menghancurkan Tempat Shalat (Mushalla) yang padanya Terdapat Kuburan 

Pertanyaan kelima dan keenam dari fatwa nomor: 3201

Pertanyaan: Apakah boleh saya merobohkan tempat shalat (Mushalla) yang padanya terdapat kuburan para syaikh yang mereka menyebutnya para wali? Apakah boleh saya memanfaatkan bekas Mushalla ini setelah saya menghancurkan atap dan penutupnya?

Jawaban: pertama: Membangun mushalla dan masjid di atas kuburan adalah haram, berdasarkan hadits valid larangan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dari hal itu dan beliau melaknat pelakunya. Jika dibangun mushalla atau masjid di atasnya maka pemerintahan kaum muslimin dan para pembantunya wajib menghancurkannya sebagai bentuk menghilangkan kemungkaran karena tempat shalat tersebut dibangun bukan berdasarkan ketakwaan. Demikian juga jika sekelompok kaum muslimin memiliki kekuatan wajib juga untuk menghilangkannya. Semua itu dilakukan jika tidak dikawatirkan akan timbul fitnah yang tidak mampu dipadamkan dan diselesaikan. Karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menghancurkan patung yang berada di atas dan di dalam kakbah pada awal perintah padahal beliau berdakwah kepada tauhid dan menganggap tidak pandai akal orang-orang Musyrik karena mereka beribadah kepada patung. Tatkala kaum Muslimin kuat beliau menghancurkannya pada tahun fathu makkah.

Kedua: Jika mushalla atau masjid yang berada di atas kuburan telah dihancurkan maka anda boleh mengambil puing-puingnya untuk anda manfaatkan jika aman dari fitnah dan tidak dikawatirkan akan timbul madharat.

Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa

Ketua              : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz

Wakil Ketua    : Abdurrazaq Afifi

Anggota          : Abdullah bin Ghudayan

Anggota          : Abdullah bin Qu’ud

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs www.dorar.net atau mauqi’u ad-durar as-saniyah).

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/ZvG3E

About klikUK.com

Check Also

siwak

Bersiwak Ketika Berwudhu dan Berpuasa

Bersiwak atau membersihkan mulut dengan menggosok gigi dengan siwâk atau sejenisnya adalah perkara yang sudah ...