Home / Akidah Akhlaq / Hikmah bulan Shafar -3

Hikmah bulan Shafar -3

15 Faidah Tentang Bulan Shafar (3)
Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid

5. Sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam: “Tidak ada shafar”, maksud shafar di sini yaitu bulan shafar yang sudah dikenal menurut pendapat yang shahih. Yang mana orang-orang Arab merasa sial dengannya pada masa jahiliyah. Maka Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam membatalkannya. Maksud tidak ada shafar adalah meniadakan anggapan bahwa bulan shafar adalah bulan kesialan, yaitu kesialan pada bulan tersebut. Akan tetapi yang benar bahwa bulan shafar seperti bulan lainnya yang ada padanya kebaikan dan keburukan. (lihat Lathaiful Ma’arif karangan Ibnu Rajab halaman 74 dan al-Qaul al-Mufid jilid 1 halaman 564).

6. Merasa sial dengan menikah, safar/bepergian, atau bekerja pada bulan shafar. Atau melarang bekerja dan terlibat dalam permasalahan pribadi, atau mengadakan perayaan dan pembagian makanan dan manisan setelah selesainya bulan shafar merupakan tasya’um (merasa sial) yang semuanya itu adalah thiyarah yang dilarang dalam syariat Islam.

(Sumber:https://www.docdroid.net/wrGWXUL/5fayd-fy-shhr-sfr-mhmd-salh-almnjd.pdf#page=4).

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/KsRLA

About klikUK.com

Check Also

wpid-fb_img_15237576133111880934809.jpg

Hikmah bulan Shafar -5

15 Faidah Tentang Bulan Shafar (5) Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid 9. Tathayyur (merasa sial dengan ...