Home / Akidah Akhlaq / Hikmah Bulan Shafar -2

Hikmah Bulan Shafar -2

15 Faidah Tentang Bulan Shafar (2)
Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid

3. Orang-orang Arab zaman dahulu memiliki dua kemungkaran besar pada bulan shafar:

Kemungkaran pertama: mempermainkan bulan shafar dengan cara memajukan dan mengakhirkan, sehingga menjadikannya badal (pengganti) dari bulan muharam sebagaimana firman Allah Ta’ala tentang mereka:

إِنَّمَا النَّسِيءُ زِيَادَةٌ فِي الْكُفْرِ ۖ يُضَلُّ بِهِ الَّذِينَ كَفَرُوا يُحِلُّونَهُ عَامًا وَيُحَرِّمُونَهُ عَامًا لِيُوَاطِئُوا عِدَّةَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ فَيُحِلُّوا مَا حَرَّمَ اللَّهُ ۚ زُيِّنَ لَهُمْ سُوءُ أَعْمَالِهِمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

“Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu adalah menambah kekafiran. Disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mempersesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya, maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Syaitan) menjadikan mereka memandang perbuatan mereka yang buruk itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” {QS. At-Taubah: 37}.

Kemungkaran kedua: merasa sial dengan bulan shafar. Keyakinan mereka tentang bulan shafar adalah keyakinan yang tercela sehingga Islam membatakan keyakinan tersebut.

4. Tidak boleh merasa sial dengan hari-hari pada bulan shafar dan tidak pula dengan malam-malamnya. Karena hal tersebut merupakan perbuatan jahiliyah yang telah dibatalkan oleh Islam. Di dalam hadits:

لاَ عَدْوَى وَلاَ طِيَرَةَ وَلاَهَامَةَ وَلاَ صَفَرَ .

“Tidak ada ‘adwa, thiyarah, hammah dan shafar.” (HR. al-Bukhari no. 5707 dan Muslim no. 2220).

‘adwa: Penafian terhadap keyakinan jahiliyah bahwa penyakit-penyakit itu menular secara alami tanpa diyakini bahwa hal tersebut merupakan takdir Allah.

Thiyarah: tidak ada anggapan merasa sial.

Hammah: burung yang terbang pada waktu malam yang mana orang-orang Arab zaman dahulu menganggap sial dengan adanya burung tersebut. Ada yang berpendapat bahwa mereka pada zaman jahiliyah meyakini bahwa mayit apabila mati maka roh dan tulangnya akan menjadi hammah yaitu burung yang terbang.

(Sumber:https://www.docdroid.net/wrGWXUL/5fayd-fy-shhr-sfr-mhmd-salh-almnjd.pdf#page=4).

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/AJSfz

About klikUK.com

Check Also

wpid-fb_img_15237576133111880934809.jpg

Hikmah bulan Shafar -5

15 Faidah Tentang Bulan Shafar (5) Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid 9. Tathayyur (merasa sial dengan ...