Home / Brankas / Hadits Tata Cara Mensucikan Tanah dari Najis

Hadits Tata Cara Mensucikan Tanah dari Najis

Air DinginTata Cara Mensucikan Tanah dari Najis.

12/12 ? ???? ?????? ???? ??????? ?????? ????? ??????? ?????: ????? ??????????? ??????? ??? ????????? ??????????? ?????????? ????????? ??????????? ?????????? ?????? ????? ???????? ?????????? ???????? ????? ???????? ?????? ?????????? ?????? ????? ???????? ????????? ?????????? ???? ?????? ???????????? ????????. ????????? ????????.

Terjemah :

Dari Anas bin Maalik –Radhiyallahu ‘anhu- beliau berkata: seorang A’rob datang Greg Lloyd Womens Jersey lalu kencing di pojok masjid. Orang-orang menghardiknya namun Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mereka (melakukan hal itu). Ketika ia selesai kencing maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk dibawakan seember air lalu menuangkannya (pada tempat yang terkena kencing). (Muttafaqun ‘alaihi).

Biografi sahabat perawi hadits.

Beliau adalah Anas bin Maalik bin an-nadhar Abu Hamzah al-Anshari, al-Khazraji pelayan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam datang ke kota madinah , Ummu Sulaim bintu Malhan ibu Anas datang membawa Anas yang masih berusia 10 tahun, lalu ibunya berkata:

??? ??????? ??????? ????????? ?????? ????? ??????? ???? ????? ?????????? ???????? ??????? ?????????? ????????? ???? ?????? ????????????

Wahai Rasulullah! Inilah pembantumu  Anas, mohonkanlah doa untuknya. Lalu Rasulullah shalallahu ‘alaihi Jerome Bettis Jersey wa sallam berdoa:Ya Allah perbanyaklah harta dan anaknya serta berkahilah semua yang Engkau karuniakan kepadanya.  (Muttafaqun ‘alaihi).

Sedang al-Mizzi dalam Tahdzib al-Kamal 3/364 menyampaikan riwayat dari Anas bin Malik yang berbunyi:

???? ?? ?? ???? ??? ????? ??? ???? Blair Walsh Womens Jersey ???? ? ??? ???? ???? ????? ?? ???? ???? ??? ?? ???? ????? ??? ???? ???? ? ??? ????? ???? ???? ????? ?????? ????? ??? ??? ???? ?????? ???? ???? ???????

Ummu Sulaim membawaku kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam pada waktu aku kecil lalu berkata: Wahai Rasulullah, doakanlah dia! Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam berdoa: Ya Allah perbanyaklah harta dan anak-anaknya dan  masukkanlah ia ke dalam syurga. Anas berkata: Aku telah mendapatkan keduanya dan aku berharap mendapat yang ketiga.

Anas radhiyallahu ‘anhu berkata :

?????? ?? ???? ????? ??? ???? ???? ???? ???????? ??? ??? ?????? ?????

Demi Allah sungguh hartaku banyak dan anakku dan cucuku sudah melampaui seratus sekarang ini. (HR Muslim).

Ada yang menyampaikan:

???? ???? ???????? ??? ??? ???? ???? ????? ??????? ??? ???? ????? ?? ????? ?????

Sungguh telah dikuburkan anak turunanku selain cucu-cucuku sebanyak seratus duapuluh lima orang dan kebunku berbuah dua kali dalam setahun.

Anas terus melayani Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hingga Nabi meninggal dunia dan setelah itu beliau menetap di Madinah lalu pindah ke Bashroh dan menetap serta meninggal disana pada tahun 90 H.(lihat biografi beliau di al-Isti’aab 1/205, Tadzkiratlu Hufaazh 1/44 dan al-Ishaabah 1/112).

Takhrij Hadits,

Hadits ini dikeluarkan imam al-Bukhori dalam kitab al-Wudhu bab Tarku an-nabi wannas al-A’rabiya hatta faragha Min baulihi Fil Masjid no. 219 dan 221 dan mengeluarkan dari hadits Abu Hurairoh pada no. 220 dengan ada tambahan diakhirnya :

«?????????? ?????????? ?????????????? ?????? ??????????? ?????????????»

Sesungguhnya kalian diutus sebagai orang-orang yang mempermudah dan tidak diutus menjadi orang-orang yang membuat susah.

Imam al-Bukhori juga meriwayatkan dari hadits Abu Hurairoh dalam kitab al-Adab (6010) dengan lafazh:

 (????? ???????? ????? ?????? ????? ???????? ????????? ???? ??????? ????????? ??????? ??????? ???????????? ?????? ???? ??????????: ?????????? ??????????? ????????????? ????? ???????? ??????? ???????? ???????? ??????? ?????????? ?????? ????? ???????? ????????? ????? ???????????????: «?????? ???????? ????????» (

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat dan kami pun melaksanakannya bersama beliau. Lalu A’robi tersebut bicara dalam sholatnya: Ya Allah rahmatilah aku dan Muhammad dan jangan rahmati bersama kami seorangpun. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam salam dari sholatnya maka beliau bersabda kepada A’robi tersebut: Sungguh kamu telah jauhkan sesuatu yang luas.

Imam Muslim meriwayatkan dalam shahih Muslim no, 284 ada padanya lafazh:

(????? ????? ???????? ????? ?????? ????? ???????? ????????? ??????? ???????: «????? ?????? ???????????? ??? ???????? ???????? ???? ????? ????????? ????? ?????????? ???????? ???? ???????? ????? ????? ???????? ????????????? ???????????? ??????????»).

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendoakannya seraya berkata: Sungguh masjid-masjid ini tidak dibenarkan untuk sedikitpun dari kencing dan kotoran. Masjid hanyalah untuk dzikir kepada Allah, sholat, dan membaca al-Qur’an.

Syarah kosa kata hadits:

(????????????)  : maksudnya adalah orang yang tinggal menetap di Baadiyah (daratan dipedalaman bukan perkotaan). Penulis kitab al-Qamus al-Muhith mengkhususkan hanya pada bangsa Arab (lihat 1/106). Abu Musa al-Madini dalam kitab ash-Shahabat dari riwayat mursal Sulaiman bin Yasaar bahwa orang tersebut adalah Dzulkhuwaishirah. Ada ulama yang menyatakan, dia adalah al-Aqra’ bin Haabis at-Tamimi dan ada yang menyatakan, Uyainah bin Hishn. Sebenarnya tidak ada urgensi mengetahui siapakah orang tersebut; karena itu adalah celaan bukan keutamaan dan keistimewaan. Juga tidak ada hubungan dengan hukum syar’i , oleh karena itu imam al-Iraqi dalam Tharhu ats-Tatsrib 2/126 menyatakan: Aku tidak mengetahui ulama yang menulis kitab al-Mubhamaat menyebut nama lelaki tersebut.

(????????? ??????????) : yang dimaksud adalah pojok atau sisi dalam Masjid Nabawi.

(?????????? ????????) : para sahabat menghardik dan melarangnya.

(?????????? ???? ?????): maksudnya adalah ember besar dan tidak dinamakan dzanuub kecuali berisi penuh air. Sehingga kata (???? ?????) merupakan penjelas dan penegas saja.

(???????????? ????????): maksudnya menyiramkannya.

Pengertian umum Hadits:

Sahabat yang mulia Anas bin Maalik menceritakan satu peristiwa datangnya seorang a’robi yang umumnya bodoh karena jauh dari perkampungan dan kota lalu masuk Masjid Nabawi yang memiliki ruangan luas lalu ia pergi kepojok masjid untuk kencing. Melihat hal ini para sahabat yang ada dimasjid menghardik dengan keras agar ia tidak kencing disitu, sebab kencing adalah najis dan masjid wajib disucikan dari semua bentuk najis.  Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam  yang juga ada waktu itu melarang para sahabatnya melakukan hal tersebut agar a’robi tersebut tidak menghentikan kencingnya dan membiarkannya menyelesaikan kencingnya. Setelah selesai kencingnya maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam meminta kepada para sahabatnya untuk mengambil seember penuh air dan menyiramkannya. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memanggil A’robi tersebut dan menjelaskan bahwa masjid tidak boleh dikotori oleh kencing atau kotoran (najis), namun harus digunakan untuk sholat, dzikir dan baca al-Qur’an.

Kemudian A’robi tersebut berdoa: Ya Allah Maliek Collins Kids Jersey rahmatilah aku dan Muhammad dan jangan rahmati bersama kami seorangpun.

A’robi ini menyatakan demikian karena para sahabat mengahardiknya dengan keras sedangkan nabi Muhammad berbicara kepadanya dengan tenang dan lemah lembut dan menjelaskan hukum syariat yang membuatnya bahagia.

Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan hadits ini dengan menyatakan: Umumnya orang A’rob (pedalaman) memiliki sikap kasar dan bodoh terhadap batasan Allah Isaiah Pead Jersey Ta’ala. Dalam hadits yang disampaikan Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu ada contoh tentang sikap ini. Seorang A’robi masuk kemasjid Nabawi di kota Madinah dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat beliau ada disana. Lalu pergilah A’robi ini ke pojok masjid dan duduk lalu kencing. Tentunya para sahabat menganggapnya perkara yang sangat besar dan berteriak mencegahnya. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang para sahabat sebagai bentuk kasih sayang kepada  orang Demarcus Lawrence Jersey bodoh ini dan melihat kepada keadaan serta mengajari umatnya untuk menghadapi semua masalah dengan hikmah dan lemah lembut. Karena seandainya A’robi ini berdiri dari kencingnya tentulah akan mengotori badan, pakaian dan bagian yang banyak dari masjid serta terkena madharat menghentikan kencingnya. Ketika selesai menunaikan kencingnya dan hilang yang dikhawatirkan dari memarahinya, maka Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk menghilangkan najis kencing dengan mensucikan tempatnya yang terkena Martavis Bryant Jersey kencing. Beliau perintahkan untuk menyiram satu ember air padanya. Imam Muslim menambahkan dalam meriwayatkan hadits ini, bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam memanggil A’robi tersebut dan berkata kepadanya:

«????? ?????? ???????????? ??? ???????? ???????? ???? ????? ????????? ????? ?????????? ???????? ???? ???????? ????? ????? ???????? ????????????? ???????????? ??????????»).

Sungguh masjid-masjid ini tidak dibenarkan untuk sedikitpun dari kencing dan kotoran. Masjid hanyalah untuk dzikir kepada Allah ‘azza wajalla, sholat, membaca al-Qur’an. Sedangkan imam al-Bukhari menambahkan dari hadits Abu Hurairoh Radhiyallahu ‘anhu memerintahkan para sahabat untuk membiarkannya dan berkata:

«?????????? ?????????? ?????????????? ?????? ??????????? ?????????????»

Sesungguhnya kalian diutus sebagai orang-orang yang mempermudah dan tidak diutus menjadi orang-orang yang membuat susah. (Tambih al-Afhaam, 1/72-73).

Wallahu a’lam.

Fikih  Hadits:

1.       Najisnya air kencing manusia dan ini sudah menjadi kesepakatan para ulama,  selain  yang telah dikecualikan oleh syara’ yaitu kencing bayi laki-laki yang belum memakan sesuatu kecuali air susu ibu (ASI) cukup dibasahi dengan air sebagaimana dijelaskan di hadits (no. 33).

2.       Kewajiban menjaga anggota tubuh dari kencing dan membersihkannya.

3.       Memberi uzur kepada orang yang jahil atau orang yang belum mengetahui hukum kemudian mengajarkannya dengan baik sampai ia faham.

4.       Bahwa orang yang jahil tidak terkena hukuman sampai ia mengetahui dan faham.

5.       Bahwa yang namanya ilmu ialah faham sesudah tahu. Karena adakalanya seseorang itu mengetahui sesuatu tetapi ia tidak faham maksudnya.

6.       Bersikap lemah lembut kepada orang-orang yang jahil.

7.       Mengajarkan orang-orang yang jahil akan hukum-hukum agama dengan cara yang mudah mereka mengerti dan faham.

8.       Kelembutan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam mengajarkan orang-orang yang bodoh dan kemulian akhlak beliau.

9.       Kesabaran beliau shallallahu alaihi wa sallam dalam menghadapi orang-orang yang bodoh.

10.    Kaidah ushul:

(????? ??????????? ????????????? ???? ??????????? ??????? ????????? ???????)

“Apabila dua mudharat (bahaya) saling bertentangan (artinya bila ada dua mafsadat dan salah satunya harus dikerjakan), maka dilihat yang paling besar bahayanya dengan mengerjakan yang lebih kecil dari dua bahaya tersebut.” Ketika orang pedalaman (a’robi) itu kencing di salah satu bagian masjid maka itu satu bahaya, akan tetapi lebih besar lagi bahayanya kalau orang yang sedang kencing itu langsung dicegah atau distop! Diantara bahaya yang lebih besar kalau dibandingkan membiarkannya kencing sampai selesai ialah:

Pertama:    Akan menyakitkan orang itu dan membahayakannya bila memutus dan menahan kencingnya.

Kedua:       Air kencingnya akan mengotori pakaian dan tubuhnya

Ketiga:       Air kencingnya juga akan mengenai tempat-tempat yang lain dimasjid tersebut dan bisa lebih luas. Juga terkadang menyulitkan untuk mengetahui tempat yang terkena najis.

Keempat:   Akan memberatkan orang itu, padahal agama Islam itu mudah dan memberikan kemudahan-kemudahan kepada manusia.

Kelima:      Membuka pintu bagi orang tersebut untuk membenci Islam dan kaum muslimin dan Nabi mereka shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Keenam:     Terputusnya da’wah dan ilmu.

Ketujuh:     Membiarkan Roosevelt Nix Kids Jersey orang-orang yang bodoh di dalam kebodohannya tanpa pengajaran yang baik kecuali bentakan dan hardikan.

Kedelapan: Timbulnya satu kekerasan tanpa satu sebab yang dibenarkan oleh Agama.

Kesembilan: Hilangnya kesabaran dan kelembutan di dalam da’wah.

Kesepuluh:   Membuat manusia lari Darren Woodson Kids Jersey dari islam.

Kesebelas:   Tertutup bagi manusia untuk melihat akhlak islam yang mulia dan akhlak Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam.

11.          Kaidah Ushul dalam mencegah atau melarang kemungkaran. Para ulama telah menjelaskan bahwa dalam melarang atau mencegah kemungkaran ada empat martabat (tingkatan):

Pertama:  Hilangnya kemungkaran. Dan inilah yang diperintah dan menjadi maksud atau tujuan dari melarang kemungkaran.

Kedua:   Memperkecil kemungkaran yang terjadi. Dan ini pun diperintah dan masuk dalam tujuan mencegah kemungkaran.

Ketiga:     Timbul kemungkaran yang sama atau sebanding dengannya. Hal ini masih diperselisihkan oleh para ulama tentang boleh atau tidaknya.

Keempat: Timbul kemungkaran yang lebih besar dari kemungkaran yang pertama. Dalam keadaan seperti ini para Tony Dorsett Womens Jersey ulama sepakat tentang haramnya untuk mencegah kemungkaran yang pertama karena akibatnya akan timbul kemungkaran yang lebih besar yang pada hakikatnya orang yang mencegah kemungkaran yang pertama itu telah membuat kemungkaran kedua yang lebih besar. Kalau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membiarkan para sahabatnya langsung mencegah Arab gunung yang sedang kencing tentu akan timbul kemungkaran yang lebih besar.

Apabila kemungkaran tidak hilang kecuali dengan munculnya kemungkaran yang lebih besar, maka tidak diingkari, namun dibiarkan hingga diingkari kemudian. Dasarnya adalah perbuatan rasulullah dalam hadits ini yang melarang sahabat untuk memutus dan menahan kencing A’rabi tersebut, karena banyaknya madharat yang muncul dari pengingkaran tersebut.

12.    Berda’wah itu harus dengan ilmu.

13.    Seorang da’i harus mengetahui keadaan mad’u-nya (orang yang akan ia da’wahi).

14.    Islam itu adalah agama yang mudah dan memberikan kemudahan-kemudahan kepada manusia.

15.    Larangan mempersulit dan memberatkan manusia dalam beragama.

16.    Masjid harus bersih dan suci dari najis dan kotoran.

17.    Para sahabat diutus oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyampaikan da’wah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

18.    Orang yang bodoh tidak disamakan dengan orang yang tahu dalam menegurnya.

19.    Dihukumi sama dengan orang pedalaman ini semua orang yang tidak pernah menghadiri majlis ilmu dan berjumpa para ulama dan tidak belajar agama. Karena tetunya kebodohan menguasi mereka.

20.    Kewajiban segera mengingkari kemungkaran, karena sahabat bersegera mengingkari dan menghardiknya dengan keras. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengingkari bersegeranya mereka namun menahan mereka mengingkarinya karena madharatnya lebih besar daripada manfaatnya.

21.    Kesucian tempat menjadi syarat sah sholat, karena masjid adalah tempat sholat. Seandainya ini bukan syarat tentunya Rasuilullah tidak memerintahkan untuk menyiramkan air pada bekas kencing tersebut

22.    Dilarang membuang najis ke dalam masjid, demikian juga sampah.

23.    Kewajiban memperhatikan masjid,memuliakan dan membersihkannya dari semua kotoran. Hal ini diambil dari larangan para sahabat  dan segeranya mereka mengingkari A’rabi tersebut. Seandainya hal itu bukanlah satu kemungkaran tentulah mereka tidak mengingkarinya. Namun mereka tidak memandang   jauh akibat larangan tersebut, sehingga dicegah oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

24.  Membersihkan atau menghilangkan najis dengan air.

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/DTp3p

About admin

Kholid bin Syamhudi bin Saman bin Sahal Al-Bantani, menimba ilmu di Universitas Islam Madinah Tahun 1994 dan lulus Tahun 1999 dari Fakultas Hadits. Kini banyak meluangkan waktunya dalam da’wah sunnah dan menterjemahkan kitab-kitab berbahasa arab ke dalam Bahasa Indonesia serta berperan serta dalam beberapa lembaga da’wah yang ada di tanah air.

Check Also

ADZAN

Fatwa : Hukum Sholat dengan Pakaian Isbal

Hukum Sholat dengan Richard Rodgers Womens Jersey Pakaian Isbal Fadhilatus Syaikh Muhammad bin Sholih Al ...