Home / Akidah Akhlaq / Hadits Lemah : Wanita Cantik Dari Keturunan Tidak Baik

Hadits Lemah : Wanita Cantik Dari Keturunan Tidak Baik

«إِيَّاكُمْ وَخَضْرَاءَ الدِّمَنِ ، فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا خَضْرَاءُ الدِّمَنِ؟ قَالَ: «الْمَرْأَةُ الْحَسْنَاءُ فِي الْمَنْبَتِ السُّوءِ

Hati-hati dengan Khadhraa` Ad-Diman, Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah! Apa itu Khadhraa` Ad-Diman? Beliau bersabda: wanita cantik dari keturunan tidak baik.

Hadits ini di keluarkan oleh Al-Khathib dalam Talkhish Al-Mutasyaabih 2/509 dan Al-Qudhaa’i dalam Musnad Asy-Syihaab 2/96 dan Dr-Raamahurmuzi dalam Amtsaal Al-Hadits 1/120 serta dari jalan periwayatan Muhammad bin Umar Al-Makki yang dikenal dengan Al-Waaqidi dari Yahya bin Sa’id bin Dinaar dari Abu Wajizah Yazid bin Ubaid dari ‘Atha` bin Yazid Al-Laitsi dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallah ‘anhu dari Rasulullah Shallallah ‘alaihi wa salam .

Hadits ini juga dibawakan imam Al-Ghazali dalam Ihya ‘Ulumiddin 2/38 dan dikomentari oleh Al-‘Iraaqi dalam Al-Mughni ‘An Hamlil Asfaar 1/387 : Hadits ini diriwayatkan Ad-Daraquthni dalam kitab Al-Afraad dan Ar-Raamahurmuzi dalam Al-Amtsaal dari hadits Abu Sa’id Al-Khudri. Ad-Daraquthni berkata: Al-Waaqidi bersendirian dalam mereiwayatkannya dan dia seorang perawi lemah.

Ad-Daraquthni berkata: Ghariib dari hadits Abi Wajizah Yazid bin ‘Ubaid dari ‘Atha`. Al-Waaqidi bersendirian dalam meriwayatkannya dari Yahya bin Sa’id bin Dinaar. ( Athraaf Al-Ghara`Hb wal Afraad, Ibnu Thaahir 5/78)

Ibnul Mulaqqin berkata: Hadits ini diriwayatkan Al-Waaqidi dari hadits Abu Sa’id Al-Khudri  radhiyallah ‘anhu dan ini termasuk dari riwayatnya bersendirian dan sudah diketahui lemahnya Al-Waaqidi ini. (Al-Badrul Munir 2/179)

Sedangkan Al-Haafizh Ibnu Hajar rahimahullah menukilkan dari Ibnu Thaahir dan Ibnu Ash-Shalaah bahwa keduanya berkata, hadits ini termasuk dalam Afraad Al-Waaqidi ( Talkhish 3/145)

Dengan demikian hadits ini hadits lemah sekali karena semua periwayatan berporos pada Muhammad bin Umar Al-Makki Al-Waaqidi seorang perawi yang dihukumi mayoritas ulama sebagai perawi yang lemah.

Berikut ini pernyataan ulama Al-Jarh Wa Ta’dil tentang Muhammad bin Umar Al-Waaqidi:

  1. Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah menyatakan: seorang pendusta dan membolak balikan hadits. (lihat Al-Kaamil –Ibnu ‘Adi 6/241, Tahdzib At-Tahdzib –Ibnu Hajar no.606 dan tanziih Asy-Syari’ah Al marfu’ah ‘an Akhbaar Asy-Syani’ah Al-maudhu’ah –Ibnu ‘Araaq Al-Kinani 1/111)
  2. Imam Abu Haatim Ar-Raazi menyatakan ia seorang yang memalsukan hadits (lihat tanziih asy-Syari’ah al marfu’ah 1/111).
  3. Imam Yahya bin Ma’in melemahkannya dan menyatakan bahwa Al-Waaqiqi membolak-balikkan hadits Yunus dan sealainnya dari Ma’mar. (lihat Tahdzib At-Tahdzib no. 606 dan Al-Kaamil 6/241).
  4. Imam Abu Zur’ah Ar-Raazi menyatakan para ulama meninggalkan haditsnya (Ad-Dhu’afa’ Li Abi Zur’ah 2/511).
  5. Imam Al-Bukhari rahimahullah berkata: Al-Waaqidi berasal dari Madinah dan tinggal di Baghdad matrûk Al-hadit (lemah sekali). Ahmad bin Al-Mubaarak, Ibnu Numair, Isma’il bin Zakariya meninggalkan haditsnya. (Tahdzib no. 606). Beliau juga memasukkannya dalam kitab adh-Dhu’afa Ash-Shaghir karya beliau no. 334.
  6. An-Nasaa’i menyatakan, Matruukul Hadits (Ad-Dhu’afa wal Matrukin no. 530) dan menghukuminya dengan memalsukan hadits
  7. Ibnu Hajar menyatakan: Muhammad bin Umar bin Waaqid Al-Aslami Al-Waaqidi berasal dari Madinah dan tinggal di Baghdad, Matruuk (perawi lemah sekali). (Taqriib no. 6175 hlm 468).
  8. Al-Albani menyatakan: Dia seorang matruuk, sungguh Ahmad, An-Nasaa`i dan Ibnul Madiini serta selainnya telah menghukuminya pendusta. (Silsilah Ahadits Adh-Dha’ifah no. 14).

Oleh karena itu para ulama menghukumi hadits ini sebagai palsu atau hadits lemah sekali, seperti Al- Iraaqi (Al-Mughni 1/387), Ibnul Mulaqqin ( Al-Badrul Muniir 2/179), As-Sakhawi dalam Al-maqaashid Al-Hasanah no. 271), Muhamad bin Ali asy-Syaukani (al-fawaaid al-majmu’ah Fil Ahadits al-Maudhu’ah no. 35), Syeikh Al-Albani t (Silsilah Ad-Dhaifah no. 14), Amru Abdul mun’im Saliim (Fatawa Muhimmah Li Nass`il Ummah hlm 320).

kesimpulannya: Hadits ini lemah sekali dan tidak dapat dijadikan dasar.

Wallahu a’lam.

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/2OgL4

About klikUK.com

Check Also

halal haram fik

Daging Anjing Halal ?

Seiring dengan tingkat kemajuan dan meningkatkan kebutuhan manusia terhadap segala sesuatu, maka banyak pula usaha ...