WordPress database error: [Got error 28 from storage engine]
SHOW FULL COLUMNS FROM `co3r0qtl_options`

WordPress database error: [Got error 28 from storage engine]
SHOW FULL COLUMNS FROM `co3r0qtl_options`

WordPress database error: [Got error 28 from storage engine]
SHOW FULL COLUMNS FROM `co3r0qtl_options`

WordPress database error: [Got error 28 from storage engine]
SELECT t.*, tt.*, tr.object_id FROM co3r0qtl_terms AS t INNER JOIN co3r0qtl_term_taxonomy AS tt ON tt.term_id = t.term_id INNER JOIN co3r0qtl_term_relationships AS tr ON tr.term_taxonomy_id = tt.term_taxonomy_id WHERE tt.taxonomy IN ('category', 'post_tag', 'post_format') AND tr.object_id IN (11114) ORDER BY t.name ASC

Hadits Lemah : Mengembangkan Harta Anak Yatim | KlikUK.com
Home / Hadits Lemah : Mengembangkan Harta Anak Yatim

Hadits Lemah : Mengembangkan Harta Anak Yatim

وَعَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ, عَنْ أَبِيهِ, عَنْ جَدِّهِعَبْدِ اَللَّهِ بْنِ عَمْرِوٍ; أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ –  قَالَ: – مِنْ وَلِيَ يَتِيمًا لَهُ مَالٌ, فَلْيَتَّجِرْ لَهُ, وَلَا يَتْرُكْهُ حَتَّى تَأْكُلَهُ اَلصَّدَقَةُ

Dari Amru bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya Abdullâh bin Amru bahwasanya Rasulullah Shallallah ‘alaihi wa salam pernah bersabda : Siapa yang menjadi wali anak yatim dan memiliki harta maka kembangkanlah dan jangan membiarkannya hingga dimakan sedekah.

Hadits ini diriwayatkan At-Tirmidzi dalam sunannya no. 641, Ad-Daraquthni dalam sunannya  2/109 dan Al-Baihaaqi dalam As-Sunan Al-Kubra 4/107 seluruhnya dari jalan Al-Mutsanna bin Ash-Shabaah dari ‘Amru bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya bahwasanya Nabi Shallallah ‘alaihi wa salam berkhutbah dihadapan orang banyak dan berkata : Siapa yang menjadi wali anak yatim dan memiliki harta maka kembangkanlah dan jangan membiarkannya hingga dimakan sedekah.

Dalam sanad hadits ini ada Al-Mutsanna bin Ash-Shabaah yang masih diperselisihkan para ulama.

Ibnu Al-Madini berkata Aku mendengar Yahya bin Sa’id dan disampaikan dihadapannya nama Mutsanna bin Ash-Shabaah maka beliau berkata: Kami tidak meninggalkannya karena Amru bin Syu’aib akan tetapi itu disebabkab darinya yang rusak hafalan haditsnya dari ‘Atha’ (Al-Jarh wa Ta’dil 8/324).

At-Tirmidzi berkata: Hadits ini diriwayatkan dari sisi ini dan dalam sanadnya ada kelemahan; karena Al-Mutsanna bin Ash-Shobaah dihukumi perawi lemah dalam hadits. (As-Sunan 2/213).

Abdulhaq Al-Isybili menyatakan : Kelemahan yang ada dalam sanad hadits ini adalah hadits ini diriwayatkan Al-Mutsanna bin Ash-Shabaah dan Al-Mutsanna perawi yang lemah yang tidak bisa dijadikan hujjah. (Al-Ahkaam Al-Wustha 2/180).

An-Nawawi berkata: Hadits yang lemah dikeluarkan oleh At-Tirmidzi dan Al-Baihaqi dari riwayat Al-Mutsanna bin Ash-Shabaah dan ia seorang perawi yang lemah (Al-Majmu’ 5/329).

Sedangkan Al-Haafizh Ibnu Hajar menyatakan: Dalam sanadnya ada Al-Mutsanna bin Ash-Shabaah dan ia seorang perawi yang lemah (Talkhis Al-Habiir 2/166).

Ada riwayat yang mendampingi Al-Mutsanna sebagaumana dikeluarkan Ad-Darqquthni (As-Sunan 2/110) dari jalan periwayatan Mindil dari Abu Ishaaq Asy-Syaibani dari ‘Amru bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya secara marfu’ dengan lafazh:

«احْفَظُوا الْيَتَامَى فِي أَمْوَالِهِمْ لَا تَأْكُلُهَا الزَّكَاةُ»

Jagalah anak yatim pada harta mereka jangan sampai habis denan bayar zakat.

Namun Mindil bin ‘Ali seorang perawi yang lemah. (lihat Talkhis al-Habiir 2/167). Demikian juga Ibnul Jauzi menjadikannya sebagai sebab kelemahan hadits. (At-Tahqiiq 2/30).

Ada hadits yang semakna dengan hadits ini dari sahabat Anas bin Maalik dan atsar dari Umar bin Al-Khathab dan hadits mursal Yusuf bin Maahak.

  1. Hadits Anas bin Maalik radhiyallahu ‘anhu yang berbunyi:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اتَّجِرُوا فِي أَمْوَالِ الْيَتَامَى، لَا تَأْكُلْهَا الزَّكَاةُ»

Rasulullah Shallallah ‘alaihi wa salam bersabda : Kembangkanlah harta anak yatim, jangan sampai zakat menguranginya.

Hadits ini dikeluarkan Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Ausaath 4/264 dari jalan periwayatan Ali bin Sa’id dari Al-Furaat bin Muhammad Al-Qairwani dari Syajarah bin ‘Isa Al-Mu’aafiri dari Abdulmalik bin Abi Karimah dari ‘Amaarah bin Ghaziyah dari Yahya bin Sa’id dari Anas secara marfu’. Kemudian Ath-Thabarani berkata setelah menyampaikan hadits ini : Tidak diriwayatkan dari Anas kecuali dengan sanad ini.

Dalam sanad hadits ini ada Furaat bin Muhammad Al-Qairwani seorang perawi yang lemah sekali. Al-Haafizh Ibnu Hajar berkata:  Dia seorang perawi yang lemah dan dituduh berdusta atau terkenal dengan hal itu. (Lisaan Al-Miizaan 4/432)

Oleh karena itu Syeikh Al-Albani berkata: Hadits ini lemah sekali dan sebabnya adalah al-Furaat ini. (Irw’ Al-Ghalil 3/259).

  1. Atsar Umar bin Al-Khathab yang berbunyi:

أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , قَالَ:  «ابْتَغُوا بِأَمْوَالِ الْيَتَامَى لَا تَأْكُلُهَا الصَّدَقَةُ»

Sesungguh Umar bin al-Khathab radhiyallahu ‘anhu berkata: Kembangkanlah harta anak yatim, janganlah sedekah menguranginya.

Atsar ini dikeluarkan oleh Ad-Daraquthni dalam sunannya 2/110 dan Al-baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra 4/107 dari jalan periwyatan Sa’id bin Al-Musayyin dari Umar.  Al-Baihaqi setelah menympaikan hadits ini berkat: Ini sanadnya shahih dan memiliki beberapa riwayat yang menguatkannya dari Umar.

Ibnu At-Turkmani mengkritisi pernyataan Al-Baihaqi ini dengan menyatakan: Bagaimana ini shahih, padahal diantara syarat hadits atau atsar yang shahih adalah sah dan bersambung. Sa’id dilahirkan tiga tahun berlalu dari kekhilafahan Umar. Hal ini disampaikan Maalik dan beliau mengingkari mendengarnya Sa’id dari Umar.  Ibnu Ma’in berkata : Beliau melihat Umar dalam usia kecil, tidak memiliki sima’ dari Umar. Imam Al-Baihaqi dalam Al-Madkhol menyampaikan dengan sanadnya dari Maalik bahwa beliau ditanya: Apakah Ibnu Al-Musayyib menjumpai Umar ? Beliau menjawab: Tidak, akan tetapi beliau dilahirkan di zaman umar. (Al-Jauhar An-Naqii 4/107).

Sa’id bin Al-Musayyib ini di ikuti dalam periwayatannya oleh Az-Zuhri (Sebagaimana dalam Mushannaf ibnu Abi Syaibah 3/41) dan Makhul (Sebagaimana dalam Mushannaf ibnu Abi Syaibah 3/41) dari Umar. Kedua sanad ini terputus dan riwayat Sa’id lebih kuat dari kedua riwayat ini.

  1. Mursal Yusuf bin Maahak

عَنْ يُوسُفَ بْنِ مَاهَكٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «ابْتَغُوا فِي مَالِ الْيَتِيمِ، أَوْ فِي مَالِ الْيَتَامَى، لَا تُذْهُبُهَا، أَوْ لَا تَسْتَأْصِلُهَا الصَّدَقَةُ»

Dari Yusuf bin Maahak, bahwasanya Rasulullah Shallallah ‘alaihi wa salam bersabda: Kembangkanlah harta anak yatim atau pada harta anak-anak yatim, jangan sampai sedekah mengurangi atau menghabiskannya.

Hadits ini dikeluarkan Asy-Syafi’ dalam Musnadnya 1/235, Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra 4/107 dan Abdurrazaq dalam Al-Mushannaf 4/66 dari jalan Ibnu Juraij dari Yusuf bin Maahak secara mursal.

An-Nawawi rahimahillah berkata: Hadits ini dikeluarkan Asy-Syafi’I dan Al-baihaqi dengan sanad yang shahih dari Yusuf bin Maahak dari nabi Shallallah ‘alaihi wa salam secara mursal, karena Yusuf bin Maahak seorang tabi’in. (Al-majmu’ 5/329).

Syeikh Al-Albani berkata: Ini hadits mursal dan semua perawinya tsiqah, seandainya tidak ada ‘ananah Ibnu Juraij. (Irwa’Al-Ghalil 3/259).

Diantara ulama yang melemahkan hadits ini adalah imam Ahmad (Al-‘Ilal 2/298), At-Tirmidzi, Abdulhaq Al-Isybili (Al-Ahkaam Al-Wustha 2/180), An-Nawawi (Al-majmu’ 5/329), Ibnu Hajar (Talkhis Al-Habiir 2/166) dan Syeikh Al-Albani. (Dha’if Sunan At-Tirmidzi no. 15 (1/69)).

 

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/ITT6A

About klikUK.com

Check Also

halal haram fik

Daging Anjing Halal ?

Seiring dengan tingkat kemajuan dan meningkatkan kebutuhan manusia terhadap segala sesuatu, maka banyak pula usaha ...