Home / Akidah Akhlaq / Hadits Lemah : Kewajiban Haji dan Umroh

Hadits Lemah : Kewajiban Haji dan Umroh

عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رضي الله عنه, قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ: إِنَّ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ فَرِيضَتَانِ، لَا يَضُرُّكُ بِأَيِّهِمَا بَدَأْتَ

Dari Zaid bin Tsabit beliau berkata : Rasulullah Shallallah ‘alaihi wa salam bersabda : Sesungguhnya haji dan umroh itu wajib tidak mengapa mana saja yang kamu mulai.

Hadits ini dikeluarkan oleh Al-Ghithrifi dalam Juz nya 1/53 (20), Ad-Daraquthni dalam Sunannya 2/284 no 2718 dan Al-Haakim dalam Al-Mustadrak 1/471no. 1730 dari jalan periwayatan Muhammad bin Katsir Al-Kuufi dari Isma’il bin Muslim dari Ibnu Siriin dari Zaid bin Tsaabit secara marfu’.

Hadits ini lemah karena ada beberapa sebab :

  1. Lemahnya Muhammad bin Katsiir.

Muhammad bin Katsir dihukumi sebagai perawi yang lemah oleh para ulama diantaranya :

  1. Imam Muhammad bin Isma’il Al-Bukhari yang berkata: Munkar hadits. [1]
  2. Imam Al-‘Uqaili yang berkata: Muhammad bin Katsir Al-Kuufi Al-Qurasyi dalam haditsnya ada kekeliruan. Abdullah bin Ahmad telah menceritakan kepada kami bahwa beliau berkata: Aku telah bertanya kepada ayahku tentang Muhammad bin Katsir yang meriwayatkan hadits dari Laits bin Abi Sulaim, al-Haarits bon Hashirah dan Amru bin Qais, maka beliau menjawab: Kami robek-robek haditsnya dan tidak meridhainya. [2]
  1. Lemahnya Isma’il bin Muslim

Demikian juga Isma’il bin Muslim Al-Makki Abu Ishaaq al-bashri di hukumi sebagai perawi yang lemah oleh para ulama sebagaimana dalam biografinya di kitab tahdzib Al-Kamaal karya imam Al-Mizi 3/200-204. Diantaranya :

  1. Imam Yahya Al-Qathaan.

Shalih bin Ahmad bin Hambal dari Ali bin Al-madini, beliau berkata : Aku mendengar Yahya Al-Qathaan ketika ditanya tentang Isma’il bin Muslim Al-Makki : Bagaimana dia di awal nya? Beliau menjawab: Dari dulu hingga sekarang hafalannya berantakan. Dia meriwayatkan satu hadits dengan tiga penyampaian yang berbeda.

  1. Imam Sufyan Ats-Tsauri.

Muhammad bin ja’far menceritakan dari Ishaaq bin Abi Isra`il bahwa ia mendengar Sufyan diceritakan tentang Isma’il bin Muslim, beliau berkata: Dia salah dalam menyampaikan hadits, memulai penyampaian hadits lalu salah. Aku tanya kepadanya sebuah hadits dari hadits Amru bin Dinaar, Lalu dia tidak tahu, seandainya dia mengetahuinya pun, dia tidak mendengar hadits tersebut darinya sebagaimana aku lihat. Maka ia tidak mengerti apa-apa.

  1. Ahmad bin Hambal.

Abu Thaalib berkata bahwa Imam Ahmad telah berkata : Isma’il bin Muslim Al-Makki munkarul hadits.

  1. Yahya bin ma’in.

Abbas Ad-Duuri menyampaikan bahwa Yahya bin Ma’in berkata : Ismail bin Muslim Al-makki laisa bisyai`in (perawi lemah sekali).

  1. Ali bin Al-Madini

Beliau berkata : Isma’il bin Muslim Al-Makki, haditsny tidak ditulis.

  1. An-Nasa`i

Beliau berkata: Ismail bin Muslim meriwayatkan hadits dari Az-Zuhri seorang yang matrukul hadits.

Jelaslah bahwa Ismai’il bin Muslim seorang perawi yang lemah.

  1. Terputusnya sanad antara Ibnu Siriin dengan Zaid bin Tsabit.

Hal ini disampaikan Al-Haafizh ibnu Hajar yang menyatakan : Kemudian hadits inipun dari Ibnu Siriin dari Zaid dan dia terputus. [3]

Pendapat para Ulama tentang hadits ini.

Para ulama menghukumi hadits ini sebagai hadits yang lemah, diantaranya:

  1. Adz-Zahabi berkata : Sanadnya runtuh. [4]
  2. Ibnu Taimiyah berkata : Sanadnya lemah.[5]
  3. Ibnu al-Mulaqqin yang berkata : Hadits ini dikeluarkan Ad-Daraquthni dalam sunannya dari riwayat Zaid bin Tsabit dan ini dari riwayat Muhammad bin Sa’id Al-‘Athaar dari Muhammad bin Katsir Al-Kuufi dari Isma’il bin Muslim dari Muhammad bin Sirin dari Zaid secara marfu. Ini sanad yang lemah. Muhammad bin Kastir tidak diridhai Ahmad bin Hambal dan berkata: Kami robek-robek haditsnya. Al-Bukhari berkata : Munkarul hadits dan Isma’il ini adalah Al-Makhzumi Al-makki dan mereka telah melemahkannya. [6]
  4. Ibnu Hajar berkata : Dalam sanadnya ada Isma’il bin Muslim Al-Makki dan ia perawi yang lemah, lemudian hadits ini dari Ibnu Sirin dari Zaid dan ia terputus. [7]
  5. Muhammad Nashiruddin al-Albani berkata: Hadits lemah.[8]

Sebagian ulama merojihkan ini adalah pernyataan Zaid bin Tsabit dan bukan pernyataan Rasulullah Shallallah ‘alaihi wa salam, diantara mereka :

  1. Al-Haakim
  2. Al-baihaqi yang berkata : Yang shahih adalah mauquuf. [9]
  3. Abdulhaq Al-Isybili berkata : Yang shahih itu dari pernyataan Zaid bin Tsabit dan tidak shahih dalam bab ini kecuali hadits Abi Raziin.[10]
  4. Ibnu Abdulhadi berkata : Para ulama Al-Jarh wat ta’dil: Yang shahih bahwa hadits ini adalah hadits mauquuf dari perkataan Zaid bin Tsabit. [11]

Dengan demikian jelaslah hadits ini lemah tidak boleh disandarkan kepada Rasulullah Shallallah ‘alaihi wa salam dan hanyalah pendapat dan pernyataan Zaid bin Tsabit menurut riwayat yang lebih sah. Riwayat ini dikeluarkan Al-Haakim dalam Al-Mustadrak 1/6430644, Ad-Daraquthni dalam sunannya 2/285 dan Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra 4/351 seluruhnya daru jalan periwayatan Yahya bin Ayub Al-Maqaabiri dari Ubaad Al-Mahallabi dari Hisyam bin Hisaan dari Muhammad bin Sirin bahwa beliau berkata:

أَنَّ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ، سُئِلَ عَنِ الْعُمْرَةِ قَبْلَ الْحَجِّ، قَالَ: «صَلَاتَانِ لَا يَضُرُّكَ بِأَيِّهِمَا بَدَأْتَ»

Sesungguhnya Zaid bin Tsabit ditanya tentang Umroh sebelum haji. Beliau menjawab : Dua shalat yang tidak mengapa kamu dahulu yang mana saja.

Wabillahit Taufiq.

 

 

[1](At-Taarikh Al-Kabiir 1/217).

[2](Adh-Dhua’afa 5/375).

[3](Talkhish Al-Habir 2/239).

[4](Tanqihu At-Tahqiq 2/14).

[5](Syarhul Umdah 1/99).

[6](Al-badr Al-Munir 6/60)

[7](Talkhis Al-Habir 2/430).

[8](Silsilah Al- Ahadits Adh-Dha’ifah 8/19).

[9](As-Sunan 9/280).

[10](Al-Ahkaam al-Wustho 2/316).

[11](Tanqiih Tahqiiq ’Ala Ahadits at-Ta’liiq 2/405).

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/jsl4K

About klikUK.com

Check Also

wanita

Hadits Lemah : Wanita Cantik Dari Keturunan Tidak Baik

«إِيَّاكُمْ وَخَضْرَاءَ الدِّمَنِ ، فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا خَضْرَاءُ الدِّمَنِ؟ قَالَ: «الْمَرْأَةُ الْحَسْنَاءُ فِي ...