Home / Brankas / Fikih Puasa : Memakai Obat Tetes Hidung Ketika Puasa

Fikih Puasa : Memakai Obat Tetes Hidung Ketika Puasa

zion_national_park_observation_point-t2

Memakai Obat Tetes Hidung Ketika Puasa

Segala puji bagi Allah Ta’ala, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya.

Sebagian di antara kita mungkin belum mengetahui hukum memakai obat tetes hidung bagi orang yang berpuasa. Berikut ini pembahasan tentang hal tersebut yang kami terjemahkan dari kitab Al Fiqh Al Muyassar karya Prof. Dr. Abdullah bin Muhammad Jahri Evans Kids Jersey At Thayyar bagian Nawazil fil ‘Ibadat.

Penulis mengatakan,

Hidung termasuk saluran Thomas Rawls Youth Jersey style=”color:#FFF”>Brett Hundley Kids Jersey yang mengarah ke tenggorokan, sebagaimana hal itu bisa kita fahami dari sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, realitas yang ada, dan juga dari sisi kedokteran masa kini. Dalam sunnah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

????????? ??? ???????????????? ?????? ???? ???????? ????????

“Perdalamlah ketika memasukkan air ke hidung kecuali jika engkau dalam keadaan berpuasa.”[1]

Maka hadits ini menunjukkan bahwa hidung itu merupakan saluran menuju ke tenggorokan lalu ke perut. Kedokteran masa kini juga memperkuat hal tersebut. Demikian pula keadaan anatomi tubuh manusia tidak meninggalkan keraguan akan bersambungnya hidung dengan tenggorokan.

Para ulama’ masa kini berbeda Tedric Thompson Youth Jersey pendapat tentang obat tetes hidung apakah membatalkan puasa ataukah tidak. Ada dua pendapat dalam masalah ini :

Pendapat pertama : Tidak membatalakan puasa, karena hal itu tidak termasuk kategori makan ataupun minum, dan tidak pula semakna dengannya. Demikian pula karena zat yang masuk dari tetes hidung itu jumlahnya jauh lebih sedikit daripada yang tersisa ketika berkumur-kumur, sehhingga lebih utama untuk tidak membatalkan puasa. Inilah pendapat Terry Bradshaw Authentic Jersey yang dipilih oleh Majma’ Al Fiqh Al Islami.[2]

Pendapat kedua : Tetes hidung membatalkan puasa. Inilah pendapat yang lebih kuat. Ini adalah pendapat yang dipilih oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz[3]. Beliau mengaitkan batalnya puasa tersebut dengan perkataannya, “Jika ia Mike Mitchell Youth Jersey mendapatkan rasa obat itu di tenggorokannya.” Ini juga adalah pendapat yang dipilih oleh Syaikh Muhammad bin ‘Utsaimin[4], beliau mengaitkan hal tersebut dengan perkataannya, “Jika obat itu sampai ke perutnya.” Dalil akan hal tersebut adalah bahwa Nabi bersabda dalam hadits Laqith bin Shabrah,

????????? ??? ???????????????? ?????? ???? ???????? ????????

“Perdalamlah ketika memasukkan air ke hidung kecuali jika engkau dalam keadaan berpuasa.”[5]

Maka hadits tersebut menunjukkan bahwa tidak boleh bagi orang yang berpuasa untuk meneteskan ke hidungnya sesuatu yang masuk ke perutnya, karena meneteskan sesuatu ke hidung lebih kuat daripada memperdalam dalam istinsyaq Ben Roethlisberger Authentic Jersey (memasukkan air ke hidung ketika berwudhu-pen). Sesungguhnya memperdalam dalam istinsyaq ada kemungkinan air tersebut masuk ke tenggorokan, dan ada kemungkinan tidak masuk. Adapun tetes hidung itu lebih kuat, karena seseorang memasukkan tetesan tersebut tanpa ada maksud untuk mengeluarkannya.

 

(Sumber : Al Fiqh Al Muyassar, Syaikh Landry Jones Jersey Prof. Dr. Abdullah bin Muhammad At Thayyar, dkk, Cetakan kedua, Tahun 1433 H/2012 M, Riyadh, Madar Al Wathan lin Nasyr, 9/138)

 

[1] HR. Tirmidzi no. 877, Abu Chris Jones Womens Jersey Dawud no. 142, dan dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Al Irwa’ (4/935)

[2] Majallah Majma’ Al Fiqh Al Islami at Tabi’ li Munazzhamah Al Mu’tamar Al Islami, Keputusan no. 93 (1/10).

[3] Majmu’ Fatawa Al ‘Allamah Abdul ‘Aziz bin Baz -rahimahullah- (15/261)

[4] Maurkice Pouncey Womens Jersey Majmu’ Fatawa wa Rasail Ibnu ‘Utsaimin -rahimahullah- (19/206)

[5] Telah berlalu takhrijnya.

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/YVAhf

About Team KlikUK

Check Also

Islamic2_by_niazali 2

Ringkasan Fikih Islam : Kesempurnaan Agama Islam -2

Kesempurnaan Agama Islam (2) Ketika Allah Subhanahu Wata’ala menciptakan manusia, ditundukkan bagi manusia Tom Rathman ...