Home / Brankas / Fikih Puasa : Donor Darah ketika Puasa

Fikih Puasa : Donor Darah ketika Puasa

path_3-t2

Fikih Puasa : Donor Darah ketika Puasa

Pertanyaan ke-445 :

Apabila seseorang menyumbangkan darahnya (donor darah-pen) sedangkan ia sedang berpuasa, apakah hal itu berpengaruh terhadap puasanya, dan bagaimana pendapat anda dengan suntikan yang tidak mengandung bahan makanan bagi orang yang berpuasa ? Apakah itu termasuk hal yang diperbolehkan bagi baginya ataukah itu termasuk pembatal puasa ? Berikan faidah kepada kami dalam masalah ini semoga Allah memberikan pahala kepada anda.

 

Jawab :

Berkaitan dengan penyedotan darah dari orang yang berpuasa maka hal itu termasuk pembatal puasa jika darah yang keluar banyak. Apabila penyedotan darah tersebut untuk disumbangkan kepada lembaga pengumpul darah (semacam PMI-pen) atau disumbangkan kepada orang yang sakit, maka itu berpengaruh kepada puasanya dan membatalkan puasanya sebagaimana berbekam. Hijamah (berbekam) telah tetap dalam dalil syar’i bahwa hal itu membatalkan puasa, maka demikian pula penyedotan darah jika darah yang keluar jumlahnya banyak.

Adapun berkaitan dengan suntikan yang dilakukan kepada orang yang berpuasa, apabila suntikan itu mengandung nutrisi makanan, maka tidak diragukan bahwa itu membatalkan puasa, karena semisal dengan makan dan minum dalam memberikan kekuatan kepada badan dan memberikan asupan makanan, sehingga suntikan tersebut dihukumi sama dengan makan dan minum.

Demikian pula apabila suntikan itu tidak mengandung nutrisi makanan dan sekedar bertujuan untuk pengobatan dan penyembuhan yang disuntikkan melalui urat atau pembuluh darah, itu juga membatalkan puasa, karena zat yang dimasukkan mengalir bersama darah, dan sampai ke perut, sehingga memberikan pengaruh terhadap badan sebagaimana berpengaruhnya makanan dan minuman. Hal itu sebagaimana jika ia menelan butir obat-obatan yang menyebabkan puasanya batal, maka demikian pula jika ia menerima obat yang dimasukkan ke tubuhnya melalui suntikan, itupun berpengaruh terhadap puasanya.

Adapun suntikan (tidak mengandung nutrisi makanan-pen) yang dimasukkan melalui otot (bukan pembuluh darah) maka ada sebagian ulama’ yang memberikan keringanan dalam hal tersebut.

 

(Diterjemahkan dari : Al Muntaqa min Fatawa Fadhilati Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan, Maktabah Al Furqon, Cetakan ke-2, 1426 H/2005 M, Hlm. 363)

 

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/FzX5k

About Team KlikUK

Check Also

gencatan senjata

Ringkasan Fikih Islam : Hukum Membai’at Dua Pemimpin

Hukum Membai’at Dua Pemimpin عَنْ أَبِي سَعِيْدِ الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ...