Home / Akidah Akhlaq / Fatwa : Tidak Boleh Menghilangkan Sihir dengan Sihir Serupa

Fatwa : Tidak Boleh Menghilangkan Sihir dengan Sihir Serupa

FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA
JILID 1 TENTANG AQIDAH
Disusun oleh: ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY

Tidak Boleh Menghilangkan Sihir dengan Sihir serupa

Pertanyaan kedua dari fatwa nomor: 6285

Pertanyaan: Salah seorang akhwat mengirim surat pertanyaan kepada istriku yang isinya bahwa ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tersihir, tidaklah lepas sihir dari beliau kecuali tatkala Malaikat Jibril datang kepadanya dan memberitahunya tentang apa yang terjadi pada dirinya. Sebagaimana hal itu diriwayatkan secara shahih. Jadi, apabila ada yang terkena sihir, maka boleh menghilangkannya dengan sihir serupa (ini adalah pernyataan wanita yang bertanya tadi). Ia mengatakan: inilah yang saya fahami dari apa yang aku baca tentang tafsir surat al-Falaq dalam tafsir Ibnu Katsir. Mohon penjelasan yang benar bagaimana?

Jawaban: Tidak boleh menghilangkan sihir dengan sihir serupa. Bagi yang terkena sihir, hendaknya mengobati dengan obat-obat syari berupa ruqyah dengan al-Quran dan dengan menggunakan obat-obatan yang mubah. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam:

تداووا، ولا تتداووا بحرام، فإن الله ما أنزل داء إلا أنزل له دواء

“Berobatlah kalian, dan jangan berobat dengan yang haram karena sesungguhnya tidaklah Allah menurunkan penyakit melainkan juga menurunkan obatnya.”

Demikian pula diperbolehkan baginya, menghilangkan sihir tersebut dengan membuang apa yang digunakan untuk menyihirnya, sebagaimana dilakukan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam apabila mengetahui tempatnya.
Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa

Ketua : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Wakil Ketua : Abdurrazzaq Afifi
Anggota : Abdullah bin Ghudayan
Anggota : Abdullah bin Quud

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs www.dorar.net atau mauqiu ad-durar as-saniyah).

السؤال الثاني من الفتوى رقم 6285

س2 : أرسلت إحدى الأخوات إلى زوجتي بسؤال أنه لما سحر رسول الله صلى الله عليه وسلم لم ينفك السحر عنه إلا عندما جاءه جبريل عليه السلام وأخبره بما كان، كما هو ثابت وصحيح إذا لما أحد يعمل له عمل يجوز أن يفكه (هذا كلام الأخت السائلة) وتقول: إن هذا هو الذي فهمته عند قراءتها لتفسير سورة الفلق في ابن كثير، أرجو توضيح الصواب.

ج2 : لا يجوز حل السحر بسحر مثله، وينبغي لمن أصيب بسحر أن يتعالج بالأدوية الشرعية من الرقية بالقرآن واستعمال الأدوية والعقاقير المباحة؛ لقول النبي صلى الله عليه وسلم: تداووا، ولا تتداووا بحرام، فإن الله ما أنزل داء إلا أنزل له دواء. وكذلك له أن يفكه باستخراج ما سحر فيه، كما فعل النبي صلى الله عليه وسلم إذا عرف مكانه.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو : عبد الله بن قعود

عضو : عبد الله بن غديان

نائب رئيس اللجنة : عبد الرزاق عفيفي

الرئيس : عبد العزيز بن عبد الله بن باز

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/WV1nL

About klikUK.com

Check Also

wali_Allah_wali_setan

Puasa ‘Asyura Ternyata Bukan Tanggal 10, Bagaimana..?

Hukum Puasa yang Ternyata Bukan Tanggal 10 Pertanyaan: Barangsiapa berpuasa pada tanggal 9 dan 10 ...