Home / Akidah Akhlaq / Fatwa : Tawakal Yang Benar

Fatwa : Tawakal Yang Benar

Tawakal
Hadits Ikat Ontamu dan Bertawakallah (kepada Allah)
Fatwa nomor: 598

Pertanyaan:

Sesungguhnya sekelompok dari para penuntut ilmu menetapkan (hukum shahih) atas mereka dalam bacaan mereka pada hadits orang badui arab datang kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu bertanya: “Aku ikat atukah aku bertawakal saja?” Beliau bersabda: “Ikatlah ontamu dan bertawakallah kepada Allah”. Tetapi sebagian manusia mengatakan bahwa hadits ini tidak tsabit (tidak shahih). Mohon penjelasan, apakah hadits tersebut shahih ataukah tidak.?

Jawaban:

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dalam sunannya dari jalur Anas radhiyallahu ‘anhu berkata: “Seorang laki-laki berkata: ‘Wahai Rasulullah, apakah saya mengikatnya dan bertawakal ataukah saya biarkan dan cukup dengan bertawakal saja?’ Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Talilah dan bertawakallah’. Kemudian at-Tirmidzi menyebutkan dari Yahya bin Sa’id al-Qhaththan bahwasanya ia berkata: ‘Di sisi kami hadits ini adalah hadits mungkar.’ Kemudian at-Tirmidzi berkata: ‘Hadits dari hadits Anas ini gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari jalan ini. At-Tirmidzi berkata: ‘Sungguh telah diriwayatkan dari Amr bin Umayyah adh-Dhamari dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mirip dengan hadits ini. Al-Hafidh al-Haitsami telah menyebutkan dalam kitabnya (Majmu’ulfawa’id wamanba’ulfawaid), pada juz kesepuluh dari kitab tersebut -dengan judul bab ikatlah dan berwakallah- yaitu hadits yang diisyaratkan oleh at-Tirmidzi, ia berkata: ‘dari Amr bin Umayyah bahwasanya ia berkata: ‘Wahai Rasulullah, apakah saya lepaskan onta saya dan bertawakal.? Maka Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Bahkan ikatlah dan bertawakallah.’ Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dengan dua isnad pada salah satunya terdapat Amr bin Abdullah bin Umayyah adh-Dhamari, saya tidak mengenalnya, sedangkan sisa perawinya lainnya adalah tsiqah. Beliau juga menyebutkan pada juz sepuluh -dengan judul bab tawakal; ikatlah dan bertawakallah- sebagai berikut: dari Amr bin Umayyah adh-Dhamari bahwasanya ia berkata: ‘Wahai Rasulullah, apakah saya biarkah onta saya dan (cukup dengan) saya bertawakal?’ Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Bahkan ikatlah dan bertawakallah.’ Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dari berbagai jalur periwayatan, para perawi dalam salah satu jalur tersebut adalah para perawi shahih kecuali Ya’qub bin Abdullah bin Amr bin Umayyah, dia adalah tsiqah.
As-Suyuthi menyebutkan pada huruf hamzah dari kitabnya (al-Jami’ushshaghir) hadits yang diriwayatkan at-Tirmidzi, beliau memberi rumuz pada hadits tersebut dengan tanda bahwa hadits tersebut dhaif.

Kesimpulannya: Bahwa hadits ini diperbincangkan (shahih atau tidaknya), tetapi (meskipun demikian) maknanya shahih, karena telah ditetapkan dalam kitab dan sunah shahihah anjuran agar mengambil sebab bersamaan dengan tawakal kepada Allah. Barangsiapa mengambil sebab dan bersandar kepadanya saja serta meninggalkan tawakal kepada Allah maka ia adalah orang yang menyekutukan Allah. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah tetapi meninggalkan sebab maka ia adalah orang yang bodoh, lengah dan salah. Yang dikehendaki syariat adalah menggabungkan keduanya.
Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa
Wakil Ketua : Abdurrazaq Afifi
Anggota : Abdullah bin Ghudayan
Anggota : Abdullah bin Mani’

FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA’
JILID 1 TENTANG AQIDAH
Disusun oleh: ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs www.dorar.net atau mauqi’u ad-durar as-saniyah).

التوكل

حديث اعقل ناقتك وتوكل

فتوى رقم 598

س: إن جماعة من طلبة العلم مر عليهم في قراءتهم في حديث أن أعرابيا جاء إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال: أعقل وإلا أتوكل؟ قال: “اعقل ناقتك وتوكل على الله”، لكن قال أناس إن هذا الحديث ليس بثابت، أرجو الإفادة، هل هو صحيح أم لا؟

ج: روى الترمذي في سننه من طريق أنس رضي الله عنه قال: قال رجل: يا رسول الله, أعقلها وأتوكل أو أطلقها وأتوكل؟ قال صلى الله عليه وسلم: اعقلها وتوكل ثم ذكر الترمذي عن يحيى بن سعيد القطان أنه قال: وهذا عندي حديث منكر, ثم قال الترمذي: وهذا غريب من حديث أنس لا نعرفه إلا من هذا الوجه, قال الترمذي: وقد روي عن عمرو بن أمية الضمري عن النبي صلى الله عليه وسلم نحو هذا. وقد ذكر الحافظ الهيثمي في كتابه [مجمع الزوائد ومنبع الفوائد], في الجزء العاشر منه- تحت عنوان: باب قيدها وتوكل- الحديث الذي أشار إليه الترمذي, فقال: عن عمرو بن أمية أنه قال: يا رسول الله, أرسل راحلتي وأتوكل؟ فقال النبي صلى الله عليه وسلم: بل قيدها وتوكل رواه الطبراني بإسنادين في أحدهما: عمرو بن عبد الله بن أمية الضمري, ولم أعرفه, وبقية رجاله ثقات. وذكر في الجزء العاشر أيضا- تحت ترجمة: باب التوكل وقيدها وتوكل- ما يأتي:

عن عمرو بن أمية الضمري أنه قال: يا رسول الله, أرسل راحلتي وأتوكل؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: بل قيدها وتوكل رواه الطبراني من طرق, ورجال أحدها رجال الصحيح غير يعقوب بن عبد الله بن عمرو بن أمية وهو ثقة.

وذكر السيوطي في حرف الهمزة من كتابه [الجامع الصغير]- الحديث رواه الترمذي, ورمز له بعلامة الضعف.

وخلاصة القول: أن في الحديث مقالا ولكن معناه صحيح، لأنه قد ثبت في الكتاب والسنة الصحيحة الحث على الأخذ بالأسباب مع التوكل على الله, فمن أخذ بالأسباب واعتمدها فقط وألغى التوكل على الله فهو مشرك, ومن توكل على الله وألغى الأسباب فهو جاهل مفرط مخطئ, والمطلوب شرعا هو الجمع بينهما.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو عضو نائب رئيس اللجنة

عبد الله بن منيع عبد الله بن غديان عبد الرزاق عفيفي

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/iBcA4

About klikUK.com

Check Also

wpid-safar8965190815861218629.jpeg

Hikmah bulan Shafar -1

15 Faidah Tentang Bulan Shafar Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid Segala puji untuk Allah, shalawat dan ...