Home / Akidah Akhlaq / Fatwa Ramadhan : Tatacara Berbuka Dalam Pesawat

Fatwa Ramadhan : Tatacara Berbuka Dalam Pesawat

Foto-Ilustrasi

Pertanyaan kedua dari fatwa nomor 1693

Pertanyaan:

Orang yang berpuasa apabila berada di pesawat dapat mengetahui waktu berbuka puasa dengan menggunakan jam dan telepon di negara terdekat dengannya. Apakah ia boleh berbuka ataukah tidak.? Perlu diketahui bahwasanya ia masih melihat matahari disebabkan pesawatnya tinggi. Kemudian bagaimana hukum apabila ia berbuka di suatu negara lalu pesawat mengudara lagi sehingga ia melihat matahari?

Jawaban:

Apabila orang berpuasa berada di pesawat mengetahui waktu berbuka puasa dengan menggunakan jam dan telepon di negara terdekat dengannya sedangkan ia masih melihat matahari disebabkan pesawatnya berada pada ketinggian maka ia tidak boleh berbuka, karena Allah Ta’ala berfirman:

ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

“Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam” 1

tujuan ayat ini belum terwujud selama ia masih melihat matahari. Apabila ia berbuka di negara tersebut setelah selesai siang lalu pesawat terbang kemudian melihat matahari, maka ia tetap dalam kondisi berbuka karena hukumnya hukum negara yang ia bertolak darinya dan sudah selesai siang saat ia berada di sana.

Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa

Ketua              : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Wakil Ketua    : Abdurrazaq ‘Afifi

Anggota          : Abdullah bin Quud

 

السؤال الثاني من الفتوى رقم 1693

س2: الصائم إذا كان في الطائرة واطلع بواسطة الساعة وبالتليفون عن إفطار البلد القريب منه فهل له الإفطار؟ علماً بأنه يرى الشمس بسبب ارتفاع الطائرة أم لا؟ ثم كيف الحكم إذا أفطر بالبلد ثم أقلعت به الطائرة فرأى الشمس؟

ج2: إذا كان الصائم في الطائرة واطلع بواسطة الساعة والتليفون عن إفطار البلد القريبة منه وهو يرى الشمس بسبب ارتفاع الطائرة فليس له أن يفطر؛ لأن الله تعالى قال: {ثم أتموا الصيام إلى الليل}([1])، وهذه الغاية لم تتحقق في حقه مادام  يرى الشمس. وأما إذا أفطر بالبلد بعد انتهاء النهار في حقه فأقلعت الطائرة ثم رأى الشمس فإنه يستمر مفطراً؛ لأن حكمه حكم البلد التي أقلع منها وقد انتهى النهار وهو فيها.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

                  الرئيس                  نائب رئيس اللجنة             عضو                 عضو

عبد الله بن قعود       عبد الله بن غديان     عبد الرزاق عفيفي     عبد العزيز بن عبد الله بن باز

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ jilid 10 tentang zakat dan puasa yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy).

([1]) سورة البقرة الآية 187.

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/fBR4h

About klikUK.com

Check Also

wpid-fb_img_15237576133111880934809.jpg

Hikmah bulan Shafar -5

15 Faidah Tentang Bulan Shafar (5) Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid 9. Tathayyur (merasa sial dengan ...