Home / Akidah Akhlaq / Fatwa Ramadhan : Sakit TBC Sehingga Tidak Mampu Puasa

Fatwa Ramadhan : Sakit TBC Sehingga Tidak Mampu Puasa

Hukum Orang Sakit TBC yang Tidak Mampu Berpuasa

Pertanyaan pertama dari fatwa nomor 1528

Pertanyaan: Ada orang sakit TBC dan berat baginya puasa ramadhan. Ia telah berbuka/tidak puasa pada ramadhan tahun lalu. Apakah wajib baginya membayar fidyah dengan memberi makan ataukah tidak? Perlu diketahui bahwa sakitnya dipredeksikan tidak akan sembuh karena tidaklah ia diobati kecuali beberapa waktu singkat. Hanya satu bulan ia keluar dari tempat tinggalnya, dari desa menuju ke kota, tetapi kemudian ia mengalami kesulitan di kota tersebut sehingga ia pun keluar dari kota (kembali pulang).

Jawaban: Apabila orang sakit tersebut tidak kuat puasa ramadhan dan diprediksikan tidak akan sembuh sakitnya maka gugur darinya kewajiban berpuasa. Sebagai ganti, wajib baginya memberi makan satu orang miskin tiap hari yang ia berbuka padanya berupa setengan sha’ gandum atau kurma atau beras atau makanan pokok lainnya yang biasa dimakan keluarganya sesuai kemampuannya. Hukumnya seperti kakek dan nenek lanjut usia yang kesulitan melaksnakan puasa.

Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa
Ketua : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Wakil Ketua : Abdurrazaq ‘Afifi
Anggota : Abdullah bin Ghudayan

السؤال الأول من الفتوى رقم (1528)

س1: فيه مريض بمرض السل ويشق عليه الصوم في رمضان وقد أفطر رمضان الماضي هل عليه إطعام أولاً؟ علماً بأنه لايرجى برؤه وهو لايعالج إلا مدة يسيرة كشهر ينزل من مسكنه بالبادية إلى البلد ومن ثم يضيق في البلد ويخرج.

ج1: إذا كان هذا المريض لايقوى على صيام رمضان وكان لايرجى برؤه سقط عنه الصيام، ووجب عليه أن يطعم عن كل يوم أفطره مسكيناً، يعطيه نصف صاع من بر أو تمر أو أرز أونحو ذلك مما اعتاد أهله أن يأكلوه من الطعام، مع القدرة على ذلك كالشيخ الكبير والعجوز الكبيرة اللذين يشق عليهما الصوم.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو نائب رئيس اللجنة الرئيس

عبدالله بن غديان عبد الرزاق عفيفي عبد العزيز بن عبد الله بن باز

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ jilid 10 tentang zakat dan puasa yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy).

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/RgKw9

About klikUK.com

Check Also

wpid-img_20180611_1744155764868026292960762.jpg

Fatwa Ramadhan : Haruskah Tetap Puasa ketika Safar..?

Makna Hadits Orang yang Berpuasa dapat Satu Pahala dan Orang yang Berbuka dapat Dua Pahala ...