Home / Akidah Akhlaq / Fatwa Ramadhan : Haruskah Tetap Puasa ketika Safar..?

Fatwa Ramadhan : Haruskah Tetap Puasa ketika Safar..?

Makna Hadits Orang yang Berpuasa dapat Satu Pahala dan Orang yang Berbuka dapat Dua Pahala

Pertanyaan kedua dari fatwa nomor 10568
Pertanyaan:

Apa makna sabda Rasulullah ‘alahissalam: barangsiapa berpuasa maka ia mendapat satu pahala dan barangsiapa berbuka maka ia mendapat dua pahala?

Jawaban:

Hadits yang terkenal dalam masalah ini adalah hadits riwayat Imam Muslim dalam kitab shahihnya dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Dahulu kami pernah bersama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dalam safar. Di antara kami ada yang berpuasa dan ada juga yang berbuka. Anas berkata lagi: lalu kami singgah di suatu tempat pada hari yang panas sekali. Kebanyakan kami yang bisa berlindung dari terik matahari adalah yang memakai pakaian lengkap. Di antara kami ada juga yang hanya bisa berlindung dari matahari dengan tangannya. Anas berkata lagi: orang-orang yang berpuasa berjatuhan (karena lemah) sedangkan orang-orang yang berbuka masih bisa tegak berdiri. Mereka mendirikan tenda-tenda dan memberi minum unta-unta. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda:

ذهب المفطرون اليوم بالأجر

“Orang-orang yang tidak berpuasa pada hari ini mendapat pahala.”

Dalam riwayat Imam Muslim yang lain dari Anas juga bahwa ia berkata: Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam safar. Sebagian sahabat yang ikut safar berpuasa dan sebagian berbuka. Orang-orang yang berbuka bersemangat sehingga mereka bekerja dan orang-orang yang berbuka lemah tidak bisa mengerjakan sebagian pekerjaan. Anas berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang hal itu:

ذهب المفطرون اليوم بالأجر

“Orang-orang yang tidak berpuasa pada hari ini mendapat pahala.”

Makna dua hadits ini sudah jelas yaitu menjelaskan bahwa mengambil rukhshah berbuka dalam safar ketika mengalami kesulitan dan cuaca sangat panas adalah lebih baik daripada berpuasa. Adapun hadits yang anda sebutkan, kami tidak mengetahui asalnya.

Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa
Ketua : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Wakil Ketua : Abdurrazaq ‘Afifi
Anggota : Abdullah bin Ghudayan

السؤال الثاني من الفتوى رقم (10568)

س2: ما معنى قول الرسول عليه السلام: (من صام فله أجر ومن أفطر له أجران)؟

ج2: الحديث المعروف في هذا ما رواه مسلم في صحيحه عن أنس رضي الله عنه قال: (كنا مع النبي صلى الله عليه وسلم في السفر فمِنَّا الصائم ومنا المفطر، قال: فنزلنا منزلاً في يوم حار، أكثرنا ظلاً صاحب الكساء، ومنا من يتقي الشمس بيده، قال: فسقط الصوام وقام المفطرون فضربوا الأبنية وسقوا الركاب فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «ذهب المفطرون اليوم بالأجر»)، وفي رواية أخرى لمسلم عنه قال: (كان رسول الله صلى الله عليه وسلم في سفر فصام بعض وأفطر بعض، فتحزم المفطرون وعملوا، وضعف الصائمون عن بعض العمل، قال: فقال في ذلك: «ذهب المفطرون اليوم بالأجر» ومعنى الحديثين واضح والقصد بيان أن الأخذ برخصة الفطر في السفر عند المشقة وشدة الحر خير من الأخذ بالعزيمة وهو الصوم. أما الحديث الذي ذكرته فلا نعلم له أصلاً.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو نائب رئيس اللجنة الرئيس

عبدالله بن غديان عبد الرزاق عفيفي عبد العزيز بن عبد الله بن باز

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ jilid 10 tentang zakat dan puasa yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy).

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/58FNa

About klikUK.com

Check Also

wpid-img_20181013_2111556739777229694311708.jpg

Hikmah Bulan Shafar -2

15 Faidah Tentang Bulan Shafar (2) Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid 3. Orang-orang Arab zaman dahulu ...