Home / Brankas / Fatwa : Merubah Laki-laki menjadi Perempuan dan Sebaliknya

Fatwa : Merubah Laki-laki menjadi Perempuan dan Sebaliknya

 extra_clean_water_cs9_premium_photography-t2

FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA’

JILID 1 TENTANG AQIDAH

Disusun oleh: ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY

تحول الذكر إلى أنثى والأنثى إلى ذكر

السؤال الأول من الفتوى رقم 1542

س1: نشاهد ونقرأ في بعض الصحف العربية عن عمليات يقوم بها بعض الأطباء في أوروبا يتحول بها الذكر إلى أنثى والأنثى إلى ذكر فهل ذلك صحيح, ألا يعتبر ذلك تدخلا في شئون الخالق الذي انفرد بالخلق والتصوير؟ وما رأي الإسلام في ذلك؟

جـ1: لا يقدر أحد من المخلوقين أن يحول الذكر إلى أنثى ولا الأنثى إلى ذكر, وليس ذلك من شئونهم ولا في حدود طاقتهم مهما بلغوا من العلم بالمادة ومعرفة خواصها, إنما ذلك إلى الله وحده, قال تعالى: لله ملك السماوات والأرض يخلق ما يشاء يهب لمن يشاء إناثا ويهب لمن يشاء الذكور أو يزوجهم ذكرانا وإناثا ويجعل من يشاء عقيما إنه عليم قدير فأخبر سبحانه في صدر الآية بأنه وحده هو الذي يملك ذلك ويختص به, وختم الآية ببيان أصل ذلك الاختصاص, وهو: كمال علمه وقدرته, ولكن قد يشتبه أمر المولود فلا يدرى أذكر هو أم أنثى, وقد يظهر في بادىء الأمر أنثى،وهو في الحقيقة ذكر أو بالعكس, ويزول الإشكال في الغالب وتبدو الحقيقة واضحة عند البلوغ فيعمل له الأطباء عملية جراحية تتناسب مع واقعه من ذكورة أو أنوثة, وقد لا يحتاج إلى شق ولا جراحة, فما يقوم به الأطباء في مثل هذه الأحوال إنما هو كشف عن واقع حال المولود بما يجرونه من عمليات جراحية, لا تحويل الذكر إلى أنثى ولا الأنثى إلى ذكر, وبهذا يعرف أنهم لم يتدخلوا فيما هو من شأن الله إنما كشفوا للناس عما هو من خلق الله, والله أعلم.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

الرئيس : عبد العزيز بن عبد الله بن باز

نائب    : رئيس اللجنة عبد الرزاق عفيفي

عضو    : عبد الله بن غديان

عضو    : عبد الله بن قعود

 

(Operasi) Merubah laki-laki menjadi perempuan dan perempuan menjadi laki-laki

Pertanyaan pertama dari fatwa nomor 1542:

Soal: Kami menyaksikan dan membaca surat kabar arab tentang praktek (operasi) yang dilakukan sebagian dokter di Eropa merubah laki-laki menjadi perempuan dan perempuan menjadi laki-laki, apakah dibenarkan? Bukankah perkara ini hak khusus Allah dalam mencipta dan membentuk rupa? Apa pandangan Islam dalam perkara ini?

Jawab: Tidak ada satu makhluk pun yang mampu merubah laki-laki menjadi perempuan dan perempuan menjadi laki-laki, ini bukan wilayah kekuasaan makhluk dan kemampuan mereka tidak akan menjangkaunya meskipun telah sampai pada ilmu tentang materi tersebut dan mengetahui rincian-rinciannya, urusan itu kembali kepada Allah semata, Allah ta’ala berfirman:

لله ملك السماوات والأرض يخلق ما يشاء يهب لمن يشاء إناثا ويهب لمن يشاء الذكور أو يزوجهم ذكرانا وإناثا ويجعل من يشاء عقيما إنه عليم

“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberi anak-anak laki-laki kepada yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa”.

Allah subhanahu wata’ala mengabarkan dalam pertengahan ayat bahwasanya hanya Dia semata yang memilki hal itu (menciptkan laki-laki atau perempuan) dan mengkhususkan hanya bagi-Nya, dan Dia mengakhiri ayat dengan keterangan sebab kekhususan-Nya dalam perkara ini, yaitu karena kesempurnaan ilmu dan kekuasaan-Nya. Tetapi terkadang kondisi bayi tidak jelas apakah laki-laki ataukah perempuan, terkadang nampak pada awalnya adalah perempuan tetapi sebenarnya laki-laki atau sebaliknya, pada kebanyakan kasus masalah ini akan hilang dan diketahui hakikat sebenarnya ketika mencapai usia baligh sehingga dokter mengoperasi sesuai jenis kelaminya apakah laki-laki atau perempuan, terkadang tidak diperlukan pembelahan maupun operasi. Apa yang dilakukan dokter seperti dalam kondisi ini hanya untuk menyingkap hakikat sebenarnya dari jenis kelamin bayi dengan dioperasi, bukan mengubah dari laki-laki menjadi perempuan dan perempuan menjadi laki-laki, maka diketahui mereka tidak masuk dalam urusan khusus hak Allah, mereka hanya menyingkap untuk manusia apa yang diciptakan Allah. Wallahu a’lam.

Wabillahittaufiq, washallallahu ‘ala nabiyina muhammad wa alihi wasallam.

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa

 Ketua              : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Wakil ketua     : Abdurrazaq ‘Afifi

Anggota         : Abdullah bin Qu’ud

Anggota          : Abdullah bin Ghudayan

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs www.dorar.net atau mauqi’u ad-durar as-saniyah).

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/65Wap

About klikUK.com

Check Also

lampu-pemimpin

Ringkasan Fikih Islam : Keutamaan Penguasa yang Adil dan Ancaman bagi Penguasa yang Zalim

Keutamaan Penguasa yang Adil dan Ancaman bagi Penguasa yang Zalim Firman Allah Subhanahu Wata’ala : ...