Home / Brankas / Fatwa : Keyakinan Yang Salah Tentang Anak

Fatwa : Keyakinan Yang Salah Tentang Anak

coloured_fresh_fruits-t2
FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA’

JILID 1 TENTANG AQIDAH

Disusun oleh: ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY

الاعتقاد بأن الولد من عطاء المرشد

السؤال الرابع من الفتوى رقم 189

س 4: هذا الولد من عطاء المرشد, وهذا الذي يزيد في الرزق وينقص, ما الحكم في هذا الاعتقاد؟

جـ 4: من اعتقد أن الولد من عطاء غير الله،وأن أحدا سوى الله يزيد في الرزق وينقص منه،فهو مشرك شركا أشد من شرك العرب وغيرهم في الجاهلية, فإن العرب ونحوهم كانوا في جاهليتهم إذا سئلوا عمن يرزقهم من السماء والأرض،وعمن يخرج الحي من الميت،ويخرج الميت من الحي, قالوا: الله, وإنما عبدوا آلهتهم الباطلة لزعمهم أنها تقربهم إلى الله زلفى, قال الله تعالى: قل من يرزقكم من السماء والأرض أمن يملك السمع والأبصار ومن يخرج الحي من الميت ويخرج الميت من الحي ومن يدبر الأمر فسيقولون الله فقل أفلا تتقون وقال: والذين اتخذوا من دونه أولياء ما نعبدهم إلا ليقربونا إلى الله زلفى إن الله يحكم بينهم في ما هم فيه يختلفون إن الله لا يهدي من هو كاذب كفار وقال: أمن هذا الذي يرزقكم إن أمسك رزقه وثبت في السنة أن العطاء والمنع إلى الله وحده, من ذلك ما رواه البخاري في باب الذكر بعد الصلاة من صحيحه أن ورادا كاتب المغيرة بن شعبة قال: أملى علي المغيرة بن شعبة في كتاب إلى معاوية أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يقول في دبر كل صلاة مكتوبة: “لا إله إلا الله وحده لا شريك له, له الملك وله الحمد, وهو على كل شيء قدير, اللهم لا مانع لما أعطيت, ولا معطي لما منعت, ولا ينفع ذا الجد منك الجد” لكن قد يعطي الله عبده ذرية ويوسع له في رزقه بدعائه إياه ولجئه إليه وحده كما هو واضح في سورة إبراهيم من دعاء إبراهيم الخليل ربه وإجابة الله دعاءه, وفي سورة مريم والأنبياء وغيرهما من دعاء زكريا ربه وإجابته دعاءه, وكما ثبت عن أنس رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: “من سره أن يبسط له في رزقه وينسأ له في أجله, فليصل رحمه رواه البخاري ومسلم في صحيحيهما والله أعلم.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

نائب رئيس اللجنة         : عبد الرزاق عفيفي

عضو                        : عبد الله بن منيع

عضو                        : عبد الله بن غديان


Keyakinan bahwa anak merupakan pemberian dari Mursyid (pembimbing spiritual)

 Pertanyaan keempat dari fatwa nomor 189:

Soal: Anak ini merupakan pemberian dari Mursyid (pembimbing spiritual), anak inilah yang menambah dan mengurangi rizki, apa hukum keyakinan seperti ini?

Jawab: Barangsiapa yang meyakini bahwa anak merupakan pemberian dari selain Allah, dan bahwa seseorang selain Allah bisa menambah dan mengurangi rizkinya, maka ia musyrik (orang yang berbuat syirik) dengan bentuk kesyirikan lebih parah daripada kesyirikan bangsa Arab dan selain mereka dalam masa jahiliyah karena orang-orang Arab dan yang seperti mereka pada masa jahiliyah ketika ditanya siapa yang memberi rizki mereka dari langit dan bumi, dan siapa yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, mereka mengatakan: Allah, mereka menyembah Tuhan-Tuhan mereka yang batil karena menyangka bisa mendekatkan kepada Allah sedekat-dekatnya. Allah ta’ala berfirman:

قل من يرزقكم من السماء والأرض أمن يملك السمع والأبصار ومن يخرج الحي من الميت ويخرج الميت من الحي ومن يدبر الأمر فسيقولون الله فقل أفلا تتقون

“Katakanlah: “Siapakah yang memberi rizki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan? Maka mereka akan menjawab: “Allah.” Maka katakanlah: “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?”

والذين اتخذوا من دونه أولياء ما نعبدهم إلا ليقربونا إلى الله زلفى إن الله يحكم بينهم في ما هم فيه يختلفون إن الله لا يهدي من هو كاذب كفار

“Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” Sesungguhnya Allah akan memutuskan diantara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.

أمن هذا الذي يرزقكم إن أمسك رزقه

“Atau siapakah dia yang memberi kamu rezki jika Allah menahan rezki-Nya?”.

Telah tetap dalam sunah (hadits) Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa pemberian dan penahanan (rezki) dikembalikan kepada Allah saja, diantaranya hadits yang diriwayatkan Bukhari dalam bab dzikir setelah shalat dari kitab shahihnya bahwa Warada sekretaris Al-Mughirah bin Syu’bah berkata: “Al-Mughirah bin Syu’bah memintaku menulis surat untuk Mu’awiyah bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa membaca dzikir pada setiap selesai shalat wajib:

لا إله إلا الله وحده لا شريك له, له الملك وله الحمد, وهو على كل شيء قدير, اللهم لا مانع لما أعطيت, ولا معطي لما منعت, ولا ينفع ذا الجد منك الجد

“Tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah saja yang tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang bisa menahan apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang mampu memberi apa-apa yang Engkau tahan, dan tidak ada manfaat kekayaan orang yang kaya dihadapan-Mu sedikitpun.”

Tetapi terkadang Allah memberi hamba-Nya keturunan dan meluaskan rezkinya dengan sebab do’a hamba kepada-Nya dan menyandarkan diri kepada-Nya semata sebagaimana jelas sekali dalam surat Ibrahim yaitu do’a Nabi Ibrahim kekasih Allah kepada Rabb-nya dan pengabulan do’a tersebut, dan di surat Maryam, Al-Anbiya’ dan selain keduanya berupa do’a Nabi Zakariya kepada Rabb-nya dan pengabulan do’a tersebut. Telah tetap pula hadits dari Anas radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi asallam bersabda:

من سره أن يبسط له في رزقه وينسأ له في أجله, فليصل رحمه

“Barangsiapa yang senang dibentangkan (diluaskan) rezkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahim” (HR. Bukhari dan Muslim). Wallahu a’lam.

Wabillahittaufiq, washallallahu ‘ala nabiyina muhammad wa alihi washahbihi wasallam.

 

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa

 Wakil ketua                                         Anggota                                              Anggota

 

Abdurrazaq ‘Afifi                               Abdullah bin Ghudayan                     Abdullah bin Mani’

 

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs www.dorar.net atau mauqi’u ad-durar as-saniyah).

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/EXF74

About klikUK.com

Check Also

lampu-pemimpin

Ringkasan Fikih Islam : Keutamaan Penguasa yang Adil dan Ancaman bagi Penguasa yang Zalim

Keutamaan Penguasa yang Adil dan Ancaman bagi Penguasa yang Zalim Firman Allah Subhanahu Wata’ala : ...