Home / Akidah Akhlaq / Fatwa : Karamah Bisa Berjalan di Atas Air

Fatwa : Karamah Bisa Berjalan di Atas Air

FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA
JILID 1 TENTANG AQIDAH
Disusun oleh: ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY

Karamah Bisa Bejalan di atas Air
Pertanyaan kedua dari fatwa nomor: 5566
Pertanyaan:

Saya telah membaca kitab al-Mughni karangan Ibnu Qudamah dan tercengang dengan apa yang saya lihat pada kitab tersebut berupa perbedaan pendapat pada suatu masalah yang tidak ada faidahnya. Sungguh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah memperingatkan kita agar menjauhi dari perkara ini dengan sabda beliau: “Sungguh telah celaka orang sebelum kalian disebabkan banyaknya pertanyaan mereka.” meskipun benar bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Perbedaan pendapat di antara umatku adalah rahmat.” akan tetapi perbedaan tersebut bukanlah perbedaan yang kita lihat pada masa kita sekarang dalam kitab-kitab fiqih.

Bacalah halaman 7 dari kitab al-Mughni dengan judul kejadian yang termasuk karamah beliau. Tatkala saya membaca kisah ini, saya merasa seakan membaca kisah hikayat dari India atau kisah Alauddin dalam kitab seribu satu malam. Syaikh (Ibnu Qudamah) melakukan sesuatu seperti yang dilakukan oleh para pembesar sahabat Rasulullah yaitu berjalan di atas air. Ini adalah dongeng orang-orang yang terdahulu. Bagaimana diperbolehkan menyebarkan kitab ini di bawah pimpinan kantor pembahasan ilmiyah dan fatwa serta kantor dakwah dan penyuluhan? Kisah seperti ini akan menghantarkan manusia kepada perbuatan syirik kepada Allah. Saya mohon anda membuang/menghapus kisah tersebut dari kitab itu.

Jawaban:

Pertama: Apa yang anda sampaikan dalam soal anda tentang terjadinya perbedaan pendapat dalam masalah-masalah fiqhiyah bukanlah hal yang aneh. Hal ini karena termasuk sunatullah yang berjalan pada manusia bahwa Dia menjadikan mereka berbeda-beda dalam pengetahuan, akal dan kemampuan dalam menelaah dalil-dalil samiyyah dan dalam pengetahuan mereka tentang rahasia alam semesta dan sunatullah yang ada padanya (alam semseta).

Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila manusia berbeda pendapat dalam masalah ilmu-ilmu syariat dan masalah pengetahuan alam semesta yang didasarkan kepada dalil akal maupun dalil sami (al-quran dan al-Hadits). Bahkan hikmah ilahiyah menuntut hal tersebut. Demikian juga perbedaan dalam ciptaan dan pemberian. Maka tidak selayaknya anda mengingkari perbedaan-perbedaan ini. Yang diingkari adalah apabila seseorang berkata tanpa ilmu atau mengikuti hawa nafsu atau maksiat dengan taqlid terhadap suatu pendapat (yang menyelisihi kebenaran) seseorang dalam madzhabnya.

Adapun seorang yang meneliti dalil kauniyah dan samiyah ijtihadiyah secara adil untuk mencari kebenaran maka ia terpuji baik ia benar maupun salah. Apabila benar maka ia mendapat dua pahala yaitu pahala ijtihadnya dan pahala hasil ijtihadnya benar. Apabila ia salah maka ia diampuni dan mendapat satu pahala yaitu pahala ijtihadnya.

Kedua: Apa yang anda sampaikan dalam pertanyaan anda berupa karamah berjalan di atas air, maka itu bukan dalam kitab al-Mughni dan bukan perkataan Ibnu Qudamah, akan tetapi perkataan dari kitab biografi beliau dan dijadikan sebagai muqaddimah kitab al-Mughni untuk memperkenalkan Syaikh Ibnu Qudamah. Kemudian, anda belum membaca kritikan Abu Thahir dalam taliqnya terhadap kisah karamah tersebut, sehingga engkau dapat mengambil faidah darinya. Jangan mencela atas penyebaran kitab ini karena kitab ini bukan untuk diingkari dan bukan dongeng. Sungguh telah terjadi kejadian seperti itu pada sebagaian sahabat radhiyallahu anhum sebagai pemuliaan bagi mereka dan menampakkan keutamaan mereka karena keistiqamahan terhadap syariat Allah.
Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa

Ketua : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Wakil Ketua : Abdurrazaq Afifi
Anggota : Abdullah bin Ghudayan
Anggota : Abdullah bin Quud

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs www.dorar.net atau mauqiu ad-durar as-saniyah).

السؤال الثاني من الفتوى رقم 5566

س2: لقد أخذت كتاب [المغني] لابن قدامة وادهشت لما رأيت فيه من اختلاف عن مسألة لا بال لها لقد حذرنا الرسول صلى الله عليه وسلم أن نجتنب من هذا بقوله: قد هلك من كان قبلكم بكثرة مسائلهم وهو صحيح أن الرسول صلى الله عليه وسلم يقول: اختلاف أمتي رحمة لكن ليس باختلاف الذي رأيناه في عصرنا في كتب الفقه. اقرأ صفحة 7 من كتاب [المغني] بعنوان: “ذكر شيء من كرامته” حينما أقرأ هذه القطعة أشعر كأني أقرأ قصة أسطورية هندية أو قصة علاء الدين من كتاب [ألف ليلة وليلة]. هذا الشيخ فعل شيئا ما فعله الصحابة الكبار هو يمشي على الماء إن هذا من أساطير الأولين كيف يسمح بانتشار هذا الكتاب تحت رئاسة إدارات البحوث العلمية والإفتاء والدعوة والإرشاد، والقصة مثل هذا يهدي الإنسان إلى الشرك بالله أرجو منك أن تحذف هذه القطعة من هذا الكتاب.

ج2: أولا: ما ذكرته في سؤالك من وقوع خلاف في المسائل الفقهية ليس غريبا فإن من سنة الله في الناس أنه جعلهم مختلفين في مداركهم وعقولهم وفي إطلاعهم على الأدلة السمعية وإدراكهم لأسرار الكون وما أودعه الله فيه من سننه فلا عجب أن يختلفوا في مسائل العلوم الشرعية والكونية عقلا وسمعا، بل ذلك هو مقتضى الحكمة، واختلاف الخلق والمواهب فليس لك أن تستنكر ذلك لكن المنكر أن يتكلم الإنسان بجهل أو اتباعا للهوى أو بمعصية لرأي من تقلد مذهبه، أما من نظر في الأدلة الكونية والسمعية الاجتهادية بإنصاف مبتغيا الحق فهو محمود أصاب أم أخطأ فإن أصاب فله أجران أجر عن اجتهاده وأجر عن إصابته الحق وإن أخطأ فهو معذور وله أجر واحد عن اجتهاده.

ثانيا: ما ذكرته في سؤالك من كرامة المشي على الماء – ليس في [المغني] ولا من كلام ابن قدامة، وإنما هو من كلام من كتب ترجمة ابن قدامة وجعلها مقدمة للكتاب للتعريف بالشيخ، ثم إنك لم تقرأ نقد أبي طاهر في تعليقه على قصة الكرامة لتستفيد منه، ولا تعيب على من نشر الكتاب، ثم ذلك ليس بمستنكر وليس من الأساطير فقد وقع مثل ذلك لبعض الصحابة رضي الله عنهم؛ إكراما لهم، وإظهارا لفضلهم لاستقامتهم على شريعته.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو

عضو

نائب رئيس اللجنة

الرئيس

عبد الله بن قعود

عبد الله بن غديان

عبد الرزاق عفيفي

عبد العزيز بن عبد الله بن باز

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/pBHCp

About klikUK.com

Check Also

dikir

Fatwa : Meminta Pertolongan kepada Jin

Meminta Pertolongan kepada Jin Fatwa nomor: 1779 Pertanyaan: Apa hukum Islam terhadap orang yang meminta ...