Home / Brankas / Fatwa : Istighatsah Kepada Orang-orang yang Sudah Meninggal

Fatwa : Istighatsah Kepada Orang-orang yang Sudah Meninggal

new_york_8-t2


FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA’

JILID 1 TENTANG AQIDAH

Disusun oleh: ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY

الاستغاثة بالأموات ودعاءهم من دون الله أو مع الله شرك أكبر

فتوى رقم 4154

س: إن رجلا خطيب مسجد بإحدى قرى مصر التي نعيش فيها نحن, وهو من الصوفية والطريقة الشاذلية التي يسمونها على أنفسهم, وهذا الرجل يدعو الناس ويعلمهم التوسل بمخلوقات الله مثل: الأنبياء, والأولياء, ويدعوهم إلى زيارة الأضرحة (القباب), ويحل لهم الحلف بالنبي والولي والكفارة في هذا الحلف إذا حنث الحالف, ونحن جماعة من الجماعات الإسلامية ناظرناه في ذلك الخطأ الذي يفعله ويعلمه للناس ولكنه مصر على ذلك, ويستدل بأحاديث ضعيفة وموضوعة فهل هذا يصلى وراءه؟ لأننا لم نتم بناء المسجد; لأننا جمعنا تبرعات لبناء هذا المسجد ولكن لم ينشأ إلى الآن, فنرجو فتواكم على هذا السؤال وفقنا ووفقكم الله تعالى, وغير هذا أنه كفر شيوخ الإسلام, مثل شيخ الإسلام أحمد ابن تيمية, والإمام محمد بن عبد الوهاب رضي الله عنهم ورحمهم الله.

ج: إن الاستغاثة بالأموات ودعاءهم من دون الله أو مع الله شرك أكبر يخرج من ملة الإسلام, سواء كان المستغاث به نبيا أم غير نبي, وكذلك الاستغاثة بالغائبين شرك أكبر يخرج من ملة الإسلام والعياذ بالله, وهؤلاء لا تصح الصلاة خلفهم لشركهم. أما من استغاث بالله وسأله سبحانه وحده متوسلا بجاههم أو طاف حول قبورهم دون أن يعتقد فيهم تأثيرا،وإنما رجا أن تكون منزلتهم عند الله سببا في استجابة الله له فهو مبتدع آثم مرتكب لوسيلة من وسائل الشرك, ويخشى عليه أن يكون ذلك منه ذريعة إلى وقوعه في الشرك الأكبر. ونسأل الله أن يعينكم على نشر التوحيد ونصرة الحق وجهاد المبتدعين.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

الرئيس    : عبد العزيز بن عبد الله بن باز

نائب رئيس اللجنة   : عبد الرزاق عفيفي

عضو   : عبد الله بن غديان

عضو  :عبد الله بن قعود


 Istighatsah Kepada Orang-orang yang Sudah Meninggal dan Berdo’a Hanya kepada Mereka Tanpa (sama sekali) Berdo’a kepada Allah atau bersamaan dengan Berdo’a kepada Allah adalah Syirik Besar  

 

Fatwa nomor 4154:

Pertanyaan: Sesungguhnya ada seorang laki-laki khatib Masjid pada salah satu perkampungan di Mesir yang kami bertempat tinggal di sana, dia orang sufi pengikut thariqah Syadziliyah yang mereka menamakan diri mereka dengan nama tersebut. Laki-laki ini menyeru manusia dan mengajari mereka agar bertawasul dengan makhluk-makhluk Allah, seperti para Nabi dan para wali, dan juga menyeru mereka agar menziarahi kuburan, dan dia menghalalkan bagi mereka bersumpah atas nama Nabi dan wali yang kewajiban membayar kafarahnya ketika yang bersumpah melanggar sumpahnya. Sementara kami adalah kelompok dari kelompok-kelompok Islamiyah dimana kami melihatnya dalam perkara tersebut terdapat kesalahan yang ia lakukan dan ia ajarkankan kepada manusia tetapi ia terus senantiasa melakukannya, ia berdalil dengan hadits-hadits lemah dan palsu, apakah dengan yang demikian ini boleh shalat di belakangnya? Hal ini karena kami belum menyelesaikan pembangunan Masjid disebabkan sedekah yang kami kumpulkan belum cukup hingga saat ini. Kami mohon fatwa dari anda sekalian tentang masalah ini. semoga Allah ta’ala memberi taufik kepada kami dan anda sekalian. Selain hal yang telah disebutkan, dia juga mengkafirkan masyayikh Islam, seperti syaikul Islam Ahmad Ibnu Taimiyah dan Imam Muhammad bin Abdul Wahhab radhiyallah ‘anhum warahimahumullah.

Jawab: Sesungguhnya istighatsah kepada orang-orang yang sudah meninggal dan berdo’a hanya kepada mereka tanpa (sama sekali) berdo’a kepada Allah atau bersamaan dengan berdo’a kepada Allah adalah syirik besar yang mengeluarkan pelakunya dari Islam. Sama saja apakah yang diistighatsahi (dimintai pertolongan) seorang Nabi maupun selain Nabi, demikian juga istighatsah kepada yang ghaib adalah syirik besar yang mengeluarkan pelakunya dari Islam wal’iyadzubillah. Tidak sah shalat dibelakang mereka karena kesyirikan mereka tersebut. Adapun orang yang beristighatsah kepada Allah dan berdo’a hanya kepada-Nya dengan bertawasul melalui perantaraan kedudukan mereka (para nabi atau para wali) atau thawaf mengelilingi kuburan mereka tanpa berkeyakinan mereka mampu mengabulkannya tetapi ia melakukannya dengan harapan kedudukan mereka yang mulia di sisi Allah merupakan sebab dikabulkan do’anya maka ia seorang mubtadi’ (pelaku bid’ah) melakukan perbuatan dosa yang menghantarkan pada perbuatan syirik dan dikawatirkan jatuh pada perbuatan syirik besar. Kita mohon kepada Allah agar menolong kalian untuk menyebarkan tauhid, menolong kebenaran dan berjihad melawan pelaku bid’ah.

Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

 

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa

Ketua              : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Wakil ketua     : Abdurrazaq ‘Afifi

Anggota          : Abdullah bin Ghudayan

Anggota          : Abdullah bin Qu’ud

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs www.dorar.net atau mauqi’u ad-durar as-saniyah).

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/V9GjA

About Team KlikUK

Check Also

msjid mati lampu

Fatwa : Haruskah Mengulangi Adzan Jika Listrik Mati ?

Haruskah Mengulangi Adzan Jika Listrik Mati ? Fadhilatu Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin pernah ...