Home / Brankas / Fatwa : Hukum Sholat dengan Pakaian Isbal

Fatwa : Hukum Sholat dengan Pakaian Isbal

Jon Ryan Youth Jersey href=”http://klikuk.com/wp-content/uploads/2016/06/menyambut-ramadhan-ala-rasulullah.jpg”>menyambut-ramadhan-ala-rasulullah

Hukum Sholat dengan Richard Rodgers Womens Jersey Pakaian Isbal

Fadhilatus Syaikh Muhammad bin Sholih Al Clay Matthews Youth Jersey ‘Utsaimin pernah ditanya, “Apabila pakaian seorang laki-laki turun sampai di bawah mata kaki, apakah sah  sholatnya dengan pakaian tersebut?

 

Beliau menjawab, “Jika pakaian seseorang turun sampai di bawah mata kaki, maka itu adalah Germain Ifedi Kids Jersey hal yang haram, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam :

??? ???????? ???? ????????????? Alejandro Villanueva Jersey ???? ?????????? ????? ????????

“Apa yang berada di bawah mata kaki dari sarung maka di dalam neraka.”Anthony Chickillo Kids Jersey name=”_ftnref1″>[1]

Dan yang disebutkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkaitan Anthony Hitchens Womens Jersey dengan sarung maka mencakup juga  pakaian lainnya.

Oleh karena itu Paul Richardson Jersey wajib bagi seorang insan untuk menaikkan baju dan pakaiannya yang lain sehingga tidak sampai di bawah mata kaki. Jika ia sholat dengan pakaian tersebut dan sampai di bawah mata kaki maka ahli ilmu berbeda pendapat tentang keabsahan sholatnya. Di antara mereka Dez Bryant Jersey ada yang berpendapat sholatnya sah, karena ia telah mengerjakan kewajibannya yaitu menutup aurat.

Dan di antara mereka ada yang berpendapat bahwa sholatnya tidak sah. Hal itu karena ia menutup auratnya dengan pakaian yang haram. Mereka berpendapat bahwa di antara syarat menutup aurat adalah bahwa pakaian yang digunakan mubah.

Maka seorang insan dalam keadaan yang berbahaya jika ia sholat dengan pakaian yang musbil. Maka wajib baginya untuk bertakwa Anthony Chickillo Kids Jersey kepada Alloh ‘Azza wa Jalla, dan menaikkan pakaiannya sampai di atas mata kaki.

 

(Sumber : Majmu’ Al Fatawa Wa Rasail Fadhilatu Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, Dikumpulkan oleh Syaikh Fahd bin Nashir As Sulaiman, Cetakan Pertama, 1419 H, Daru Tsurayya lin Nasyr, XII/305-306).

 

[1] HR. Al Bukhari dalam Kitabul Libas, Bab Ma Asfalal Ka’baini Fafinnar.

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/3UNHM

About klikUK.com

Check Also

ADZAN

Ringkasan Fikih Islam : Kesempurnaan Agama Islam -4

Kesempurnaan Agama Islam (4) Islam mengatur seluruh hubungan  tersebut di atas ikatan yang kuat berupa ...