Home / Akidah Akhlaq / FATWA : DUKUN YANG MENGAKU BERTEMAN DENGAN JIN SHALIH

FATWA : DUKUN YANG MENGAKU BERTEMAN DENGAN JIN SHALIH

kaligraf

DUKUN YANG MENGAKU BERTEMAN DENGAN JIN SHALIH

 

FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA’

JILID 1 TENTANG AQIDAH

Disusun oleh: ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY

 

Fatwa nomor: 10774

Pertanyaan: Ada seorang syaikh di Pakistan yang dhahirnya shalih, wallahu a’lam. Ia mengatakan bahwasanya ia mengenal jin-jin shalih dan ia berkata-kata kepada mereka dengan perantaraan salah seorang khusus yang dahulunya pernah menderita sakit epilepsi lalu sembuh. Para jin tersebut membantu mengeluarkan jin dari orang-orang yang tertimpa epilepsi. Syaikh tadi berkata bahwa ia memiliki penjara untuk menghukum jin yang berbuat dosa, tentu saja dengan melalui jin-jin shalih tersebut dan mereka membantunya dalam pekerjaan dunia yang bersinggungan dengan manusia. Ia mengatakan bahwa ia tidak memeliki ijazah untuk mengajar maka barangsiapa ingin untuk belajar maka ia memberinya dzikir berikut ini:

آمنت بالله العظيم وكفرت بالجبت والطاغوت واستمسكت بالعروة الوثقى لا انفصام لها والله سميع عليم

“Aku beriman kepada Allah Yang Maha Agung dan aku kufur terhadap al-Jibt wath-Thaghut. Aku berpegang teguh dengan al-Urwatu al-Wusqa yang tidak akan putus. Allah Maha mendengar dan Maha Mengetahui” dibaca setiap selesai shalat fardhu tujuh kali sebelum pindah dari tempat duduknya dan ketika akan tidur meniupkan pada tangannya shalawat ibrahimiyah tiga kali, lalu mengusapkannya pada seluruh tubuhnya selama 41 hari. Apabila terlewat maka harus mengulangi dari awal lagi. Setelah selesai dari itu semua kembali kepada syaikh dan meminta kepadanya sekelompok jin yang terdiri dari 10 jin wanita dan 10 jin laki-laki yang senantiasa menemaninya yang mana sekelompok jin ini didatangkan dari mekkah al-mukarramah dan tentu saja sekelompok jin ini tidak bisa dilihat olehnya dan tidak terdengar suara mereka, tetapi mereka menuruti perintahnya dan mentaatinya dalam urusan dunia manusia seperti menghadirkan sesuatu atau mengangkatnya ke atas atau yang serupa dengannya serta menjaganya dari gangguan jin (lainnya). Apabila ia tertimpa sakit epilepsi dari jin maka para jin tersebut membunuh jin yang menimpakannya sakit. Ia juga berkata: apabila salah seorang dari jin yang di berada di dalam penjaranya masuk Islam maka ia mengirimnya bersama sekelompok jin ke mekkah al-Mukarramah. Apabila jujur dalam keislamannya ia akan bisa masuk ke Mekkah tetapi apabila bohong maka ia tidak akan bisa memasukinya karena ada malaikat-malaikat yang berdiri di pintu-pintu kota mekkah yang menghalangi jin kafir agar tidak masuk ke dalamnya. Apa pendapat anda sekalian denga rinci tentang perkara ini?

Apa hukum islam tentang menikah dengan jin wanita? Apakah ayat:

فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ

“Maka nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi” khusus perempuan dari kalangan manusia, karena Allah menamakan laki-laki jin dengan laki-laki yang mana mereka masuk dalam kandungan makna laki-laki (manusia maupun jin), apakah kata wanita juga bermakna untuk jin dan manusia? Jazakumullahu khairan.

 

Jawaban:

Setelah lajnah pemberi fatwa mempelajari masalah ini selanjutnya menjawab bahwa laki-laki yang disebutkan dalam pertanyaan termasuk dukun dan peramal yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melaranng untuk mendatangi, bertanya, membenarkan mereka meskipun ia menampakkan keshalihan dalam ibadah. Wajib untuk menasehatinya, memperingatkannya dari perbuatannya dan menyuruhnya agar bertaubat kepada Allah dari perbuatan tersebut serta memperingatkan manusia dari mendatangi dukun tersebut, bertanya kepadanya dan membenarkannya. Hal ini sebagai bentuk realisasi dari sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam:

من أتى عرافا فسأله عن شيء لم تقبل له صلاة أربعين ليلة

“Barangsiapa mendatangi peramal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu hal maka shalatnya selama empat puluh malam tidak diterima.” (HR. Muslim). Dan sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam:

من أتى عرافا أو كاهنا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد صلى الله عليه وسلم

 “Barangsiapa mendatangi peramal atau dukun lalu membenarkan apa yang dikabarkannya maka sungguh ia telah kufur dengan apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. Arba’ah dan al-Hakim berkata: shahih berdasarkan syarat al-Bukhari dan Muslim). Dan berdasarkan sabdanya shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits Imran:

ليس منا من تطير أو تطير له، أو تكهن أو تكهن له، أو سحر أو سحر له، ومن أتى كاهنا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد صلى الله عليه وسلم

“Tidak termasuk golongan kami orang yang bertathayyur (meramal burung tertentu bahwa akan ada kesialan) atau minta dilakukan tathayyur terhadapnya, atau melakukan praktek perdukunan atau mendatangi dukun (bertanya perkara yang belum terjadi), atau menyihir atau minta (orang lain) disihir untuk kepentingannya. Dan barangsiapa mendatangi dukun lalu membenarkan apa yang dikatakannya maka sungguh ia telah kufur dengan apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. al-Bazzar dengan sanad jayyid).

Semoga Allah memberi taufiq dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa

Ketua              : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Wakil Ketua    : Abdurrazaq ‘Afifi

Anggota          : Abdullah bin Ghudayan

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs www.dorar.net atau mauqi’u ad-durar as-saniyah).

 

فتوى رقم 10774:

س: هناك شيخ في الباكستان ظاهره الصلاح، والله أعلم. وهو يقول: إنه يعرف الجن الصالحين ويكلمهم عن طريق أحد الأشخاص ممن كان بهم مرض الصرع وعولجوا.. وهم يساعدون في إخراج الجن من المصروعين، ويقول: إنه يملك سجنا ليعاقب الجن المذنبين طبعا عن طريق الجن الصالحين وهم لا يساعدونه في الأعمال الدنيوية الملموسة للإنسان، وقال: إنه يملك إجازة لتعليم العرب فمن أراد أن يتعلم يعطيه الأذكار التالية: (آمنت بالله العظيم وكفرت بالجبت والطاغوت واستمسكت بالعروة الوثقى لا انفصام لها والله سميع عليم) هذا بعد كل صلاة سبع مرات قبل أن يتحرك من مكانه، وقيل النوم ينفث بيده (الصلاة الإبراهيمية + سورة الكافرون + الصمد + الفلق + الناس + أول خمس آيات من سورة البقرة + الصلاة الإبراهيمية) 3 مرات، ويمسح جسمه وهذا لمدة 41 يوما، وإذا أخطأ يعيد من البداية ثم بعد أن ينتهي يرجع إلى الشيخ فيطلب له جماعة من الجن مكونة من 10 نساء و10 رجال يبقون في صحبته وهذه الجماعة يطلبها من مكة المكرمة وطبعا هذه الجماعة هو لا يراها ولا يسمع صوتها، ولكنهم يأتمرون بأمره ولا يطيعونه في أعمال الإنسان الدنيوية مثل إحضار شيء أو رفعه أو ما شابه ذلك فقط يحرسونه من الجن، وإذا صادف مريضا بالصرع – من الجن – يقبضون على الجني الذي يتلبسه، ويقول أيضا: إنه إذا أسلم أحد السجناء عنده يبعثه مع جماعة من الجن إلى مكة المكرمة، فإذا كان صادقا يدخل مكة وإذا كان كاذبا لا يدخلها؛ لأن هناك ملائكة تقف عند أبواب مكة تمنع الجن من الكفار من الدخول، فما هو رأي سماحتكم بهذا بالتفصيل؟

وما هو رأي الدين بالزواج من الجنية، وهل الآية: فانكحوا ما طاب لكم من النساء خاصة بنساء الإنس؛ لأن الله سمى رجال الجن رجالا فهم داخلون في المعنى، فهل تكون كلمة نساء أيضا للجن والإنس معا؟ وجزاكم الله خيرا.

ج: وبعد دراسة اللجنة للاستفتاء أجابت: بأن هذا الرجل الذي ذكرتم يعتبر من الكهان والعرافين الذين نهى الرسول صلى الله عليه وسلم عن إتيانهم وسؤالهم وتصديقهم وإن أظهر الصلاح والعبادة، فالواجب نصيحته وتحذيره من عمله وأمره بالتوبة إلى الله من ذلك وتحذير الناس من المجيء إليه وسؤاله وتصديقه؛ عملا بقول النبي صلى الله عليه وسلم: من أتى عرافا فسأله عن شيء لم تقبل له صلاة أربعين ليلة رواه مسلم في صحيحه وقوله صلى الله عليه وسلم: من أتى عرافا أو كاهنا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد صلى الله عليه وسلم رواه الأربعة والحاكم وقال: صحيح على شرطهما، وقوله صلى الله عليه وسلم في حديث عمران: ليس منا من تطير أو تطير له، أو تكهن أو تكهن له، أو سحر أو سحر له، ومن أتى كاهنا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد صلى الله عليه وسلم. رواه البزار بإسناد جيد

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

 عبد الله بن غديان 

عبد الرزاق عفيف

عبد العزيز بن عبد الله بن باز

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/sjvPg

About klikUK.com

Check Also

wpid-img_20180611_1744155764868026292960762.jpg

Fatwa Ramadhan : Haruskah Tetap Puasa ketika Safar..?

Makna Hadits Orang yang Berpuasa dapat Satu Pahala dan Orang yang Berbuka dapat Dua Pahala ...