Home / Brankas / Fatwa : Antara Shalat Tarawih dan Shalat Tahajjud

Fatwa : Antara Shalat Tarawih dan Shalat Tahajjud

sakura_flowers-t2
Antara Shalat Tarawih dan Shalat Tahajjud

Pertanyaan ke-217 :

Apakah hukum shalat tarawih dan shalat tahajjud? Dan kapankah waktu pelaksanaan shalat tahajjud? Dan berapa jumlah rakaatnya? Dan bolehkan bagi orang yang telah melaksanakan shalat witir setelah tarawih untuk melaksanakan shalat tahajjud ataukah tidak ? Dan apakah harus ada kesinambungan antara shalat tarawih dengan shalat isya’, dengan melaksanakan setelahnya secara langsung, ataukah diperbolehkan jika sekelompok jama’ah bersepakat untuk menundanya setelah shalat isya’ kemudian mereka berpisah lalu mereka berkumpul kembali untuk melaksanakn shalat tarawih, atau hal itu tidak diperbolehkan ?

Jawaban :

Adapun shalat tarawih maka hukumnya sunnah muakkadah, dan shalat tersebut dilaksanakan setelah shalat isya’ dan shalat rawatib secara langsung, inilah yang biasa diamalkan oleh kaum muslimin.

Adapun menunda pelaksanaannya ke waktu lain, sebagaimana disampaikan penanya, kemudian mereka mendatangi masjid dan melaksanakan shalat tarawih, maka itu menyelisihi apa yang biasa diamalkan. Para fuqaha’ menyebutkan bahwa shalat tarawih dikerjakan setelah shalat isya’ dan setelah shalat rawatib. Jika sekelompok jama’ah menunda pelaksanaannya, maka tidak kita katakan bahwa hal itu haram, akan tetapi itu menyelisihi apa yang biasa diamalkan, yaitu dikerjakan di awal malam, inilah yang biasa diamalakan.

Adapun shalat tahajjud maka hukumnya juga sunnah, dan di dalamnya ada keutamaan yang besar. Dan shalat tahajjud adalah shalat malam yang dikerjakan setelah tidur, terutama di sepertiga malam terakhir, atau di sepertiga malam setelah tengah malam. Shalat ini memiliki keutamaan yang besar, dan pahala yang banyak. Dan termasuk shalat sunnah yang paling utama adalah shalat tahajjud di waktu malam. Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا

Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. (QS. Al Muzzaammil : 6)

Demikian pula dalam rangka meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Seandainya seseorang melaksanakan shalat tarawih dan witir bersama imam, kemudian bangun di waktu malam untuk shalat tahajjud, maka hal tersebut tidak mengapa, namun ia tidak boleh mengulangi shalat witir, dan ia mencukupkan dengan shalat witir yang ia kerjakan bersama imam. Dan ia boleh melaksanakan shalat tahajjud di waktu malam sebanyak apa yang dimudahkan Allah Ta’ala baginya. Dan jika ia menunda pelaksanaan shalat witir sampai akhir shalat malam, maka tidak mengapa. Akan tetapi ia akan terlewat dari mengikuti imam. Dan yang lebih utama baginya adalah mengikuti imam dan shalat witir bersamanya. Berdasarkan sabda nabi :

مَنْ قَامَ مَعَ اْلإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ

“Barangsiapa yang shalat (tarawih) bersama imam sampai selesai maka ditulis baginya shalat semalam suntuk.”[1]

Maka hendaknya ia mengikuti imam dan shalat witir bersamanya, itu tidak mengahalanginya untuk bengun di akhir malam dan shalat tahajjud sebanyak apa yang dimudahkan Allah Ta’ala baginya.

 

(Diterjemahkan dari : Al Muntaqa min Fatawa Fadhilatu Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan, Maktabah Al Furqon, Cetakan ke-2, 1426 H/2005 M, Hlm. 175-176)

 

[1] HR. Abu Dawuddalam Sunannya (2/51), Tirmidzi dalam Sunannya (3/147-148, An-Nasa’I dalam Sunannya (3/83-84), dan Ibnu Majah dalam Sunannya (1/420-421).

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/9ZVEU

About Team KlikUK

Check Also

msjid mati lampu

Fatwa : Haruskah Mengulangi Adzan Jika Listrik Mati ?

Haruskah Mengulangi Adzan Jika Listrik Mati ? Fadhilatu Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin pernah ...