Home / Akidah Akhlaq / Fadhilah Dan Adab Berdoa

Fadhilah Dan Adab Berdoa

path_3-t2


Fadhilah Doa 

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ  

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Q.S. Al Baqarah: 186).

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (Q.S. Ghafir: 60).

Adab berdoa dan sebab-sebab dikabulkannya doa:

  • Ikhlas karena Allah ta’ala, memulai dengan hamdalah kemudian salawat kepada Nabi di awal dan diakhir doa.
  • Menghadirkan hati saat berdoa, merendahkan suara, mengakui dosa dan meminta ampunanNya, mengakui nikmat Allah serta mensyukurinya, mengulangi doa tiga kali, sering-sering berdoa, jangan menganggap doa lambat dikabulkan, yakin bahwa doanya dikabulkan Allah, jangan berdoa untuk memutuskan silaturahim atau untuk membuat permusuhan.
  • Jangan berdoakan untuk kebinasaan diri, keluarga, anak dan harta. Hendaklah makanan, minuman dan pakainnya didapatkan dengan cara halal, kembalikan hak orang lain yang pernah dirampas, khusyu’ dan rendah diri, bersuci dari hadas dan najis, mengangkat tangan hingga ke bahu dengan cara; jemari dirapatkan dan bagian dalam telapak tangan mengarah ke langit, atau telapak tangan menutupi wajah dan bagian luar telapak tangan mengarah ke kiblat, mengadap kiblat saat berdoa, berdoa dalam keadaan senang maupun susah, mengucapkan doa-doa mustajab yang diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

 

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/qD5JC

About admin

Kholid bin Syamhudi bin Saman bin Sahal Al-Bantani, menimba ilmu di Universitas Islam Madinah Tahun 1994 dan lulus Tahun 1999 dari Fakultas Hadits. Kini banyak meluangkan waktunya dalam da’wah sunnah dan menterjemahkan kitab-kitab berbahasa arab ke dalam Bahasa Indonesia serta berperan serta dalam beberapa lembaga da’wah yang ada di tanah air.

Check Also

ledakan

Ringkasan Fikih Islam : Dosa Membunuh Orang Kafir Mu’ahad tanpa Kesalahan

Dosa Orang yang Membunuh Orang Kafir Mu’ahad tanpa Kesalahan عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍ و ...