Home / Brankas / Dzikir Setelah Shalat

Dzikir Setelah Shalat

zikir Dzikir setelah shalat

          Apabila seseorang telah selesai shalat fardhu dan salam, disunnahkan baginya membaca dzikir-dzikir dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, setiap orang yang shalat membacanya keras sendiri-sendiri, yaitu:

أستغفر الله، أستغفر الله، أستغفر الله.

  • Kemudian membaca:

الله أنت السلام، ومنك السلام، تباركت يا ذا الجلال والإكرام. أخرجه مسلم.

لا إله إلا وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير، الله لا مانع لما أعطيت، ولا معطي لما منعت، ولا ينفع ذا الجد منك الجد. متفق عليه

لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد على كل شيء قدير، لا حول ولا قوة إلا بالله، لا إله إلا الله ولا نعبد إلا إياه له النعمة وله الغضل وله الثناء الحسن، لا إله إلا الله مخلصين له الدين ولو كره الكافرون. أخرجه مسلم.

  • Kemudian membaca apa yang diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Barangsiapa yang bertasbih setiap selesai shalat (33 kali), bertahmid (33 kali), bertakbir (33 kali), itu berjumlah 99, lalu melengkapi seratus dengan membaca:

لا إله إلا وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير

maka diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Muslim)([1]).

  • Atau membaca: Subhanallah (25) kali, alhamdulillah (25)kali, allahu akbar (25) kali, laa ilaaha illallah (25) kali. (HR. Tirmidzi dan Nasa’i)([2]).
  • Atau membaca apa yang diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda: “Kalimat-kalimat yang pembacanya tidak merugi setiap selesai shalat wajib adalah: tiga puluh tiga kali tasbih, tiga puluh tiga kali tahmid, dan tiga puluh empat takbir.” (HR. Muslim)([3]).
  • Atau membaca apa yang diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya Beliau bersabda: “Shalat lima waktu, salah seorang kalian bertasbih setiap selesai shalat sepuluh kali, membaca tahmid sepuluh kali, dan bertakbir sepuluh kali, ia berjumlah seratus lima puluh kali di lisan, dan seribu lima ratus dalam timbangan … .(HR. Tirmidzi dan Nasa’i)([4]).

 

  • Sunnah menghitung tasbih dengan jari-jari tangannya:

Dari Yusrah radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada kami: “Hendaklah kalian bertasbih, bertahlil, dan taqdis, dan hitunglah dengan jari-jari, karena ia akan ditanya dan diminta bicara, dan jangan diabaikan sehingga ia lupa rahmat.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)([5]).

  • Membaca mu’awwidzatain (surat Al-Falaq) dan (surat An-Naas) setiap selesai shalat. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)([6]).
  • Membaca ayat kursi setiap selesai shalat, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Barangsiapa yang membaca ayat kursi setiap selesai shalat, tidak ada yang mencegahnya masuk surga kecuali mati.” (HR. Nasa’I dan Thabrani)([7]).

 

  • Ayat kursi:

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

  • Yang dibaca setelah shalat Subuh dan Asar:
  • Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh aku duduk bersama suatu kaum yang berdzikir kepada Allah Subhanahu wata’ala dari shalat Subuh hingga terbit matahari lebih aku sukai daripada memerdekakan empat orang dari keturunan Ismail, dan sungguh aku duduk bersama suatu kaum yang berdzikir kepada Allah subhanahu wata’ala dari shalat Asar hingga terbenam matahari lebih aku sukai daripada memerdekakan empat orang budak.” (HR. Abu Daud)([8]).

 

  • Dari Jabir bin Samurah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Bahwasanya apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selesai shalat Subuh, Beliau duduk di tempat shalatnya hingga terbit matahari.” (HR. Muslim)([9]).

 

Tempat dzikir dan doa:

  • Tidak disunnahkan dan disyari’atkan bahkan tidak ada asalnya untuk berdoa setelah shalat sunnah, maka barangsiapa yang ingin berdoa maka berdoalah sebelum salam ketika shalat wajib atau sunnah (nafilah), akan tetapi jika sesekali berdoa setelah shalat karena ada hal-hal tertentu maka hal itu insya Allah boleh.
  • Semua dzikir yang telah dicontohkan untuk dibaca diakhir shalat jika bentuknya doa maka itu dibaca pada saat sebelum salam (ketika tahiyat), dan jika berbentuk zikir maka dibaca setelah salam.

 

([1]) Shahih Muslim no (597)

([2]) sunan Tirmidzi no (3413), sunan Nasa’I (1351).

([3]) Shahih Muslim no (596)

([4]) Sunan Tirmidzi no (481), Sunan Nasa’I no (1348)

([5]) Sunan Abu Daud no (1501), Sunan Tirmidzi no (3583)

([6]) Sunan Abu Daud no (1523), Sunan Tirmidzi no (2903).

([7]) Sunan Nasa’I no (9928), Mu’jam al kabir (8/114).

([8]) Sunan Abu Daud no (3667).

([9]) Shahih Muslim no (670).

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/gYejS

About admin

Kholid bin Syamhudi bin Saman bin Sahal Al-Bantani, menimba ilmu di Universitas Islam Madinah Tahun 1994 dan lulus Tahun 1999 dari Fakultas Hadits. Kini banyak meluangkan waktunya dalam da’wah sunnah dan menterjemahkan kitab-kitab berbahasa arab ke dalam Bahasa Indonesia serta berperan serta dalam beberapa lembaga da’wah yang ada di tanah air.

Check Also

lian

Apakah Keluar Madzi Membatalkan Puasa ?

Apakah Keluar Madzi Membatalkan Puasa ? Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin pernah ditanya, “Ketika ...