Home / Akidah Akhlaq / Doa – Doa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam (bag.1)

Doa – Doa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam (bag.1)

stunning_sunset-t2
Doa – Doa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam

 

عن أنس رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قال: قال رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( إذا دعا أحدكم؛ فليعزم المسألة، ولا يقولن: اَللَّهُمَّ إِنْ شِئْتَ فَأَعْطِنِيْ؛ فإنه لا مستكره له) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bila seseorang di antara kalian berdo`a, hendaklah dia berdo`a dengan perasaan yang mantap, dan janganlah mengucapkan “Ya, Allah! jika Engkau menghendaki berilah aku, karena sesungguhnya tidak ada seorangpun yang memaksa Allah (untuk berbuat sesuatu).” Muttafaq ’alaih. [1]

  • Berikut ini beberapa doa yang diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yang sering beliau baca, maka selayaknya bagi seorang muslim berdoa dengan memabacanya, dan memilih sesuai dengan kebutuhannya sambil menjaga sebab-sebab dikabulkannya doa.

((اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ, وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ, وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ, أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّهُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ, اَللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ, أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ)) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

“Ya, Allah! Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya, bagi-Mu segala puji. Dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-nya. Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkaulah Tuhan Yang Maha Benar, janji-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, firman-Mu benar, Surga benar (ada), Neraka benar (ada), (terutusnya) para nabi benar, (terutusnya) Muhammad benar (dari-Mu), peristiwa hari kiamat benar. Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku memutuskan hukum. Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, dosa yang tersembunyi dan terang-terangan. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau”. Muttafaq alaih. [2]

وكان أكثر دعاء النبي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ )رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ(مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

Doa yang paling sering dibaca oleh Nabi adalah: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka” Muttafaq alaih. [3]

((اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ)) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, rasa takut, pikun, dan kebakhilan, aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari cobaan kehidupan dan kematian) Muttafaq alaih. [4]

وكان رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (يتعوذ بالله من جهد البلاء؛ ودرك الشقاء، وسوء القضاء، وشماتة الأعداء) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sering Berlindung kepada Allah dari sulitnya bencana, datangnya kesengsaraan, buruknya ketentutan qadha Allah, dan cacian para musuh”. Muttafaq ’alaih. [5]

((اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِيْ دِيْنِيْ الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِيْ وَأَصْلِحْ لِيْ دُنْيَايَ الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشِيْ وَأَصْلِحْ لِيْ آخِرَتِيْ الَّتِيْ فِيْهَا مَعَادِيْ وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِيْ فِيْ كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِيْ مِنْ كُلَّ شَرٍّ )) رَوَاهُ مُسْلِم.

(Ya Allah, perbaikilah dienku yang merupakan pemelihara urusanku, dan perbaikilah duniaku yang di dalamnya kehidupanku, dan perbaikilah akhiratku yang merupakan tempat kembaliku, dan jadikanlah hidup ini bagiku untuk menambah kebaikan untukku, dan jadikanlah kematian untuk menyelamatkanku segala keburukan)”. HR. Muslim. [6]

((اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى)) رَوَاهُ مُسْلِم ٌ.

“Ya Allah, aku memohon petunjuk, ketakwaan, kehormatan diri, dan kekayaan jiwa”. HR. Muslim . [7]

((اَللَّهُمَّ إِنَّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْهَرَمِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ اَللَّهُمَّ آتِ نَفْسِيْ تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا)) رَوَاهُ مُسْلِم

(Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, kekikiran, pikun dan azab kubur. Ya Allah, berikan jiwaku ini ketakwaan, sucikan ia, Engkaulah sebaik-baik yang mensucikannya, Engkaulah penolongnya dan pemiliknya. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak berguna dan dari hati yang tidak khusyu dan dari jiwa yang tidak pernah puas dan dari do’a yang tidak dikabulkan)”. HR. Muslim. [8]

((اَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ وَسَدِّدْنِيْ)) ((اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالسَّدَادَ)) رَوَاهُ مُسْلِم.

(Ya Allah tunjukilah aku dan tuntunlah aku) (Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepada-Mu, petunjuk dan tuntunan). HR. Muslim. [9]

((اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَمِلْتُ وَمِنْ شَرِّ مَا لَمْ أَعْمَلْ)) رَوَاهُ مُسْلِم.

(Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang aku lakukan dan keburukan yang belum aku lakukan)”. HR. Muslim. [10]

((اللهُم إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ)) أخرجه البخاري.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat bakhil dan penakut, dari lilitan hutang dan laki-laki yang menindas-(ku)“. HR. Bukhari . [11]

((لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ)) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

(Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Agung lagi Maha Pemurah, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Rabb ‘Arsy yang besar, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Tuhan langit dan bumi, dan ‘Arsy yang mulia).” Muttafaq ’alaih. [12]

((اَللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوْبُ صَرِّفْ قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ)) رَوَاهُ مُسْلِم.

(Ya Allah, yang menggerakkan hati, gerakkanlah hati kami untuk menta’ati-Mu)”. HR. Muslim. [13]

((اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ أَنْ أُرَدَّ إِلىَ أَرْذَلِ الْعُمُرِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ)) أخرجه البخاري.

(Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa takut dan bakhil, dan aku berlindung kepada-Mu dari disampaikan kepada umur yang paling hina (pikun), aku berlidung kepada-Mu dari cobaan dunia, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah di dalam kubur)”. HR. Bukhari. [14]

((اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِن الكَسَلِ وَالْهَرَمِ، وَالْمَغْرَمِ والْمَأْثَمِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ النَّارِ، وَفِتْنَةِ النَّارِ، وَفِتْنَةِ الْقَبْرِ، وعَذَابِ الْقَبْرِ، وَشَرِّ فِنْتَةِ الْغِنَى، وَشَرِّ فِتْنَةِ الْفَقْرِ، ومِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ.

اَللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، ونَقِّ قَلْبِيْ مِنْ خَطَايَا، كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وبَاعِدْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ)) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari malas, pikun, hutang dan dosa. Dan aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka, dan siksa neraka, dan dari fitnah kubur dan azab kubur, dari cobaan kekayaan, dan dari buruknya cobaan kefakiran, dan dari fitnah Almasih Dajjal.

Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, es dan salju, Ya Allah, bersihkanlah hatiku dari kesalahan-kesalahanku, sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, jauhkan antara diriku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat”. Muttafaq alaih . [15]

((اَللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ ظُلْمًا كَثِيْرًا، وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِيْ مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِيْ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ)) مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

“Ya Allah! Sesungguhnya aku banyak menganiaya diriku, dan tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Oleh karena itu, ampunilah dosa-dosaku dan berilah rahmat kepadaku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” Muttafaq alaih . [16]

((اللهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، اَللَّهُمَّ أعُوْذُ بِعِزَّتِكَ -لَا إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ- أَنْ تُضِلَّنِي، أَنْتَ الْحَيُّ الَّذِيْ لَا تَمُوْتُ وَالْجِنَّ وَالِإنْسُ يَمُوْتُوْنَ)) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

“Ya Allah untuk-Mu keislamanku, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku menyandarkan diri dan karena-Mu aku bersengketa, Ya Allah aku berlindung dengan kemuliaanMu yang tiada Tuhan yang berhak disembah selain-Mu agar Engkau tidak menyesatkan aku, Engkau Zat yang hidup dan tidak akan mati sedangkan jin dan manusia semuanya akan mati”. Muttafaq ’alaih. [17]

 

[1]. Muttafaq alaih, diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6338 dan Muslim no hadist : 2678.

[2]. Muttafaq alaih, diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :7442 dan Muslim no hadist : 769.

[3]. Muttafaq alaih, diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6389 dan Muslim no hadist : 2688.

[4]. Muttafaq alaih, diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :2823 dan Muslim no hadist : 2706.

[5]. Muttafaq alaih, diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6616 dan Muslim no hadist : 2707.

[6]. Diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2720.

[7]. Diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2721.

[8]. Diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2722.

[9]. Diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2725.

[10]. Diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2716.

[11]. Diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 6369.

[12]. Muttafaq alaih, diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6346 dan Muslim no hadist : 2730.

[13]. Diriwayatkan oleh Muslim no hadist : 2654.

[14]. Diriwayatkan oleh Bukhari no hadist : 6374.

[15]. Muttafaq alaih, diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :6375 dan Muslim no hadist : 589.

[16]. Muttafaq alaih, diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :834 dan Muslim no hadist : 2705.

[17]. Muttafaq alaih, diriwayatkan oleh Bukhari no hadist :7383 dan Muslim no hadist : 2717.

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/aYPZh

About admin

Kholid bin Syamhudi bin Saman bin Sahal Al-Bantani, menimba ilmu di Universitas Islam Madinah Tahun 1994 dan lulus Tahun 1999 dari Fakultas Hadits. Kini banyak meluangkan waktunya dalam da’wah sunnah dan menterjemahkan kitab-kitab berbahasa arab ke dalam Bahasa Indonesia serta berperan serta dalam beberapa lembaga da’wah yang ada di tanah air.

Check Also

ledakan

Ringkasan Fikih Islam : Dosa Membunuh Orang Kafir Mu’ahad tanpa Kesalahan

Dosa Orang yang Membunuh Orang Kafir Mu’ahad tanpa Kesalahan عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍ و ...