Home / Berita klikUK.com / Bulan Sragen

Bulan Sragen

•» Qurban Bersama Ustadz Kholid

farmSekelumit kisah tragis dituturkan oleh Ustadz Hasan Bisri, seorang da’i yang giat berdakwah keluar masuk kampung di pelosok Sragen Jawa Tengah. Beliau menyambangi saudara-saudara muslim disana yang saat ini rawan dengan godaan dan iming-iming agar berpindah aqidah dan meninggalkan Islam.

Kampung-kampung terpencil jauh dari sentuhan hiruk pikuk keramaian rupanya menjadi lahan subur target pemurtadan. Banyak cara yang dilakukan untuk memurtadkan mereka dan sebagian besar memanfaatkan keterbatasan dan kemiskinan warga setempat.

Salah satu cara permutadan yg dilakukan adalah dengan menikahi gadis-gadis muslimah yang ada di kampung-kampung tersebut. Seorang pemuda datang dan kenal dengan gadis disana, setelah akrab lalu bersepakat untuk menikah. Kemudian pemuda non muslim ini menyatakan diri sebagai Mualaf agar pinangan bisa diterima oleh orang tua si gadis. Orang tua mana tidak bahagia mendapat seorang menantu yang mau menjadi muslim yang baik dan bersedia merawat anak gadis mereka dengan sepenuh hati.

Setelah menikah pemuda tersebut membawa istrinya untuk hijrah keluar kampung. Rasa suka cita bahagia sebagai pengantin baru tentunya ikut diboyong pergi bersama harapan-harapan bahagianya rumah tangga baru ini.

Dan berpisahlah orang tua dengan anak gadis mereka. Segala doa puja puji dipanjatkan agar curahan rezeki, kebahagiaan, keselamatan dan dikaruni keturunan. Harapan besar agar kemiskinan yang menimpa tidak tidak terjadi pada anak mereka yang baru saja berumah tangga.

Minggu, bulan bahkan tahun telah terlewati. Harapan bahagia yang dipanjatkan orang tua berujung pada kecemasan dan kehawatiran karena sudah sekian lama tiada kabar berita dari anak anak mereka. Usaha pencaharian dengan menghubungi seluruh teman dan keluarga tidak membuahkan hasil, putri mereka hilang tidak tahu rimbanya

Sampai beberapa tahun kemudian keadaan yang mengagetkan terjadi di hadapan mereka. Orang tua yang tinggal di rumah bilik bambu reyot berlantai tanah ini kedatangan tamu istimewa, sepasang suami istri dengan menggendong anak kecil lucu datang berkunjung ke rumah itu. Mereka mengenali bahwa perempuan yang mengendong anak kecil itu adalah putri mereka yang telah lama pergi tiada kabar, sedangkan laki laki yang bersamanya adalah menantu mereka yang dulu pernah dititipi akad untuk menikahi Putri mereka semata wayang.

Kebahagiaan kembali bersemi setelah hati tua mereka gersang tak menentu mencari anak dan menantu yang pergi meninggalkan kampung tiada berkirim kabar berita..

Kampung terisolir yang jauh dari keramian dan biasanya sejuk tenang ini tiba-tiba menjadi panas tiada terkira. Perasaan bahagia harus berganti dengan kedukaan yang dalam saat mereka menemui putri dan menantu yang telah lama pergi, gendongan cucu yang lucu tidak bisa membuat mereka bahagia saat itu manakala mereka dapati putri mereka tidak lagi mengenakan jilbab kebanggan sebagai muslimah, celana jin dengan sepatu hak tinggi serta kalung bersymbol non Islam menghiasi leher putri mereka……

Ya… Putri mereka telah keluar dari Islam. Kemualafan pemuda yang menikahi putri mereka ternyata hanya tipuan belaka, setelah pemuda tersebut membawa istrinya keluar kampung maka kembali ia menjadi kafir dan memaksa sang istri untuk mengikutinya…

“Innalillahi wainnaaillaihi raajiuun”

Demikian sekelumit kisah sedih yang disampaikan oleh Ustadz Hasan dari perjalanan beliau berdakwah ke kampung-kampung terisolir di Sragen. Masih banyak kasus kasus lain yang terjadi di sana.

Semoga Allah menjaga aqidah Islam di dada kita dan di dada kaum Muslimin di kampung-kampung miskin di sana.

“Mereka Saudara Kita. Ayo Bantu Mereka”

Salurkan donasi antum untuk Khitan Gratis 1.000 Anak & Mualaf NTT 2014.
• Bank Syariah Mandiri
• No Rekening
• Yayasan Unaizah Peduli
• Antar bank pakai kode BSM 451

Konfirmasi Donasi & Informasi :
WA SMS 0857 101 80 700

www.unaizah.or.id

Mohon bantu sebarkan.
Jazaakumullah khoiron

KlikUK.Com
@Khitan Gratis 1.000 anak dan Tebar Hewan Qurban di NTT 2014
… mereka saudara kita …

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/l6CzR

About admin

Kholid bin Syamhudi bin Saman bin Sahal Al-Bantani, menimba ilmu di Universitas Islam Madinah Tahun 1994 dan lulus Tahun 1999 dari Fakultas Hadits. Kini banyak meluangkan waktunya dalam da’wah sunnah dan menterjemahkan kitab-kitab berbahasa arab ke dalam Bahasa Indonesia serta berperan serta dalam beberapa lembaga da’wah yang ada di tanah air.

Check Also

ledakan

Ringkasan Fikih Islam : Dosa Membunuh Orang Kafir Mu’ahad tanpa Kesalahan

Dosa Orang yang Membunuh Orang Kafir Mu’ahad tanpa Kesalahan عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍ و ...