Home / Brankas / Cara Meluruskan Shaf

Cara Meluruskan Shaf

shaf-sholatCara Meluruskan Shaf

  1. Imam disunnahkan menghadap kepada makmum dengan wajahnya sambil berkata:”luruskan shaf kalian, dan rapatkan” (HR. Bukhari)([1]).
  2. Atau mengatakan: “luruskan shaf kalian, karena meluruskan shaf termasuk dari mendirikan shalat” (Muttafaq alaih)([2]).
  3. Atau mengatakan: “Luruskan shaf, sejajarkan antara pundak, isilah shaf yang kosong, jangan memberikan Clay Matthews Jersey tempat bagi setan, barangsiapa yang menyambung shaf, maka Allah akan menyambungnya, dan siapa yang memutuskan shaf, maka Allah akan memutuskannya. (HR. Abu Daud dan Nasa’i)([3]).
  4. Atau mengatakan: «luruskan, luruskan, luruskan.» (HR. Nasa’i)[4]
  • Wajib meluruskan shaf dalam shalat dengan pundak, mata kaki, mengisi shaf yang kosong, menyempurnakan yang paling depan lalu yang berikutnya, dan «Barangsiapa yang mengisi kekosongan Allah membangunkan baginya rumah di surga, dan Allah mengangkat baginya satu derajat”» (HR. Al-Muhamili dan Thabrani dalam Al-Ausath)[5]
  • Anak kecil yang tamyiz sah adzan dan menjadi imam baik shalat fardhu maupun sunnah, dan jika ada yang lebih baik darinya maka wajib didahulukan.
  • Setiap yang sah shalatnya, sah menjadi imam walaupun tidak mampu berdiri atau ruku’ dan sebagainya, kecuali wanita ia tidak boleh menjadi imam bagi laki-laki, dan boleh menjadi imam bagi sesama wanita.
  • Orang yang shalat fardhu boleh bermakmum pada orang yang shalat sunnah, orang yang shalat dhuhur boleh bermakmum kepada orang yang shalat asar, orang yang shalat isya’ atau maghrib boleh bermakmum kepada Mike Webster Kids Jersey orang yang shalat tarawih, kalau imam salam ia menyempurnakan shalatnya.
  • Boleh berbeda niat dalam shalat antara imam dan makmum, namun tidak boleh berbeda dalam perbuatan, Lance Moore Jersey maka boleh shalat isya’ bermakmum kepada yang shalat maghrib, apabila imam salam, maka makmum menambah satu rakaat, kemudian membaca tahiyat dan salam, dan apabila orang yang shalat magrib bermakmum kepada orang yang shalat isya’, maka apabila imam berdiri untuk rakaat keempat, jika mau ia bertahiyat dan salam, atau duduk dan menunggu salam bersama imam, dan ini yang lebih utama. Apabila perbedaannya banyak, maka tidak sah untuk mengikuti, seperti shalat subuh bermakmum kepada orang yang shalat kusuf.
  • Apabila imam menjadi makmum bagi dua anak kecil atau lebih yang sudah berumur tujuh tahun, meletakkan mereka di belakangnya, jika hanya satu orang, diletakkan di samping kanannya.
  • Apabila makmum tidak mendengar suara imam dalam shalat jahriyah, maka ia membaca fatihah dan lainnya, dan tidak diam.
  • Apabila imam berhadats ketika sedang shalat, maka ia harus berhenti shalat, dan memilih salah satu makmum untuk menggantikannya, jika salah satu makmum maju, atau mereka menyuruh maju dan menyelesaikan shalat dengan mereka, atau mereka menyelesaikan shalatnya sendiri-sendiri, maka shalatnya sah.
  • Cara makmum mengqadha rakaat yang ketinggalan:
  • Siapa yang mendapat satu rakaat dhuhur, asar, atau isya’ maka setelah imam salam wajib menambah tiga rakaat, ia menambah satu rakaat dengan membaca fatihah dan surat kemudian duduk untuk tahiyat awal, kemudian menambah dua rakaat dengan hanya membaca fatihah, kemudian duduk Ty Montgomery Womens Jersey untuk tahiyat akhir, kemudian salam, semua yang ia dapatkan bersama imam, maka itu menjadi awal shalatnya.
  • Siapa yang mendapatkan shalat satu rakaat bersama imam pada shalat maghrib, setelah imam salam ia berdiri membaca fatihah dan surat, kemudian duduk untuk tahiyat awal, kemudian bangun untuk melakukan satu rakaat lagi Maliek Collins Kids Jersey dan membaca fatihah, kemudian duduk untuk tahiyat akhir dan salam seperti disebutkan di atas.
  • Barangsiapa Tyrone Crawford Kids Jersey mendapat satu rakaat bersama imam pada shalat subuh atau shalat jum’at, maka setelah imam salam ia berdiri menambah satu rakaat, membaca fatihah dan surat, kemudian duduk untuk tahiyat, lalu salam.
  • Apabila salah seorang masuk masjid sedangkan imam sedang tahiyat akhir, maka sunnah ikut shalat bersama imam, dan menyempurnakan shalatnya setelah imam salam.
  • Tidak sah shalat sendirian di belakang shaf kecuali ada udzur seperti tidak mendapat tempat di dalam shaf, maka ia shalat di belakang shaf, dan tidak boleh menarik seseorang dalam shaf, adapun shalatnya wanita sendirian di belakang shaf sah jika shalat bersama jamaah laki-laki, namun bila shalat bersama jemaah wanita, maka hukumnya sama seperti orang laki-laki.
  • Boleh sekali-sekali shalat sunnah berjamaah di waktu malam atau siang, di rumah atau di tempat lain.
  • Disunnahkan bagi yang melihat orang shalat fardhu sendirian, ikut shalat bersamanya.

Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu bahwasanya rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat seseorang yang shalat sendirian, maka beliau berkata: «Adakah orang yang mau bersedekah James Harrison Kids Jersey pada orang ini dengan shalat bersamanya?» (HR. Abu Daud dan Tirmidzi) ([6]).

  • Disunnahkan bagi makmum tidak bangun dari tempatnya sebelum imamnya menghadap kepada makmum.
  • Sah mengikuti imam di dalam masjid walaupun makmum tidak melihat imam, atau tidak melihat orang di belakangnya apabila mendengar takbir, demikian pula di luar masjid apabila mendengar takbir dan shafnya bersambung.
  • Disunnahkan imam mengahadap ke makmum setelah salam, jika ada wanita yang ikut shalat maka diam sebentar agar mereka pergi, dan makruh langsung shalat sunnah di tempat melakukan shalat fardhu.
  • Apabila tempatnya sempit, boleh imam shalat dan di sampingnya, atau di belakangnya, atau di Brad Wing Youth Jersey atasnya, atau di bawahnya ada orang shalat.
  • Berjabat tangan setelah shalat wajib bid’ah, imam dan makmum berdoa bersama-sama dengan keras hukumnya bid’ah, yang disyari’atkan adalah dzikir-dzikir yang diajarkan oleh nabi, baik cara dan jumlahnya, seperti disebutkan di atas.
  • Apabila imam memanjangkan shalatnya melebihi batas wajar, maka makmum boleh memisahkan diri, atau imam terlalu cepat shalatnya, atau makmum berhalangan seperti ingin kencing atau menahan angin, atau lainnya, maka ia boleh memotong shalatnya, dan mengulangi shalat sendirian.
  • Imam mengeraskan suaranya dalam bertakbir, mengucapkan sami’allahu liman hamidah, salam, mengucapkan amin dalam shalat.
  • Orang yang berdoa kepada selain Allah, atau minta pertolongan kepada selain Allah Ta’ala, atau menyembelih untuk selain Allah Ta’ala di kuburan atau di tempat lain, Jarvis Jones Womens Jersey atau berdoa kepada orang di dalam kubur, maka tidak boleh menjadi imam, karena ia kafir, dan shalatnya batal.
  • Alasan-alasan boleh meninggalkan shalat jum’at dan berjamaah:

Dibolehkan meninggalkan shalat jum’at dan shalat berjamaah:

Orang sakit yang tidak mampu shalat berjamaah, orang yang menahan buang air, orang yang hawatir tertinggal rombongan, orang yang hawatir mendapa bahaya bagi dirinya, atau hartanya, atau temannya, atau terganggu dengan hujan, atau lumpur, atau angin kencang, atau orang yang mengahadapi hidangan makanan dimana ia sangat perlu dan bisa memakannya, namun tidak boleh dijadikan kebiasaan, demikian pula dokter, penjaga, aparat keamanan, pemadam kebakaran, dan lain sebagainya yang bertugas menjaga kemaslahatan umat islam yang penting, apabila tiba waktu shalat dan mereka sedang menjalankan tugas, maka ia shalat di tempatnya, dan jika perlu boleh shalat dhuhur sebagai ganti shalat jum’at.

  • Semua yang melalaikan dari shalat, atau membuang-buang waktu, atau berbahaya bagi badan, atau akal, maka haram hukumnya, seperti bermain kartu, merokok, cerutu, minuman keras, narkotika, dan lain sebagainya, atau duduk di depan telivisi atau lainnya yang menayangkan kekafiran, atau adengan porno atau adegan maksiat lainnya.
  • Apabila imam shalat dan tidak tahu kalau ia menanggung najis, dan shalatnya telah selesai, maka shalat mereka semua sah. Apabila tahu ada najis sewaktu sedang shalat, jika mungkin disingkirkan maka harus segera membuangnya dan melanjutkan shalatnya, dan jika tidak bisa dibuang, maka berhenti shalat, dan mencari ganti salah satu makmum untuk melanjutkan shalatnya.
  • Siapa yang berziarah kepada suatu kaum maka ia tidak boleh mengimami mereka, akan tetapi yang jadi imam salah satu dari mereka.
  • Shaf pertama lebih afdhal dari shaf kedua, shaf sebelah kanan lebih afdhal dari shaf sebelah kiri, karena Allah dan malaikatnya bershalawat kepada shaf pertama, dan shaf sebelah kanan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendoakan shaf pertama tiga kali, dan untuk shaf kedua satu kali.
  • Yang ada di shaf pertama:

Yang paling berhak berada di shaf pertama dan dekat dengan imam adalah orang-orang pandai dan punya ilmu serta takwa, mereka sebagai teladan, maka hendaklah segera ke shaf pertama.

Dari Abu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengusap pundak kami dalam shalat dan berkata: “Luruskan, dan janganlah berselisih, sehingga hati kalian berselisih, hendaklah yang ada di belakangku orang-orang pandai, kemudian berikutnya, kemudian berikutnya. (HR. Muslim)([7]).

  • Cara memanjangkan shalat dan memendekkan:

Sunnah bagi imam apabila memanjangkan shalat, memanjangkan rukun-rukun yang lain, dan jika memendekkan, memendekkan rukun-rukun yang lain.

Dari al-Bara’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu berkata: aku memperhatikan shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka aku dapatkan berdirinya, ruku’nya, i’tidalnya setelah bangun dari ruku’, sujudnya, duduknya antara dua sujud, sujudnya yang kedua, dan duduknya antara salam dan bangkit hampir sama. Sean Lee Jersey (Muttafaq alaih) ([8]).

 

 

 

([1]) Shahih Bukhari no (719).

([2]) Shahih Bukhari no (723), ini adalah lafadznya dan Muslim no (433).

([3]) Sunan Abu Daud no (666), ini adalah lafadznya, Shahih Sunan Abu Daud no: 620 dan Nasa’i no (819), Shahih Sunan Nasa’I no: 789

)[4] ) Hadist shahih riwayat Nasai no: (813), Shahih Sunan Nasai: (783)

) [5] ) Hadist shahih riwayat Al-Muhamili dalam Al-Amali (2/Q 36), dan Thabrani dalam Al-Ausath no: 5797, Lihat Al-Silsilah Al-Shahihah no: 1892

([6]) Shahih, Sunan Abu Daud no (574), ini adalah lafadznya, Shahih Sunan Abu Dawud no: 537 dan Tirmidzi no (220), Shahih Sunan Tirmidzi no: 182

([7]) Shahih Muslim no (432).

([8]) Shahih Bukhari no (801), Muslim no (471), ini adalah lafadznya.

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/gACTX

About admin

Kholid bin Syamhudi bin Saman bin Sahal Al-Bantani, menimba ilmu di Universitas Islam Madinah Tahun 1994 dan lulus Tahun 1999 dari Fakultas Hadits. Kini banyak meluangkan waktunya dalam da’wah sunnah dan menterjemahkan kitab-kitab berbahasa arab ke dalam Bahasa Indonesia serta berperan serta dalam beberapa lembaga da’wah yang ada di tanah air.

Check Also

Islamic2_by_niazali 2

Ringkasan Fikih Islam : Kesempurnaan Agama Islam -2

Kesempurnaan Agama Islam (2) Ketika Allah Subhanahu Wata’ala menciptakan manusia, ditundukkan bagi manusia Tom Rathman ...