Home / Brankas / Bulughul Maram : Tata Cara Wudhu Nabi -shalallahu ‘alaihi wa sallam-

Bulughul Maram : Tata Cara Wudhu Nabi -shalallahu ‘alaihi wa sallam-

tangan-wudu

33 ? ???? ?????????: ????? ????????? ?????? ????? ?????? ????? ?????????? ??????? ????????? ??????? ????????? ????? ????????? ?????????????? ?????????????? ????? ?????? ???????? ??????? ????????? ????? ?????? ?????? ?????????? ???? ????????? ?????? ???????? ????? ???????? ?????? ????? ???? ?????? ??????????? ???? ?????? ??????? ????????? ???? ????????????? ??????? ???????? ????? ?????????? ?????? ?????? ????? ?????: ???????? ??????? ????? ???? ????? ???????? ????????? ????????? ?????? ???????? ????. ????????? ????????.

33. dari Humran : Bahwasanya Utsman radhiyallahu ‘anhu meminta diambilkan air untuk berwudhu, lalu beliau mencuci kedua telapak tangannya tiga kali, kemudian berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung lalu mengeluarkannya, kemudian mencuci wajahnya tiga kali, kemudian mencuci tangan kanannya sampai siku tiga kali kemudian yang kiri seperti itu, kemudian mengusap kepalanya kemudian

mencuci kakinya yang kanan sampai mata kaki tiga kali, kemudian yang kiri seperti itu. Kemudian berkata: Aku telah melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu seperti wudhuku ini. (Muttafaqun ‘Alaihi).

 

A. Biografi Perawi Hadits

Humran perawi hadits ini dari Utsman adalah Humran bin Abaan bin Khalid maula Utsman bin Afaan. Beliau berasal dari suku Namr bin Qaasith ditawan di perang Ainut Tamr lalu dibeli Utsman bin Affan dan dimerdekakan. Ibnu Abdilbarr mejelelaskan sosok Humran dengan menyatakan: beliau dahulu seorang ulama besar. Seorang yang memiliki kedudukan tinggi, pandai dan mulia. Sedangkan Qatadah berkata: Humran selalu sholat dibelakang Utsman. Humrah pindah ke kota Bashrah dan wafat di sana tahun 75 H. (lihat Tahdzib at-Tahdzib 3/24-25 dan al-Ishaabah 3/14).

Utsman bin Affaan bin Abil’Ash bin Umayyah al-Qurasyi al-Umawi Amirul Mukminin dan Kholifah rasyid yang ketiga. Beliau masuk Islam disebabkan dakwah Abu Bakar dan berhijroh dua hijroh, hijrah ke Habasyah dan hijrah ke Madinah. Utsman bin Affan menikahi Ruqayyah bintu Rasulillah shalallahu ‘alaihi wa sallam lalu setelah wafat Ruqayyah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menikahkannya dengan Ummu Kultsum adik Ruqayyah. Sehingga digelari Dzan-Nurain.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memberikan kabar gembira kepada Utsman bin Affan dan menyampaikan bahwa beliau akan mendapatakan mati syahid. Juga Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mewakili beliau dalam bai’atur Ridhwan; karena beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam mengutusnya ke Makkah lalu diisyukan bahwa kaum Quraisy membunuh Utsman sehingga beliau meletakkan salah satu tangannya di atas tangannya yang lain dan berkata: «?????? ???? ?????????» (ini mewakili Utsman).

Utsman bin Affan memegang kekhilafahan setelah Amirul Mukminin Umar bin al-Khuthab dengan penunjukkan musyawarah tim formatur di hari pertama bulan Muharram tahun 24 H dan terbunuh secara syahid di hari Jum’at ba’da ashar tanggal 18 Dzilhijjah 35 H dan dikuburkan di pekuburan Baqi’. (lihat Tambihul Afhaam 1/23-24).

B. Takhrij Hadits

Hadits ini dikeluarkan Imam al-Bukhari dalam kitab al-Wudhu, Bab wudhu’ tiga kali, tiga kali, no. 159 dan Imam Muslim dalam ath-Thaharah no. 226 dari jalan periwayatan Ibrohim bin Sa’ad dari Ibnu Syihaab dari ‘Atha bin Zaid al-Laitsi dari Humran.

Yang disampaikan al-Hafizh di sini adalah lafadz Imam Muslim. Kesempurnaannya adalah:

????? ????? ??????? ????? ?????? ????? ???????? ?????????: «???? ????????? ?????? ???????? ????? ????? ????? ???????? ???????????? ??? ????????? ???????? ???????? ?????? ???? ??? ????????? ???? ????????» ????? ????? ???????: " ??????? ???????????? ??????????: ????? ?????????? ???????? ??? ??????????? ???? ?????? ??????????? "

Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Siapa yang berwudhu seperti wudhuku ini kemudian berdiri sholat dua rakaat tidak berbicara masalah duniawi (Tidak memikirkan selain urusan shalat) maka diampuni dosanya yang telah lalu.

Ibnu Syihab berkata: Ulama kami dulu berkata: Wudhu’ ini adalah yang tersempurna dari wudhu seorang untuk sholat.

Hadits ini memiliki jalan-jalan periwayatan lainnya Solomon Thomas Womens Jersey ada dalam shahihain, sunan, dan kitab-kitab Musnad.

 

C. Penjelasan Kosa Kata Hadits

(????? ?????????) : Meminta air Wudhu.

(??????? ????????? ??????? ????????): Mencuci kedua telapak tangan tiga kali.

(????? ????????) : Memutar air di dalam mulut.

(?????????????) : Memasukkan air atau menghisap air dengan menarik nafas sampai dalam hidung.

(?????????????) : mengeluarkan air dari hidung

(????? ?????? ????????) : Wajah adalah yang dilihat ketika saling berhadapan. Batasannya dari tempat tumbuhnya rambut yang normal sampai ke bawah dari jenggot dan jakun dan dari telinga ke telinga yang lainnya.

 (???? ?????????) : kata (????) dalam bahasa Arab menunjukkan tujuan akhir atau ujung. Umumnya tidak masuk paling akhir dalam hukum sebelumnya. Seperti firman Allah Ta’ala:

????? ????????? ?????????? ????? ?????????

Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, ( QS al-Baqarah/2: 187), sehingga malam hari tidak masuk dalam hukum ini. Kecuali apabila ada indikator yang menunjukkan masuknya dalam hukum. Contohnya adalah hadits ini (????? ?????? ?????? ?????????? ???? ????????? ?????? ???????), di mana ada indikator yang dijelaskan oleh hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan masuknya siku dalam pencucian dalam hadits dari Nu’aim bin Abdillah al-Mujmiri, beliau berkata:

???????? ????? ?????????? ??????????? ???????? ???????? ?????????? ??????????? ????? ?????? ?????? ?????????? ?????? ???????? ??? ?????????? ????? ?????? ?????????? ?????? ???????? ??? ?????????? ????? ?????? ????????? ????? ?????? ???????? ?????????? ?????? ???????? ??? ????????? ????? ?????? ???????? ?????????? ?????? ???????? ??? ???????? "? ????? ?????: " ??????? ???????? ??????? ????? ?????? ????? ???????? ????????? ???????????.

Aku telah melihat Abu Hurairoh berwudhu lalu mencuci wajahnya sehingga menyempurnakan wudhu’nya, kemudian mencuci tangan kanannya sampai di awal dari lengan bagian atas, kemudian tangan kirinya sampai awal dari lengan bagian atas, kemudian mengusap kepalanya, lalu mencuci kaki kanannya hingga awal dari betis kemudian kaki kirinya hingga awal betisnya, kemudian beliau berkata: Demikianlah aku telah melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu. (HR Muslim).

(?????????) adalah persendian antara tulang hasta dengan lengan bagian atas.

(???? ?????? ??????????) mengusapkan tangannya ke kepala dalam keadaan tangan tersebut basah oleh air. Batasan kepala adalah dari tempat tumbuhnya rambut dari seluruh sisi wajah sampai bagian paling atas dari leher.

(???? ?????????????)  adalah mata kaki.

(?????? ???????? ????) Serupa dengan wudhuku.

(??? ????????? ???????? ????????) : Syeikh ibnu Utsaimin menjelaskan maknaya dengan : Tidak berfikir pada sesuatu perkara yang bukan dari sholat. (Tambihul Afhaam 1/25). Sedangkan Imam an-Nawawi (syarhu Muslim 3/108) berkata: Yang dimaksud denganya adalah tidak membicarakan sesuatu dari perkara dunia dan yang tidak ada hubungan dengan sholat.

 

D. Penjelasan Umum Hadits

Para Sahabat radhiyallahu ‘anhum adalah orang yang paling bersemangat mengajarkan ilmu dan menyebar luaskan sunnah serta paling bersemangat menasehati umat. Ketika pengajaran dengan perbuatan (contoh perbuatan) lebih cepat dikuasai dan lebih detail dalam memberikan gambaran serta lebih mengena pada jiwa, Amirul mukminin Utsman bin Affan meminta air yang digunakan untuk berwudhu untuk mengajarkan orang-orang bagaimana tata cara wudhu Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau memulai dengan mencuci kedua telapak tangannya tiga kali, karena keduanya adalah alat untuk bersuci, kemudian berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung dan mengeluarkannya untuk mensucikan mulut dan hidungnya kemudian mencuci wajahnya tiga kali kemudian mencuci kedua tangannya bersama sikunya tiga kali kemudian mengusap kepala kemudian mencuci kedua kaki tiga kali.

Kemudian beliau menceritakan telah melihat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu seperti wudhu itu kemudian bersabda: “Siapa yang berwudhu seperti wudhuku ini kemudian berdiri sholat dua rakaat tidak berbicara masalah duniawi (Tidak memikirkan selain urusan shalat) maka diampuni dosanya yang telah lalu”.

(Tambihul Afhaam Syarh Umdatul Ahkaam, Syeikh Muhammad Sholih Ibnu Utsaimin 1/25).

 

E. Fikih Hadits

Dapat diambil banyak faedah dari hadits ini, di antaranya:

  1. Keutamaan Amirul mukminin ‘Utsmaan radhiyallahu ‘anhu dan semangatnya dalam mengajarkan ilmu dan menyebarkan sunnah serta menasehati umat. (lihat Tambihul Afhaam 1/25 dan Minhatul ‘Alaam 1/ ). Sudah sepatutnya para ulama dan pelajar untuk menyebarkan sunah-sunnah Nabi di antara manusia dan tidak mencukupkan dengan kejelasan dan pengetahuan manusia secara garis besar terhadap sunnah-sunnah tersebut. Karena Utsman radhiyallahu ‘anhu menjelaskan tata cara wudhu Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan perbuatan, padahal wudhu adalah perkara yang sudah dikenal, apalagi di masa beliau.
  2. Hadits ini adalah salah satu hadits yang menjelaskan tata cara wudhu Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam secara sempurna. Ibnul Mulaqqin berkata: Ini adalah pokok penting dalam tata cara wudhu’. (al-I’laam Bi Fawaaid Umdatul Ahkam 1/320) Oleh karena itu al-Haafizh menjadikannya sebagai induk dalam menjelaskan tata cara Wudhu Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan menjadikan hadits-hadits setelahnya sebagai hadits-hadits pelengkapnya.
  3. Diperbolehkan minta diambilkan air wudhu, berdasarkan ucapan Humraan :

 ????? ????????? ?????? ????? ?????? ????? ????????? (Sungguh Utsman minta diambilkan air wudhu). Ibnu al-Mulaqqin telah menyampaikan ijma’ tentang kebolehan hal ini tanpa ada kemakruhan (al-I’laam Bi Fawaaid Umdatul Ahkam 1/320). Masuk dalam hal ini adalah menuangkan air kepada orang yang berwudhu, karena adanya riwayat dari al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:

«??????? ????? ???? ??????? ????? ?????? ????? ???????? ????????? ????? ???????? ???? ?????? ??????? ?????????? ????? ????? ?????????? ???????? ???? ????????? ??????? ?????? ??????????? ???????? ????? ?????????»

Ketika aku bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam di satu malam,, ketika menginap (diperjalanan) lalu beliau membuang hajat kemudian datang lalu aku tuangkan kepada beliau dari tempat air yang ada bersamaku, lalu beliau bewudhu dan mengusap khofnya (kaos kaki kulit). (HR Muslim no. 274)

  1. Sepatutnya seorang pengajar mengambil cara termudah untuk difahami dan mengokohkan ilmunya. Dalam hadits Ustman dalam menjelaskan tata cara wudhu Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengambil cara pengajaran dengan perbuatan tanpa perkataan. Karena menjelaskan dengan perbuatan lebih cepat dikuasai dan lebih seksama dalam menggambarkan serta lebih kokoh di jiwa. Hal itu karena penjelasan dengan perkataan bersandar kepada lafazh, dan lafazh kadang terfahami tidak satu pengertian,
  2. Menggunakan sarana penjelas yang mampu menjelaskan lebih mudah kepada para murid dan masyarakat.
  3. Orang yang mengerjakan satu bentuk ibadah dan berniat untuk mengajari orang lain tidak mengurangi keikhlasannya. (Tambihul Afhaam 1/26).
  4. Disyariatkan berwudhu dengan tata cara ini. Hendaknya seorang berwudhu dengan memulai mencuci kedua telapak tangannya tiga kali, kemudian berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung dan mengeluarkannya, kemudian mencuci wajahnya tiga kali kemudian mencuci kedua tangannya bersama sikunya tiga kali kemudian mengusap kepala kemudian mencuci kedua kaki tiga kali.
  5. Hadits ini menunjukkan pensyariatan mencuci kedua telapak tangan tiga kali. Ini hukumnya sunnah; karena yang ada hanya berupa perbuatan semata, sebagaimana dalam hadits Utsman ini, hadits Abdullah bin Zaid radhiyallahu anhu dalam Shahihain, hadits Ali radhiyallahu anhu dan lain-lainnya

Mencuci kedua telapak tangan ini tidak wajib; karena Allah Ta’ala telah jelaskan wudhu dalam al-Qur`an dan memulainya dengan mencuci wajah dan tidak menyebut cuci kedua telapak tangan. Oleh karenanya Ibnu Qudamah berkata:

(???????? ??????????? ????????? ?????? ?????? ?????????? ???? ?????????? ???????? ??????? ??????????)

Tidaklah mencuci keduanya wajib ketika (berwudhu) bagi yang bukan bangun tidur tanpa adanya perbedaan pendapat yang kami ketahui. (al-Mughni 1/139).

Hikmah dari mencuci keduanya adalah karena alat mencuci. Kedua telapak tangan digunakan untuk mengambil air, mengurut anggota tubuh yang harus dicuci sehingga pas bila disucikan dahulu.

  1. Tampak dari hadits kedua telapak tangan dicuci dengan satu caukan (Ghurafah), berdasarkan lafzh hadits :???????? ????????? ??????? ???????? (lalu mencuci kedua telapak tangannya tiga kali), dan dalam riwayat Muslim : ?????????? ????? ????????? ??????? ??????? ????????????? (lalu menuangkan di atas kedua telapak tangannya tiga kali lalu mencucinya). Sedangkan dalam hadits Maimunah radhiayallahu anha beliau berkata:

 (???????? ?????????? ????? ?????? ????? ???????? ????????? ???????? ???????????? ?????????? ???????????? ????? ????????? ??????????? ???? ????????..)

Aku letakkan untuk Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam air wudhu untuk mandi junub. Lalu beliau mencuci tangan kiri dengan tangan kanannya dua kali atau tiga (Muttafaqun ‘alaihi).

  1. Disunnahkannya mengulang tiga kali pada kumur-kumur, menghirup air kehidung dan mengeluarkannya, mencuci wajah, mencuci kedua tangan dan kedua kaki. Imam al-Bukhari menulis dalam shahihnya: «????? ??????????? ?????? ??????» (Bab mengenai berwudhu tiga kali-tiga kali.
  2. Diperbolehkan berbeda dalam jumlah pencucian anggota wudhu dengan mencuci anggota ini sekali, lalu yang lainnya tiga kali dan seterusnya, berdasarkan hadits Abdullah bin Zaid yang menceritakan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu lalu mencuci wajahnya tiga kali lalu mencuci kedua tangannya dua kali serta mengusap kepala sekali. (lihat hadits Abdullah bin Zaid dalam Shahih al-Bukhari no. 186 dan Muslim no. 317). Imam an-Nawawi rahimahullah berkata:

(?????? ????????? ????? ??????? ??????????? ????????????? ???????? ????????? ???????? ??????????? ???????????? ??????????? ???????? ??????? ???????? ????????????? ????? ?????? ????????? ???????? ????? ?????? ????????? ?????????????? ?????????? ???????????? ???????? ???????? ???????? ????? ??????????? ?????????? ??????? ?????????????? ???? ?????????? ?????? ????? ???????? ????????? ??? ?????? ????????????? ???????? ???????????? ????? ????????? ??????? ??????? ??? ?????? ???????????? ???????? ???????????? ??????? ??? ?????? ????????? ???????? ??? ??????? ?????? ????? ???????? ????????? ??????? ?????????? ??????? ???????? ?????? ????? ???????? ?????????? ?????? ??????: ?????????? ???????? ???????????? ????????????: ??????? ???????? ??????????? ??? ???????????? ?????????? ???? ?????????????? ??????? ????????)

Berisi petunjuk bolehnya membedakan jumlah basuhan anggota wudhu. Mencuci sebagiannya tiga kali dan sebagiannya dua kali serta sebagian yang lainnya lagi sekali. Ini diperbolehkan, dan wudhu dengan cara ini tidak diragukan lagi keabsahannya, namun yang disunnahkan mencuci anggota wudhu tiga kali-tiga kali seluruhnya sebagaimana telah kami jelaskan. Di sebagian waktu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melakukannya secara tidak seragam sebagai penjelas kebolehannya, seperti beliau berwudhu satu kali-satu kali dalam sebagian waktu sebagai penjelas kebolehannya. Pada waktu tersebut hal itu menjadi lebih utama pada hak Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, karena wajib bagi beliau shalallahu ‘alaihi wasallam menjelaskannya. Apabila ada yang menyatakan: Penjelasan bisa dilakukan dengan perkataan? Jawabnya: Lebih mengena pada jiwa dengan perbuatan dan jauh dari ta’wil. Wallahu a’lam. (Syarh Shahih Muslim 3/125).

  1. Tidak boleh membasuh anggota wudhu lebih dari tiga kali. Imam an-Nawawi telah menukilkan ijma tentang larangan membasuh lebih dari tiga kali (Syarh Shahih Muslim 3/125). Dasarnya adalah hadits Amru bin Syuaib dari bapaknya dari kakeknya:

????? ???????????? ????? ?????????? ?????? ????? ???????? ????????? ?????????? ???? ??????????? ????????? ???????? ????????? ????? ?????: «????? ??????????? ?????? ????? ????? ????? ?????? ???????? ???? ????????? ???? ??????»

Seorang A’rabi mendatangi Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, lalu bertanya kepada beliau tentang wudhu’ lalu beliau mengajarinya tiga kali- tiga kali, kemudian berkata: Davon House Youth Jersey Ini adalah wudhu yang benar. Siapa yang menambah lebih dari ini maka telah berbuat jelek, melampaui batas atau zhalim. (HR an-Nasa’i 1/88, Ibnu Majah no. 422 dan Ahmad dan sanad hadits ini hasan)

Imam at-Tirmidzi rahimahullah dalam Sunannya (1/64) berkata:

(??????????? ????? ????? ?????? ???????? ?????? ?????????: ????? ?????????? ???????? ??????? ???????? ????????????? ????????? ???????????? ???????? ???????? ???????? ??????.?????? ????? ????????????: ??? ????? ????? ????? ??? ?????????? ????? ?????????? ???? ????????. ?????? ????????? ???????????: ??? ??????? ????? ?????????? ?????? ?????? ?????????)

Inilah yang diamalkan menurut umumnya ulama.Wudhu sah satu kali-satu kali dan dua kali-dua kali lebih utama dan yang paling utama tiga kali. Setelah itu tidak ada lagi. Ibnu al-Mubaarak berkata: Aku tidak heran apabila menambah dalam wudhu lebih dari tiga-tiga akan berdosa. Ahmad dan Ishaaq berpendapat bahwa tidak menambah lebih dari tiga-tiga kecuali seorang yang tidak normal.

Ibrohim an-Nakhai rahimahullah berkata:

(?????????? ??????????? ???? ????????????? ?????? ????? ????? ??????? ?????????? ???? ????????? ????????? ?????? ????? ???????? ?????????)[(316)].

Berlebihan dalam Wudhu dari syaitan. Seandainya ini utama tentulah para Sahabat Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam telah mendahuluinya. (al-Mughni 1/194)

  1. Artie Burns Kids Jersey value=”13″>
    Keutamaan sholat dua rakaat setelah wudhu dan pahala yang dijanjikan didapat dengan dua syarat:
  1. Berwudhu dengan tata cara tersebut
  2. Sholat dua rakaat setelah wudhu secara khusu’ tanpa ada fikiran tentang luar sholat.
  1. Pahala yang dijanjikan adalah ampunan atas dosa yang telah lalu. Yang dimaksud dosa disini menurut mayoritas ulama adalah dosa kecil.
  2. Memperhatikan urutan dalam anggota wudhu sehingga jangan mendahulukan yang terakhir atau mengakhirkan yang terdahulu.

 

F. Masaa`il Fiqhiyah

Dari hadits ini ada beberapa masalah fikih yang dapat dijelaskan, di antaranya:

  1. Hukum berkumur dan menghirup air ke dalam hidung.

Para ulama berbeda pendapat tentang masalah ini dalam empat pendapat:

  1. Hukum keduanya wajib dalam wudhu dan mandi.

Inilah pendapat ‘Atha, az-Zuhri dalam salah satu pendapat beliau, Ibnu al-Mubaarak, Hammad, Ibnu Abi Laila, Ishaaq dan imam Ahmad dalam salah satu riwayatnya.

Argumentasi pendapat ini adalah:

  • Firman Allah Ta’ala:

??? ???????? ????????? ??????? ????? ???????? ????? ?????????? ??????????? ???????????

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu. (QS al-Maaidah/5:6)

Hidung dan mulut termasuk dalam wajah sehingga wajib dicuci juga.

Demikian juga perbuatan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam wudhu yang tidak pernah meninggalkan kumur-kumur dan menghirup air ke hidung menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan membasuh wajah adalah berkumur-kumur, menghirup air ke hidung dan mencuci wajahnya.

  • Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

????? ????????? ?????????? ???????????? ??? ???????? ?????? ????? ??????????? ?????? ??????????? ????????????

Apabila salah seorang kalian berwudhu maka jadikanlah di hidung kalian air kemudian mengeluarkannya, dan siapa yang cebok dengan selain air maka hendaknya diganjilkan. (HR al-Bukhori dan Muslim). Perintah memasukkan air ke dalam hidung tampak untuk kewajiban istinsyaaq dan istintsaar. Pensyariatan istinsyaq tidak sempurna tanpa istintsar. Ibnu Abdilbarr berkata: Istintsar dan istinsyaq bermakna satu dan sinonim, hanya saja menghirup air dengan angin hidung adalah istinsyaaq dan istintsar adalah mengeluarkan air setelah memasukkannya dengan angin hidung juga. Inilah hakekat dua kata ini. (at-Tamhid 4/33).

  • Hadits Luqith bin Shabrah radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

«??????? ??? ???????????????? ?????? ???? ??????? ????????»

Sungguh-sungguhlah dalam istinsyaaq (memasukkan air kedalam hidung) kecuali kamu dalam keadaan puasa. (HR Abu Dawud no. 142 1/100, an-Nasaa’i 1/66 dan at-Tirmidzi no. 288 3/146)

Perintah untuk bersungguh-sungguh dalam istinsyaaq bagi selain orang yang berpuasa menunjukan kewajiban istinsyaaq. Dalam riwayat Abu Dawud (no. 143) dari hadits Laqith :

«????? ??????????? ??????????»

Apabila kamu berwudhu hendaknya berkumur-kumur.

Hadits ini juga hadits yang shahih dinilai shahih oleh al-Haafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Baari 1/262 dan an-Nawawi dalam al-Majmu’ 1/351 dan syeikh al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud.

Riwayat ini menunjukkan kewajiban berkumur-kumur.

  • Hadits Abu Hurairoh radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

?????? ??????? ????? ?????? ????? ???????? ????????? ????????????? ?????????????????

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan untuk berkumur-kumur dan istinsyaq. (HR ad-Daraquthni 1/116 dan al-Baihaqi 1/52. Hadits ini dihukumi oleh ad-Daraquthni dan al-Baihaqi sebagai hadits mursal).

  • Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam selalu mengerjakan kumur-kumur dan istinsyaq dalam berwudhu sebagaimana yang dinukilkan para sahabat yang memperhatikan wudhu beliau seperti Utsman, Ali, Abdullah bin Amru bin al-Ash, Abu Hurairoh, ‘Aisyah, ar-Rabi’, Abdullah bin Zaid bin ‘Ashim, al-Miqdaam bin Ma’dikarib, Ibnu Abbas, Waa’il bin Hujr, Mu’awiyah bin Abi Sufyan, dan selain mereka. Telah ada hadits tentang tata cara wudhu Nabi  dari dua puluh sahabat (seperti dijelaskan Ibnu Hajar dalam kitab ad-Dirayah 1/18-19). Tidak ada seorang pun dari mereka yang tidak menyebutkan kumur-kumur dan istinsyaq ini, padahal ada riwayat Ben Roethlisberger Jersey yang menjelaskan minimal sahnya wudhu ketika wudhu satu kali-satu kali. Hal ini disampaikan Ibnu Qudamah dalam al-Mughni 1/168, Ibnu Taimiyah dalam Syarh al-Umdah 1/178, Ibnu al-Qayyim dalam Zaad al-Ma’aad 1/194 dan asy-Syaukani dalam Nail al-Authar 1/164. Bahkan Ibnu Abdilbarr dalam al-Istidzkaar 2/13 berkata: Tidak ada seorangpun yang hafal dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau tidak melakukan kumur-kumur dan istinsyaaq dalam wudhunya dan tidak pula Hines Ward Jersey dalam mandu janabahnya, padahal beliau adalah penjelas dari maksud Allah Ta’ala.

Ada yang menjawab alasan ini dengan menyatakan bahwa sekedar perbuatan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak menunjukkan wajib hingga dikuatkan dengan perintah yang menunjukkan hal itu.

Namun Ibnu Qudamah dalam al-Mughni 1/168 berkata; Karena perbuatan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam bisa menjadi penjelas dan perinci untuk wudhu yang diperintahkan dalam al-Qur`an; karena keduanya (mulut dan hidung) termasuk wajah dan tidak berat mencucinya.

 

 

  1. Kumur-kumur dan Istinsyaq sunnah dalam wudhu dan mandi.

Ini adalah madzhab Maalik, asy-Syafi’i, al-Auza’i, al-Laits bin Sa’ad dan ath-Thabari. Diriwayatkan hal ini dari al-Hasan al-Bashri, Ibnu Syihab dalam salah satu riwayat, al-Hakam bin ‘Utaibah, Yahya bin Sa’id al-Anshari, Qatadah dan Rabi’ah. (lihat al-Istidzkaar 2/11-12, at-Tamhid 4/34, al-Majmu’ 1/362, al-Ausath 1/378 dan al-Mughni 1/167-168). Imam asy-Syafi’i menduga adanya ijma’ ulama tentang ini sehingga tidak berpendapat kewajiban istinsyaaq. (lihat al-Umm 1/25, al-Mudawanah 1/15 dan at-Tamhid 4/34).

Pendapat ini beralasan sebagai berikut:

  • Hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata:

 

????? ??????? ??????? ?????? ????? ???????? ?????????: " ?????? ???? ??????????? : ????? ??????????? ??????????? ???????????? ????????????? ?????????????? ??????????? ??????? ????????????? ???????? ????????????? ???????? ?????????? ???????? ??????????? ???????????? ???????? " ??????? ??????????????? ????? ??????????: ????? ????????: ????????? ????????????? ?????? ???? ??????? «?????????????»

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sepuluh termasuk fithrah: memotong kumis, memelihara Tony Dorsett Youth Jersey jenggot, bersiwak, istinsaaq dengan air, memotong kuku, mencuci buku-buku jemari, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan cebok.

Zakariya berkata: Mush’ab telah berkata: aku Lupa yang kesepuluh, tampaknya adalah kumur-kumur. (HR Muslim 1/223 no. 261).

  • Hadits ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu secara marfu’ :

????? ????????????? ????????????????? ???????

Sesungguhnya kumur-kumur dan istinsyaaq adalah sunnah (HR ad-Daraquthni dalam sunan 1/85 dan 101 dan berkata: Isma’il bin Muslim perawi lemah. Hadits ini juga dinilai lemah oleh al-Haafizh ibnu Hajar dalam at-talkhish 1/89).

  • Kumur-kumur dan istinsyaq tidak disebutkan dalam tata cara wudhu pada nash al-Qur`an surat al-Maaidah ayat 6. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam Justin Gilbert Womens Jersey memberikan jawaban kepada orang yang bertanya tentang wudhu untuk membaca ayat tersebut, seperti dalam hadits yang berbunyi:

??????????? ????? ???????? ??????? ????? ???????

Berwudhu’ lah sebagaimana Allah perintahkan kepadamu.( HR Abu Dawud no. 858 1/538, an-Nasaa’i 2/225-226 dan at-Tirmidzi no. 302 1/404 dan Ibnu Majah 1/274. Hadits ini dinilai shahih oleh al-Albani dalam shahih sunan Abi Dawud).

Pendalilan dengan hadits ini dikritik dari dua sisi: Pertama: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak bermaksud hanya mencukupkan dengan yang ada dalam al-Qur`an saja bahkan juga yang dari sunnah, karena sunnah juga adalah wahyu seperti al-Qur`an. Kedua: Kumur-kumur dan istinsyaq masuk ke dalam keumuman perintah mencuci wajah, dalam tinjauan hidung dan mulut adalah bagian dari wajah. Hidung dan mulut seperti juga pipi dan dahi sama-sama bagian dari wajah dan juga sama-sama tidak disebutkan dalam al-Qur`an namun semua sepakat kewajiban mencuci pipi dan dahi dalam berwudhu.

 

  1. Keduanya wajib dalam mandi janabah (wajib) dan sunnah dalam wudhu.

Inilah madzhab Abu Hanifah dan ats-Tsauri (lihat al-Mabsuth 1/62 dan at-Tamhid 4/34). Juga diriwayatkan pendapat ini dari al-Hasan al-Bashri (lihat al-Ausath 1/379) dan Imam ath-Thahawi menisbatkannya kepada al-Laits (lihat Mukhtashar Ikhtilaaf al-Ulama 1/135).

Pendapat ini beralasan dengan dalil berikut:

  • Hadits Abu Hurairah radhiyallahu Anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«????? ?????? ????? ???????? ????????? ??????????? ?????????? ?????????? ?????????»

Sungguh dibawah setiap rambut ada janabah maka mandikanlah rambut dan bersihkanlah kulit. (HR Abu Dawud 1/178, Ibnu Majah 1/107 no. 248). Hadits ini dinilai lemah oleh Abu Dawud, at-Tirmidzi ad-Daraquthni dan al-Albani dalam dhoif sunan Abi Dawud.

  • Hadits Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

«???? ?????? ???????? ???????? ???? ????????? ???? ??????????? ?????? ????? ????? ??????? ???? ????????»

Siapa yang meninggalkan sedikit sambutnya dari janabah yang tidak dimandikan maka disiksa demikian dan demikian dari neraka (HR Abu Dawud no. 249 Stephen Paea Kids Jersey 1/173,dan Ibnu Majah no. 599 1/1986 dan dinilai lemah oleh al-Albani dalam al Misykah 1/139 dan Irwa al-Ghalil 1/166).

 

  • Hadits Abu Dzar secara marfu’ :

????? ?????????? ?????????? ???????? ?????? ???? ?????? ???????? ????? ?????? ???????? ??????? ???????? ????????? ??????????? ????????

Sesungguhnya debu yang baik adalah mensucikan walaupun tidak mendapatkan air sampai sepuluh tahun. Apabila kamu dapati air maka basahilah kulitmu (HR Abu Dawud 332 1/235 dan at-Tirmidzi no. 124 1/142 dan dinilai shahih oleh al-Albani dalam shahih sunan Abi Dawud).

 

  • Pernyataan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan Abu Hanifah dengan sanadnya bahwa Ibnu Abbas memandang pengulangan wudhu bagi orang yang junub apabila lupa berkumur-kumur. (disampaikan dalam I’laamus Sunan 1/133 dan diriwayatkan ibnu al-Mundzir dalam al-Ausath 1/379).

Pendapat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu ini tidak bersendirian karena juga pendapat al-Hasan al-bashri dalam salah satu pendapat beliau dan Sufyan bin Sa’id ats-Tsauri. (lihat al-Istidzkar 1/158).

Dalil ini dibantah dari beberapa sisi:

  1. Memang ada banyak pendapat yang tidak sama dengan pendapat Ibnu Abbas ini sehingga ada yang menyelisihinya.
  2. Atsar Ibnu Abbas ini tidak shahih, karena sanadnya ada ‘Aisyah bintu ‘Ajrad yang tidak dikenal sebagaimana di jadikan alasan kelemahannya oleh Ibnu al-Mundzir dalam al-Ausaath 1/379.
  3. Seanadainyapun sanadnya shahih, tetap saja tidak dapat dijadikan hujjah pendapat Ibnu Abbas ini karena hanya bersifat pendapat dan pilihan beliau dalam masalah ini.

 

  1. Yang diwajibkan dalam mandi dan wudhu hanyalah istinsyaq saja tidak bagi berkumur-kumur.

 Ini adalah pendapat madzhab Ahmad bin hambal dalam satu riwayat dari beliau (lihat al-Ausath 1/379), Abu Ubaid, Abu Tsaur (lihat at-Tamhid 4/35) Byron Jones Youth Jersey dan sebagian ulama Zhahiriyah (lihat al-Istidzkar 1/158) serta menjadi pendapat yang dirojihkan ibnu al-Mundzir.(lihat al-Ausaath 1/379).

Dalil pendapat ini bahwa nash-nash tentang istinsyaaq lebih tandas dan lebih kuat.

Pendapat yang Rojih

Pendapat yang lebih kuat dan selamat adalah pendapat yang mewajibkan keduanya dalam mandi dan wudhu, karena Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam selalu melakukannya. Juga karena adanya perintah yang jelas dari beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam. Sedangkan hadits-hadits yang menjelaskan tata cara Nabi Benson Mayowa Womens Jersey shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak ada penyebutan kumur-kumur dan istinsyaaq tidak menunjukkan ketidak wajibannya; karena tidak mesti harus disebutkan seluruh yang wajib-wajib dalam satu nash atau matan hadits.  

Wallahu a’lam.

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/RxbCY

About admin

Kholid bin Syamhudi bin Saman bin Sahal Al-Bantani, menimba ilmu di Universitas Islam Madinah Tahun 1994 dan lulus Tahun 1999 dari Fakultas Hadits. Kini banyak meluangkan waktunya dalam da’wah sunnah dan menterjemahkan kitab-kitab berbahasa arab ke dalam Bahasa Indonesia serta berperan serta dalam beberapa lembaga da’wah yang ada di tanah air.

Check Also

wpid-img_20180611_1744155764868026292960762.jpg

Fatwa Ramadhan : Haruskah Tetap Puasa ketika Safar..?

Makna Hadits Orang yang Berpuasa dapat Satu Pahala dan Orang yang Berbuka dapat Dua Pahala ...