Home / Akidah Akhlaq / Bahaya Nyanyian dan Musik

Bahaya Nyanyian dan Musik

bahaya musik

Bahaya Nyanyian.

قال عبد الله ابن مسعود رضي الله عنه :  الْغِنَاءُ يُنْبِتُ النِّفَاقَ فِي الْقَلْبِ

Abdullah bin Mas’ud berkata: “Nyanyian menumbuhkan kenifakan (kemunafikan) di hati”. (riwayat Abu Dawud dalam sunannya no. 4927).

Syeikh Abdurrazaaq al Abaad hafizhullahu menjelaskan sisi pertumbuhan sifat nifaq (munafik) ini yang  beliau ringkas dari kitab Ighatsaatullahafan karya Ibnul Qayyim adalah:

  1. Nyanyian melalaikan kalbu dan menghalanginya dari memahami al-Qur`an dan tadabburnya serta mengamalkan kandungannya.
  2. Iman adalah perkataan dan perbuatan. Perkataan yang benar dan mengamalkan ketaatan. Ini tumbuh diatas dzikir dan baca alQur`an. Sedangkan kenifakan adalah perkataan batil dan perbuatan bejat. Ini tumbuh diatas nyanyian.
  3. Diantara tanda kenifakan adalah sedikit mengingat Allah, malas melaksanakan shalat dan terburuburu dalam shalat dan sangat jarang ditemui seorang yang gemar menyanyi kecuali ini adalah sifatnya.
  4. Kemunafikan didasari oleh dusta. Nyanyian adalah syair yang paling dusta, karena ia memperbagus yang buruk dan menghiasinya serta memerintahkannya. Juga memperburuk yang bagus dan menjauhinya. Inilah hakekat kemunafikan.
  5. Kemunafikan adalah bohong maker dan penipuan dan nyanian dibangun diatas hal tersebut.
  6. Orang munafik merusak tapi merasa telah memperbaiki sebagaimana Allah beritahukan tentang kaum munafik. Orang yang gemar dengar nyanyian merusak hati dan kondisinya tapi merasa ia memperbaikinya.
  7. Nyanyian merusak kalbu dan bila rusak kalbunya maka bangkitlah kemunafikan.

http://al-badr.net/muqolat/5086

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/sIRhE

About klikUK.com

Check Also

wpid-img_20180611_1744155764868026292960762.jpg

Fatwa Ramadhan : Haruskah Tetap Puasa ketika Safar..?

Makna Hadits Orang yang Berpuasa dapat Satu Pahala dan Orang yang Berbuka dapat Dua Pahala ...