Home / Brankas / Baca Bismillah Di Awal Al-Fatihah

Baca Bismillah Di Awal Al-Fatihah

alfatihahPertanyaan :

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ustadz, mohon dijelaskan tentang lafadz ‘basmalah’ dalam awal surah al-Fatihah, ada ulama yang tidak memakai dan ada yang memakai. Ana bingung, apakah bismillah ayat pertama dalam al-Fatihah atau tidak ? Syukron

(081910788***)

Jawab :

Alhamdulillah anda sudah bersikap benar dalam hal ini, karena ketika bingung segera bertanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan:

فَإِنَّمَا شِفَاءُ الْعِيِّ السُّؤَالُ

Sesungguhnya obatnya tidak tahu adalah bertanya (HR Ahmad, Abu dawud dan Ibnu Majah)

Mengenai masalah basmalah apakah termasuk surat al-fatihah atu tidak, para ulama bersilang pendapat. Sebagiannya memasukkannya dalam surat al-Fatihah dan sebagian lain tidak memasukkannya. Menurut pendapat yang rojih menurut syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam risalah beliau berjudul “Ushulun fi at-Tafsir” adalah pendapat yang tidak memasukkannya ke dalam surat al-Faatihah berdasarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam  yang berbunyi:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى قَسَمْتُ الصَّلَاةَ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ { الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ }قَالَ اللَّهُ تَعَالَى حَمِدَنِي عَبْدِي وَإِذَا قَالَ{ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ }قَالَ اللَّهُ تَعَالَى أَثْنَى عَلَيَّ عَبْدِي وَإِذَا قَالَ{ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ }قَالَ مَجَّدَنِي عَبْدِي فَإِذَا قَالَ{ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ }قَالَ هَذَا بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ فَإِذَا قَالَ{ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ }قَالَ هَذَا لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ

Dari Abu Hurairoh radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Allah Ta’ala berfirman: Aku membagi sholat (al-Fatihah) menjadi dua bagian untukKu dan untuk hambaKu dan HambaKu mendapatkan semua yang diminta. Apabila hamba menyatakan: (الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ), Allah Ta’ala berfirman: HambaKu telah memujaku. Apabila hamba menyatakan: (الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ) , Allah Ta’ala berfirman: HambaKu telah memujiKu. Apabila menyatakan: (مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ) , maka Allah befirman: HambaKu telah mengagungkanKu. Apabila mengatakan: (إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ) maka Allah berfirman: Ini adalah antaraKu dan hambaKu dan hambaKu mendapatakan semua yang dimintanya. Apabila hamba menyatakan:(اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ) maka Allah berfirman: Ini untuk hambaKu dan HambaKu berhak mendapatkan semua yang dimintanya. (HR Muslim).

Adapun berdasarkan rangkaian ayat dalam surat ini, hal tersebut ditinjau dari sisi maknanya. Ulama telah menyepakati bahwa surat Al-Fatihah berisi tujuh ayat. Jika kita ingin membagi surat Al-Fatihah menjadi tujuh bagian maka engkau dapati bahwa ayat pertengahannya adalah: Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin (Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan).

Pada ayat inilah Allah menjawab bacaan hamba-Nya: “Aku membagi shalat (surat Al-Fatihah) menjadi dua bagian, separuh untuk-Ku dan separuh untuk hamba-Ku.”

Sebagaimana dijelaskan dalam hadits di atas.

Jadi, ada tiga ayat untuk Allah, yaitu ayat pertama, kedua dan ketiga. Tiga ayat untuk hamba, yaitu tiga ayat terakhir dan satu ayat pertengahan yaitu ayat keempat untuk Allah dan untuk hamba.

Pendapat syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin ini juga didukung oleh hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Aku pernah shalat bermakmum di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman radhiyallahu ‘anhum. Mereka semua membuka shalat dengan membaca: ‘Al-Hamdulillahi Rabbil ‘Aalamiin’ dan tidak membaca ‘Bismillahirrahmanirrahiim’ di awal bacaan maupun di akhirnya.” (HR Muslim).

Maksudnya mereka tidak mengeraskan bacaannya.

Membedakan antara basmalah dengan hamdalah dalam hal dikeraskan dan tidaknya menunjukkan bahwa basmalah tidak termasuk dalam surat Al-Fatihah.

Dan juga ditinjau dari sisi lafalnya, apabila kita katakan bahwa basmalah termasuk salah satu ayat dalam surat Al-Fatihah berarti ayat ketujuh menjadi sangat panjang, hampir setara dengan dua ayat. Padahal sebagaimana dimaklumi, pada dasarnya panjang pendek ayat-ayat dalam sebuah surat hampir seragam satu sama lainnya.

Maka pendapat yang rojih adalah basmalah tidak termasuk dalam surat Al-Fatihah, sebagaimana halnya basmalah juga tidak termasuk dalam surat-surat lainnya.

Wallahu a’lam.

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/aZB2V

About admin

Kholid bin Syamhudi bin Saman bin Sahal Al-Bantani, menimba ilmu di Universitas Islam Madinah Tahun 1994 dan lulus Tahun 1999 dari Fakultas Hadits. Kini banyak meluangkan waktunya dalam da’wah sunnah dan menterjemahkan kitab-kitab berbahasa arab ke dalam Bahasa Indonesia serta berperan serta dalam beberapa lembaga da’wah yang ada di tanah air.

Check Also

ledakan

Ringkasan Fikih Islam : Dosa Membunuh Orang Kafir Mu’ahad tanpa Kesalahan

Dosa Orang yang Membunuh Orang Kafir Mu’ahad tanpa Kesalahan عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍ و ...