Home / Akidah Akhlaq / BAB DO’A

BAB DO’A

ocean_sunset_3-t2


Bab Doa

1. Macam-macam doa.
2. Kekuatan doa.
3. Doa makbul.
4. Hal- hal yang menghalangi doa dikabulkan.
5. Beberapa bentuk doa saat ditimpa bala’.
6. Fadhilah doa.
7. Adab berdoa dan sebab- sebab doa dikabulkan.
8. Doa yang dibolehkan dan doa yang dilarang.
9. Waktu, tempat dan kondisi yang afdhal agar doa dikabulkan.
10. Beberapa doa yang berasal dari Al quran dan Sunah:       a. Doa yang berasal dari Al quran Al karim.       b. Doa-doa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

  • Macam-macam doa:

Doa ada dua macam: doa ibadah dan doa permohonan, masing-masing doa tersebut saling berkaitan dengan lainnya.

1.  Doa ibadah: yaitu bertawassul kepada Allah untuk meraih suatu keinginan atau menolak bala atau menghilangkan suatu petaka dengan cara mengikhlaskan ibadah kepadaNya semata.

Allah Ta’ala berfirman:

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88)

Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman. (Q.S. Al Anbiyaa’ : 87- 88 )

2.  Doa permohonan: yaitu: seseorang memohon sesuatu yang berguna atau menolak bahaya untuk dirinya.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا إِنَّنَا آَمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

(Yaitu) orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,” (Q.S. Ali Imran: 16).

  • Kekuatan do’a:

Doa dan ta’awwuz merupakan senjata dan senjata. Kekuatannya bukan saja pada ketajamannya, selain itu dia tergantung pada orang yang mempergunakannya. Maka bilamana senjatanya bagus tidak ada cacat dan lengan orang yang memakainya kuat serta tidak ada yang penghambatnya, niscaya dia mampu menakhlukkan musuh. Dan bilamana salah satu syarat di atas tidak terpenuhi maka efeknyapun tidak akan berarti.

Doa adalah senjata bagi orang yang beriman, berguna untuk hal yang telah terjadi maupun yang belum terjadi.

Doa yang makbul dan keinginan tercapai berbanding lurus dengan kekuatan keyakinan terhadap Allah, keistiqamahan dalam melakukan perintah Allah dan berusaha menegakkan kalimat Allah.

  • Doa yang makbul

Bila syarat-syarat doa telah terpenuhi, niscaya Allah langsung mengabulkan suatu permintaan, atau melambatkannya agar orang yang beriman semakin banyak menangis dan merendahkan diri kepada Allah, atau Allah memberikan hal lain yang jauh lebih bermanfaat dari permintaannya, baik untuk menolak bala’, atau dikahirkan oleh Allah sampai di hari kiamat. Sesungguhnya Allah lebih mengetahui hal yang lebih bermanfaat bagi hambaNya. Maka janganlah terburu-buru agar doa dikabulkan.

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Q.S. At Thalaaq: 3) .

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ    

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Q.S. Al Baqarah: 186).

  • Hal- hal yang menghalangi dikabulkannya doa:

1.  Doa merupakan sebab yang terkuat untuk menolak bencana dan meraih keinginan. Namun, terkadang maksud tersebut tidak tercapai karena ada kelemahan dalam doa tersebut, seperti doa untuk mencelakakan orang lain dan doa ini tidak disukai oleh Allah.
2.  Bisa jadi karena kalbu orang yang berdoa lemah, tidak sepenuhnya menghadap Allah saat berdoa, bisa jadi juga karena orang yang berdoa itu sering memakan harta haram, lalai, atau dosa yang telah menumpuk dalam kalbu, atau ingin agar doanya segera dikabulkan dan malas berdoa setelah itu.
3.  Kemungkinan Allah tidak mengabulkan doa seseorang karena Dia berkehendak mengabulkan doanya di akhirat dengan sesuatu yang lebih besar, atau Allah menolak bencana yang sebanding dengan permohonannya, dan mungkin juga seandainya Allah mengabulkan doanya (seperti yang diinginkan), maka orang tersebut bertambah dosanya kepada Allah, maka tentu tidak dikabulkannya do’a tersebut lebih utama baginya, atau mungkin juga seandainya Allah mengabulkan doanya orang tersebut tidak sering lagi berdo’a kepada Allah.

  • Doa saat bala menimpa:

Doa adalah penawar yang paling manjur, penolak bala, penangkal turunnya bala atau mengurangi bala. Dan keberadaan doa terhadap bala ada tiga kemungkinan:

Pertama: Doa itu lebih kuat dari bala, maka doa ini dapat menolak bala tersebut.

Kedua: Doa itu lebih lemah dari bala, maka bala lebih unggul dari doa.

Ketiga: Doa dan bala seimbang, maka tidak satupun dari keduanya yang terjadi.

 

Download versi PDF : BAB DO’A

Bagikan melalui link ini: http://klikuk.com/3A9ob

About admin

Kholid bin Syamhudi bin Saman bin Sahal Al-Bantani, menimba ilmu di Universitas Islam Madinah Tahun 1994 dan lulus Tahun 1999 dari Fakultas Hadits. Kini banyak meluangkan waktunya dalam da’wah sunnah dan menterjemahkan kitab-kitab berbahasa arab ke dalam Bahasa Indonesia serta berperan serta dalam beberapa lembaga da’wah yang ada di tanah air.

Check Also

lampu-pemimpin

Ringkasan Fikih Islam : Keutamaan Penguasa yang Adil dan Ancaman bagi Penguasa yang Zalim

Keutamaan Penguasa yang Adil dan Ancaman bagi Penguasa yang Zalim Firman Allah Subhanahu Wata’ala : ...